BrowsesController::get_data() - APP/Controller/BrowsesController.php, line 189
BrowsesController::index() - APP/Controller/BrowsesController.php, line 910
ReflectionMethod::invokeArgs() - [internal], line ??
Controller::invokeAction() - CORE/Cake/Controller/Controller.php, line 491
Dispatcher::_invoke() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 193
Dispatcher::dispatch() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 167
[main] - APP/webroot/index.php, line 110
Notice (8): Undefined index: title_for_layout [APP/Controller/BrowsesController.php, line 914]
BrowsesController::index() - APP/Controller/BrowsesController.php, line 914
ReflectionMethod::invokeArgs() - [internal], line ??
Controller::invokeAction() - CORE/Cake/Controller/Controller.php, line 491
Dispatcher::_invoke() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 193
Dispatcher::dispatch() - CORE/Cake/Routing/Dispatcher.php, line 167
[main] - APP/webroot/index.php, line 110
Malik : “Kamu betah di kampus ini?”
Elsa : “Belum tahu. Kan, baru sehari.”
Malik : “Menurutku, sih, bakal betah.”
Elsa : “Sok tahu kamu.”
Malik : “Iya, pasti betah.”
Elsa : “Kenapa emang?”
Malik : “Karena ada aku.”
...
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?
Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.
Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat ...
Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarku. Bagian penting dari hal-hal yang kumiliki dalam hidupku. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang aku perjuangkan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapku di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
...
Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarku. Bagian penting dari hal-hal yang kumiliki dalam hidupku. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang aku perjuangkan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapku di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
...
Ayah, di rentang waktu yang mengurangi usia, aku takut kekecewaan
masih saja berdiam di dadamu. Sungguh tiada keinginan selain melihat
seulas senyum bahagia di hari tuamu. Sudah cukup kau berjuang demi
menciptakan hidupku yang lebih baik. Segala hal yang kau lakukan tak
akan terbalas oleh apa pun. Kau paling paham,
bahwa aku butuh kasih dan sayangmu.
Jangan biarkan sedih ...
Ada banyak sekali hal yang tak bisa kuutarakan, maka kutuliskan saja. Semua perasaan yang tak tersampaikan, hal-hal yang mungkin terasa menyakitkan, perihal kamu dan dia yang rumit, atau catatan-catatan yang tak pernah kukirim langsung untukmu, tetapi kutulis dalam sedihku.
Semua perasaan itu akhirnya membuatku mengerti arti jatuh dan cinta. Aku–atau kamu–akan selalu punya alasan untuk kembali bangkit. Meski banyak perjalanan yang pernah terasa begitu sulit.
Maafkan jika ...
Ada banyak sekali hal yang tak bisa kuutarakan, maka kutuliskan saja. Semua perasaan yang tak tersampaikan, hal-hal yang mungkin terasa menyakitkan, perihal kamu dan dia yang rumit, atau catatan-catatan yang tak pernah kukirim langsung untukmu, tetapi kutulis dalam sedihku.
Semua perasaan itu akhirnya membuatku mengerti arti jatuh dan cinta. Aku–atau kamu–akan selalu punya alasan untuk kembali bangkit. Meski banyak perjalanan yang pernah terasa begitu sulit.
Maafkan jika ...
Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?
Sungguhlah, hal ...
Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?
Sungguhlah, hal ...
"Kamu. Iya kamu! Pernah mikir nggak sih, gimana susahnya menjaga hati? Tapi, kenapa kamu justru pergi dengan perempuan jalang itu. Kamu benar-benar lelaki sialan!"
Rasa benciku kini menggunung. Rasa sakitku tak dapat ditahan. Rasa kecewa atas sebuah pengkianatan. Rasa sesal. Semuanya menumpuk menjadi satu. Semuanya bercampur aduk. Ingin segera melupakannya. Tapi, cinta tak semudah itu pergi dari hati. Aku putuskan untuk mengabadikan kenangan ini, melalui origami hati ...
Juned Ardi, lelaki yang dikhianati oleh kekasihnya –Elya Rahma. Perempuan itu selingkuh dengan sahabatnya bernama Ikmal. Memutuskan untuk menggeluti rock climbing (panjat tebing) sebagai pelariannya. Berbekal pengalaman sewaktu SMA, Juned pergi bertualang ke tempat baru guna menenangkan hatinya. Dalam cerita ini, ia mendaki tebing Likunggavali, Gorontalo. Sebagai bab pembuka cerita.
Setelah setahun ‘dibiarkan’ ibunya, akhirnya Juned kembali diminta untuk lebih fokus lagi ...
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?
Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.
Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat ...
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?
Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.
Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat ...
Sebuah Usaha Melupakan adalah kumpulan catatan perasaan (konsep penulisan yang sama dengan dua buku sebelumnya, ‘Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang’ dan buku ‘Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai.’ Satu judul tulisan hanya terdiri dari empat paragraph (beberapa terpaksa 5 paragraf). Cerita yang ditulis juga masih hal-hal ‘ringan’ dan mudah dicerna. Ada sekitar 77 tulisan yang dibagi menjadi sub-bab. Tidak ada keterkaitan satu judul tulisan ...
Sebuah Usaha Melupakan adalah kumpulan catatan perasaan (konsep penulisan yang sama dengan dua buku sebelumnya, ‘Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang’ dan buku ‘Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai.’ Satu judul tulisan hanya terdiri dari empat paragraph (beberapa terpaksa 5 paragraf). Cerita yang ditulis juga masih hal-hal ‘ringan’ dan mudah dicerna. Ada sekitar 77 tulisan yang dibagi menjadi sub-bab. Tidak ada keterkaitan satu judul tulisan ...
Aku sangat suka membayangkan menjadi matamu. Mengetahui apa yang ingin dan tak ingin kau lihat. Belajar bagaimana caramu memandang sesuatu. Mengetahui warna apa saja yang kau suka.
Sesekali merasakan bagaimana caramu bersedih. Bagaimana caramu agar tetap terlihat kuat. Aku ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi matamu. Lalu mengerti apa yang kau rasakan saat menatap matamu.
Menjadi matamu
Satu hal yang saya sukai dari menulis Puisi adalah saya harus menulis hal rumit dengan ...
Dear, Ayah
Apa kabar? Kuharap kau selalu dalam keadaan baik dan sehat. Tak terasa waktu bergulir dan aku beranjak dewasa.
Tapi, semangat dan tenagamu untuk kami sekeluarga tak pernah pudar sedikit pun.
‘Kagum’ setidaknya hanya kata kecil yang bisa kuucapkan.
Ayah, sungguh kuingin membuatmu bahagia juga bangga.
Di relung hati kusematkan namamu dalam doa.
Aku sayang Ayah. Maaf, aku tak pernah mengatakannya….
...
Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku? Sungguhlah, hal paling ...