Sebagai Negara Kepulauan yang luas, kebutuhan Indonesia akan transportasi udara adalah mutlak. Untuk itu, pemerintah wajib menyelenggarakan sistem angkutan udara sebagai jawaban dari kebutuhan yang sangat mendesak tersebut. Penyelenggaraan angkutan udara nasional harus ditata sebagai bagian yang utuh dari sebuah proses pembangunan nasional.
Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines mengawali kehadiran maskapai penerbangan di Indonesia. Namun, sayangnya, kini penyelenggaraan angkutan udara antar pulau dan kota-kota di seluruh Nusantara lebih banyak didominasi oleh maskapai swasta. Padahal sesungguhnya, pihak swasta hanyalah pelengkap dari sebuah sistem yang diselenggarakan oleh negara.
Bahaya yang mengancam pada kondisi seperti ini adalah politik dan kebijakan di tingkat strategis, yang tidak berada dalam genggaman pemerintah. Potensi ancamannya adalah situasi ini bisa digunakan oleh pihak tertentu untuk menekan pemerintah demi mengikuti kepentingan segelintir kelompok tertentu. Bila ini terjadi, tentu saja berbahaya bagi eksistensi NKRI dan kehormatan bangsa sungguh terancam.
Daftar Isi :
Menata Ulang Sistem Angkutan Udara Nasional
Kecelakaan Penerbangan yang Tak Kunjung Usai
Mengapa Lion Air Jatuh di Perairan Karawang?
Pola Pengelolaan Penerbangan Nasional
Mengelola Wilayah Udara NKRI
Indonesia Kurang Siap Menghadapi Kemajuan Teknologi Penerbangan
Freeport, Freeport, dan Freeport lagi
Pencabutan Larangan Terbang ke Eropa, Kenapa Baru Diumumkan Sekarang?
Apakah Pilot AU Bisa Menerbangkan Pesawat Sipil Komersial?
Jangan Pernah Bercanda dengan Teriakan Ada Bom
Konsep Baru Kedaulatan di Wilayah Udara RI sebagai Negara Kepulauan
Galeri Foto
Gagasan dan Pelajaran Berharga dari Industri Pertahanan Kita
Operasi Penyelamatan 16 Warga Negara Jepang saat Peristiwa 1965
Mengurai Potensi Konflik Indonesia-Australia di Bidang Pertahanan
Pengamanan Wilayah Udara RI, Tantangan Berat bagi Kemhan dan TNI
Indonesia dan ASEAN, Melihat Ketidakpastian Hubungan Internasional
Saat Jupiter Aerobatic Team Memukau Langit Singapore AirShow 2018
Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana
Yon Koeswoyo dan Lagu yang Abadi
Mengapa Pesawat Terbang Baru Tetap Bisa Celaka?
Detail Informasi:
Judul : Menata Ulang Penerbangan Nasional
Penulis : Chappy Hakim
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Bahasa : Bahasa Indonesia
Tahun Terbit : 2018
Berat : 0.3 kg
Dimensi : 15 x 23 cm
Jumlah Halaman : 148 halaman
Jenis Cover : Soft Cover
ISBN : 9786024126292