| Soft Cover, Oktober 2008 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
181.
182.
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
BERTAHUN-TAHUN orang mengenalnya sebagai ”si jahat”. Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Dialah Dipa Nusantara Aidit yang dikenal mela lui film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Di layar perak kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat, dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan massal 1965.
Siapakah Aidit? Memimpin PKI pada usia 31, ia hanya perlu setahun untuk melambungkan partai itu dalam kategori empat partai besar di Indonesia ...
183.
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
IA berada dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai bermain biola dan saksfon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu “pro-rakya”. Ia menghapus The Old Man and teh Sea-film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway-dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia mengjayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang “kapitalis” harus selalu dimusuhi.
Kisah tentang Njoto adalah satu cerita tentang ...
184.
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
BANYAK orang mengenalnya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menentang pemerintah kolonial Belanda. Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan peme rintah pusat.
Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil dikenal rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, sepak terjangnya di masa-masa awal kemerdekaan tidak bisa diremehkan. Peran politik Musso bisa disejajarkan ...
185.
| Soft Cover, November 2008 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Yogyakarta tempo doeloe menyimpan banyak kenangan. Sampai kini kenangan itu masih terus hidup. Buku ini memamparkan akar-akar pembentukannya, kehidupan serta proses penyesuaian kelompok penduduk
kota kerajaan dengan kolonialisme Belanda yang mulai mencengkram kota itu sejak abad ke-19.
Diulas kontak bahkan perbenturan budaya antara kekuatan tradisional dengan kekuatan kolonial yang membawa modernisasi. Saat itu muncul perusahaan kereta api, gas, listrik dan air minum yang mengubah segi ...
187.
| Soft Cover | Rp. 58.000 | Rp. 46.400 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Prof. Dr. Abu Hamid, melalui buku yang berjudul Syekh Yusuf Seorang Ulama, Sufi dan Pejuang, mengelaborasi jejak-jejak yang ditinggalkan syekh ini melalui naskah-naskah yang ditinggalkannya. Di sinilah ditemukan mutiara-mutiara hikmah, nasihat-nasihat bersifat sufistik dari salah seorang "ulama Jawi" masyhur di Masjidil Haram pada masanya. Orang tua yang hanya bersenjata tasbih, na-mun demikian menggetarkan Kornpeni Belanda. ...
188.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Buku ini difokuskan pada sejarah pendidikan Indonesia 1892 - 1920.
Mengapa periode ini yang diangkat?
Dikarenakan periode ini merupakan periode yang paling menarik sepanjang sejarah perkembangan pendidikan. Pada masa inilah terbentuk suatu sistem pendidikan yang lengkap, yang memungkinkan anak Indonesia belajar dari tingkat rendah sampai tingkat yang paling tinggi, walaupun haras ditempuh dengan berbagai lika-liku problematik dan "tekanan politis" dari pihak asing (penjajah). ...
189.
| Soft Cover, Juni 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Masa pendudukan Jepang membawa perubahan besar, tak terkecuali bagi Soekarno. Perubahan ini mengakhiri pengasingan Soekarno dan mengembalikannya ke tengah gelanggang politik. Ia tidak lagi berdiri sebagai pihak oposisi, tapi sudah menjadi juru bicara pendapat umum kaum nasionalis.
Berkali-kali Soekarno harus menjalankan tugas untuk kepentingan Jepang yang membuat ia tersiksa. Peranannya dalam penyediaan tenaga kerja paksa adalah tugas yang paling memalukan baginya. Namun, sekali keputusan ...
190.
Pemberontakan Nuku
Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810
| Soft Cover, Juli 2013 | Rp. 140.000 | Rp. 112.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Buku yang semula disertasi di Leiden University ini adalah sejarah perlawanan Pangeran Nuku dari Tidore. Adalah menarik selain tak pernah berhenti memusuhi Belanda, Nuku juga bertempur melawan Sultan Tidore yang dilindungi Kompeni serta para pesaingnya yaitu Sultan Ternate dan Sultan Bacan. Nuku unggul sebab strategi dan kepemimpinannya berhasil membangun komunikasi lintas budaya dengan kelompok pengikutnya yang multietnis dan menjalin persekutuan melewati batas-batas Kerajaan Tidore. ...
