Sate adalah makanan yang berbentuk potongan-potongan kecil dari bahan pangan. Kemudian diberi bumbu, ditusuk dengan tusukan sate yang terbuat dari potongan bambu dan dipanggang. Disajikan bersama saus kacang atau saus kecap dan dimakan bersama nasi hangat atau lontong. Jenis makanan istimewa ini, dikenal hampir di setiap pelosok Indonesia, bahkan masing-masing daerah memiliki kekhasan tersendiri, baik bahan makanannya maupun bumbunya.20 resep yang tampil dalam buku ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan diberi nama sesuai dengan daerah asalnya. Sebagai contoh Sate Kelopo Suroboyo dari Surabaya, Sate Bumbon Pekalongan dari Pekalongan. Demikian juga Sate Pentul Palembang atau Sate Udang Tuban. Hidangan ini ada yang berbahan utama daging kambing seperti Sate Kelopo Suroboyo, Sate Kapuran dan Sate Kambing Bumbu Kacang. Sedangkan Sate Kambing Buntel, dibuat dari cincang daging kambing yang dibungkus dengan lemak kambing. Diatur pada tusukan satai, baru dipanggang. Aromanya sangat istimewa karena harum daing yang dibakar dan gurih karena lemak kambing. Ada juga sate yang dibuat dari daging sapi, seperti dalam resep Sate Bumbon Pekalongan, Sate Manis Pasundan atau Sate Makasar. Dan masih banyak lagi yang lainnya, yang menggunakan bahan dasar usus sapi, kikil, udang, kerang atau ikan kakap. Juga dari daging ayam serta tempe, sebagai sumber protein nabati.Untuk menghindarkan rasa bosan pada saat Anda menyusun menu harian untuk keluarga. Cobalah Anda hidangkan aneka sate yang lezat ini. Pasti setiap anggota keluarga akan memuji hasil karya Anda. Setiap resep memiliki keistimewaannya tersendiri. Anda bisa menyesuaikan dengan selera keluarga, tidak perlu setiap resep Anda ikuti sepenuhnya. Seandainya anggota keluarga Anda kurang menyukai makanan yang terlalu pedas. Anda bisa mengakalinya dengan membuang biji cabai merah atau cabai rawit sebelum dipergunakan lebih lanjut.
Hindah Muaris Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, 17 Februari 1961. Ibu dua orang anak ini adalah sarjana dari jurusan Teknologi Pangan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian Bogor, lulus tahun 1984. Pengalamannya di bidang gizi dan boga sudah cukup lebih dari 15 tahun. Sejak tahun 2000, wanita kelahiran Ngajuk, Jawa Timur, 17 Februari 1961 ini, menjadi konsultan di berbagai industri makanan dan minuman. Ia juga menciptakan resep produk baru.