Selama ini, saya selalu berkata bahwa saya mencintai Indonesia. Tak pernah ada sedikit pun keraguan. Hingga kemudian, saya memutuskan untuk menantang rasa cinta terhadap negara ini dengan membuat perbandingan-perbandingan. Saya harus melakukan perjalanan keliling dunia dan melihat dengan mata kepala sendiri, seperti apa situasi di luar sana.
Dan akhirnya, kesempatan itu tiba. Dari April 2014 sampai April 2015, saya melakukan perjalanan ke Singapura, Sydney, Melbourne, Adelaide, Brisbane, Gold Coast, Hong Kong, Macau, London, Liverpool, Manchester, Amsterdam, Leiden, Berlin, Guangzhou, Beijing, Tokyo, Kyoto, Los Angeles, dan San Francisco.
Dua puluh kota. Delapan negara. Empat benua. Satu tahun.
Perjalanan saya membawa misi, mengenalkan dan mengenal kembali Indonesia melalui Mesakke Bangsaku World Tour. Setiap detail dan segala sesuatu yang saya lihat, dengar, dan rasakan di negara-negara tersebut, saya tuliskan dalam buku ini.
Lalu, setelah Anda selesai membacanya, coba tanyakan hal ini pada diri Anda: seperti apakah Indonesia yang selama ini saya kenal?
Pandji Pragiwaksono lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Ia adalah seorang penyiar radio, presenter televisi, dan aktor Indonesia. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB angkatan 1997 dan merupakan salah satu alumni SMA Kolese Gonzaga angkatan ke 8.
Dia adalah seorang artis indonesia yang menyayikan lagu "kami tidak takut". Kali ini pandji menunjukkan nasionalisme nya dengan menciptakan sebuah buku yang berjudul nasional.is.me. Buku itu menceritakan bagaimana Pandji cinta dan optimis kepada Indonesia. Walaupun menurutnya banyak orang yang pesimis terhadap Indonesia.