"Aku ingin kau tidak cengeng. Hanya perempuan tolol
yang selalu mengeluhkan hidup. Hidup itu harus diajak
bertarung. Kau harus mampu bersabung dengannya.
Kalau kau menang, itulah nikmatnya menjadi
perempuan!” (cerpen “Sepotong Tubuh”)
10 cerita pendek di dalam kumpulan cerpen Akar Pule berkisah tentang perempuan Bali yang bergelut dengan tradisi, kasta, keluarga, stigma terhadap tubuh, pengkhianatan, dan hubungan terlarang. Kisah-kisah yang mempertanyakan dengan berani apa yang disebut takdir dan nasib. Ditulis oleh Oka Rusmini, penulis Perempuan Indonesia yang telah berkarya selama lebih empat puluh tahun di jalan sastra.
Tentang Penulis:
OKA RUSMINI lahir di Jakarta pada 11 Juli 1967. Saat ini bermukim di Denpasar, Bali. Bukunya yang telah terbit: Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Pandora (2008), Tempurung (2010), Akar Pule (2012), Saiban (2014), Men Coblong (2019), Koplak (2019), dan Jerum (2020).
Berbagai penghargaan telah diterimanya: Anugerah Sastra Kemendikbudristek (2003 dan 2012), Anugerah Sastra Tantular, Balai Bahasa Provinsi Bali (2012), The S.E.A. Write Award dari Kerajaan Thailand (2012), Kusala Sastra Khatulistiwa (2014), Ikon Berprestasi Indonesia kategori Seni dan Budaya (2017), CSR Indonesia Awards kategori Karsa Budaya Prima (2019), Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali (2019), Wikan Award dari Yayasan Korpri Bali (2023), dan Penghargaan 40 tahun berkarya dari Pemerintah Indonesia Bidang Kebahasaan dan Kesastraan (2024).
oleh Dyah Merta, Happy Salma, Harsutejo, Linda Christanty, Martin Aleida, Oka Rusmini, Pranita Dewi, Putu Oka Sukanta, Rieke Diah Pitaloka, Sihar Ramses Simatupang, Soeprijadi Tomodihardjo, T Iskandar AS, Yonathan Rahardjo