Seorang murid SMA ditemukan tewas di dasar Tebing Kala. Investigasi polisi menyimpulkan kasus itu sebagai bunuh diri. Dua puluh tahun kemudian, tibalah reuni angkatan 200X SMA St. Quinta. Max, sahabat karib pemuda yang mati itu, mengikuti reuni SMA-nya dengan enggan. Saat pembukaan kapsul memori, sebuah surat anonim menyebutkan pemuda itu tidak bunuh diri, melainkan dibunuh.... Keesokan harinya, salah seorang peserta reuni lenyap secara misterius. Kemunculan sesosok penguntit yang tidak segan melukai orang-orang membuat Max bertanya-tanya, apakah kasus orang hilang ini berhubungan dengan kematian sahabatnya dua dekade silam?
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.