Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang sangat luas terkait pelestarian lingkungan, dampak global warming, dan penanganan bencana alam maupun bencana hidrometeorologi. Pemahamannya itu diimplementasikan dengan membentuk Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan.
Kegigihan Megawati Soekarnoputri mendirikan dan mengembangkan Baguna sehingga bisa menjadi mitra tepercaya dalam penanggulangan bencana menempatkan PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai—bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia—yang memiliki sayap pengabdian di bidang penanggulangan bencana. Sejak didirikan pada 2006, Baguna sudah mencatatkan kinerjanya dalam penanganan bencana.
Buku Spirit Kemanusiaan, Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri ini memaparkan bagaimana seluruh masyarakat dan komponen bangsa harus siap siaga menghadapi bencana karena Indonesia berada di bagian ring of fire. Di samping itu, sebagai wilayah yang tak terpisahkan dari bumi yang sama, Indonesia juga harus bersiap menghadapi bencana yang disebabkan perubahan iklim.
Kiprah Megawati Soekarnoputri dalam penanganan bencana dimulai dengan membenahi organisasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemudian menginisiasi Undang-Undang Penanggulangan Bencana dan pembentukan BNPB, sampai kemudian membentuk Baguna (Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan).
Buku ini menyajikan fakta kepemimpinan Megawati sebagai pemimpin yang sungguh peduli pada negara dan rakyat Indonesia. Arahan dan kebijakan dalam penanggulangan bencana membuktikan bahwa ia sangat memahami kondisi alam dan rakyat Indonesia. Lewat Baguna, ia terus berkiprah untuk tanah air tercinta, Indonesia.