April 1967, kehidupan Alijullah Hasan Jusuf seorang diri di Jakarta bermula. Di tengah situasi Ibu Kota yang
tidak menentu dengan gelombang demonstrasi di sana-sini, bocah asli Sigli ini harus bertahan hidup dengan
menjadi penjaja koran di kaki lima, mengikuti demonstrasi pelajar, bahkan tinggal di peti rokok. Namun, ketika
deru suara pesawat terbang dari Bandar Udara Kemayoran didengarnya setiap malam, Alijullah pun membangun mimpi
baru: terbang jauh ke luar negeri...