191.
| Soft Cover, Maret 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Secara garis besar, buku ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama mengupas perjalanan Hasan Tiro pulang ke Aceh tahun 2008 hingga wafat tahun 2010. Bagian kedua, mengulas kehidupan Hasan Tiro sejak lahir, sosok republiken pada masa revolusi 1945, kemuadian memilih bersebrangan dengan Republik Indonesia. Mengirim surat protes ke Indonesia dan lain-lain serta sampul buku karya Hasan Tiro dan sebagainya.
Terakhir, bagian tiga merangkum aktifitas Hasan Tiro dan GAM. Pertanyaan yang sering ...
192.
Atlantis Nusantara
Berbagai Penemuan Spektakuler Yang Makin Meyakinkan Keberadaannya
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Perbedaan buku ini dengan karya Arysio Santos-orang Brazil yang kali pertama mengatakan bahwa Atlantis itu di Nusantara-terletak pada berbagai temuan lokalnya seperti:
• Piramida di Jawa Barat yang lebih besar dari piramida Mesir
• Situs Gunung Padang di Cianjur
• Situs Batujaya di Kerawang-Bekasi
• Situs Pasemah di Pagar Alam, Sumatra
• Relief-relief di Candi ...
194.
| Soft Cover, Januari 2010 | Rp. 25.200 | Rp. 20.160 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
195.
Pulau Run
Magnet Rempah-rempah Nusantara yang Ditukar dengan Manhattan
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Pulau Run adalah sebuah pulau kecil yang terpencil, sepi, dan terabaikan di tengah ribuan pulau-pulau Indonesia lainnya. Namun, siapa sangka bahwa ternyata pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan, sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan ujung Sungai Hudson, satu dari lima kota bagian yang membentuk Kota New York.
Pada awal abad ke-17 M, panen rempah-rempah mengubah Pulau Run menjadi pulau yang paling berharga dari kepulauan rempah-rempah lainnya di Nusantara. Hal ini mendorong ...
196.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Seabad lalu, kemanusiaan merupakan salah satu prinsip pemikiran penting dari founding father Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan. Sayang, generasi penerus Muhammadiyah seperti telah melupakan etika welas asih yang universal dan kontekstual dengan kondisi masyarakat Indonesia tersebut.
Bahkan, gagasan kemanusiaan dan kebangsaan Kiai Ahmad Dahlan pernah dikhianati oleh sebagian generasi penerus yang mengaku sebagai pewaris Muhammadiyah. Mereka terjebak pada pengecilan makna gerakan perubahan yang ...
197.
| Soft Cover, November 2008 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Buku Tarekat Syattariyah ini menguak perkembangan dan perjalanan tarekat tersebut di bumi nusantara. Tak hanya bertutur tentang sejarah, buku ini juga mengungkapkan berbagai ajaran dan literatur yang menjadi sumber serta dasar ajaran tarekat Syattariyah, sehingga dapat memberikan wawasan yang cukup dalam bagi mereka yang menaruh minat pada dunia tasawuf. ...
198.
| Soft Cover, Juni 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
199.
| Soft Cover, Juli 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
JIKA masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisannya yang terbit pada 1962: “Pembangunan tak berjalan sebagaimana semesti nya....
Perkembangan demokrasi pun telantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah”.
Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jika ada rasa tanggung jawab dan toleransi di ...
200.
| Soft Cover, Juli 2015 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Mendesak Sukarno-Hatta untuk memproklamasi-
kan kemerdekaan, Sutan Sjahrir justru absen dari
peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk
meng halau penjajah: jalur diplomasi—cara yang
di tentang tokoh lain yang lebih radikal. Ideologi-
nya, antifasis dan antimiliter, dikritik hanya untuk
kaum terdidik. Ia dituduh elitis.
Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, ber-
keliling Tanah Air menghimpun kader Partai Sosialis
Indonesia. Sejarah telah menyingkirkan peran ...




Keranjang






