Tahun 1776 menjadi penanda sejarah sekaligus momentum lahirnya kekuatan yang akan mengubah wajah peradaban manusia secara permanen—Revolusi Industri. Buku ini membedah secara tajam mengapa Inggris, dan bukan negara lain, yang berhasil memantik transformasi radikal ini: kelimpahan batu bara dan besi, kekuatan maritim yang telah teruji, serta akumulasi modal yang tak tertandingi di Eropa kala itu.
Buku ini mengurai rentetan inovasi yang nyaris tak terbendung: alat tenun Hargreaves (1770), mesin uap James Watt (1785), hingga lokomotif Stephenson, telegraf Morse, dan telepon Bell yang memangkas jarak dan waktu secara drastis. Namun, buku ini menolak sekadar merayakan kemajuan—ia membedah pula sisi gelapnya: gejolak sosial lewat gerakan serikat buruh.
Revolusi Industri bukan sekadar kisah kemajuan teknologi, melainkan pertarungan struktural antara kapital dan tenaga kerja yang melahirkan gerakan sosial-ekonomi baru—koperasi, serikat buruh, hingga sosialisme—yang gaungnya masih terasa hingga hari ini.