Jakarta adalah salad bowl bagi begitu banyak bangsa dan suku. Kaum pendatang ini datang membawa ikon dan bagasi budaya bangsa dan daerah masing-masing termasuk budaya kulinernya.
Kini, hampir semua hidangan tradisional berbagai daerah Indonesia punya wakil di Ibu Kota. Sayang, pada saat yang sama, masakan khas Betawi, penduduk asli Jakarta, justru makin terpinggirkan. Padahal, masakan khas Betawi punya keunggulan dan keistimewaan yang membuatnya mudah disukai banyak orang. Karenanya, kuliner Betawi kagak ade matinye!
Redupnya kejayaan kuliner Betawi ini perlu diputar arah nasibnya. Tidak ada istilah faded glory untuk kuliner Betawi, karena masakan khas Betawi punya keunggulan dan keistimewaan yang membuatnya mudah disukai banyak orang.
Selain macam-macam penganan Betawi, buku ini juga mengulas pula kuliner unggulan nusantara yang bisa dicoba di Jakarta.
Bondan Winarno barangkali adalah orang yang paling tepat sebagai penulis Kiat. Keluasaan pengalaman hidupnya membuat ia mampu merasuki berbagai bidang pengetahuan dan menuliskannya dengan jernih. Ia pernah bekerja sebagai juru kamera di lingkungan militer, menjadi redaktur di berbagai media, menjadi eksekutif perusahaan swasta di dalam maupun di luar negeri, menjadi konsultan di berbagai lembaga terhormat, termasuk Bank Dunia, dan aktif di berbagai organisasi profesi maupun kemsyarakatan. Atas jasa-jasanya, ia juga memperoleh anugerah Satyalencana Pembangunan dari Pemerintah Republik Indonesia.