Raditya Dika merupakan seorang penulis, komedian, dan aktor yang berasal dari Indonesia. Ia terkenal sebagai penulis di internet (blog) dan buku-buku komedi. Sosok yang kerap disapa Radit ini menuliskan pengalaman kesehariannya, tulisan-tulisan yang dibuat berasal dari blog pribadinya yang kemudian diangkat menjadi sebuah buku. Salah satu bukunya adalah Marmut Merah Jambu.
Marmut Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Radit dalam menjalani hal paling absurd di dunia yaitu jatuh cinta. Dalam buku ini, penulis memang lebih fokus menceritakan tentang cinta yang tetap dicampur dengan ciri khasnya yaitu unsur komedi. Namun, tidak semata-mata kisah cinta saja, penulis juga tetap menyelipkan beberapa kisah keluarganya. Secara keseluruhan buku ini menarik, terutama penulis yang membagikan kisahnya tentang cinta diam-diam. Sosok Radit yang menggambarkan bagaimana seseorang mencintai seseorang tetapi takut untuk mengungkapkannya, karena hal tersebut pasti pernah dirasakan oleh hampir semua orang.
Novel ini memiliki penyampaian cerita yang dapat membuat pembaca tertawa dan terhibur dengan menggunakan istilah sehari-hari sehingga dapat memberikan kemudahan kepada para pembaca ketika mengikuti alur cerita yang dihadirkan. Penyampaian kisah cinta seorang Raditya Dika yang aslinya tragis menjadi “konyol” akan membuat pembaca tersenyum ketika sedang membaca novel ini.
Judul: Marmut Merah Jambu Edisi Revisi
Halaman: 220 halaman
Penerbit: Bukune
Tanggal Terbit: 18 Juli 2017
Berat: 0.20 kg
ISBN: 9786022202325
Dimensi: 20x13 cm
Bahasa: Indonesia
Raditya Dika (Dika Angkasaputra Moerwani) (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984), akrab dipanggil Radith, adalah seorang penulis asal Indonesia. Di Indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dikung (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan Radith bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).
Karya pertama yang mengangkat namanya adalah buku berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005). Buku ini menceritakan kehidupan Radith ketika masih berkuliah di Adelaide, Australia. Cerita yang dibawakan Radith adalah kisah-kisahnya sebagai pelajar Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Buku ini ditampilkan dalam format diary (buku harian). Seluruh cerita dalam karyanya tersebut berasal dari blog pribadi terdahulu milik Radith, www.kambingjantan.com, yang sekarang menjadi www.radityadika.com.
Buku keduanya berjudul Cinta Brontosaurus, diterbitkan pada tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya, cerita-cerita dalam buku ini berasal dari kisah keseharian Radith. Namun, buku kedua ini menggunakan format cerita pendek (cerpen) yang bercerita mengenai pengalaman cinta Radith yang sepertinya selalu tidak beruntung. Isi dari buku ini meliputi ...