Di dalam sebuah hubungan, ada yang disebut dengan attachment style, dua diantaranya adalah: avoidant attachment style dan anxious attachment style. Keduanya disebut sebagai pasangan yang paling match, tapi juga sekaligus yang paling toksik. Avoidant yang suka menghindar, harus berhadapan dengan Anxious yang selalu menuntut kasih sayang. Keduanya pun terjebak dalam siklus tarik-ulur yang sulit untuk diakhiri. Namun, keduanya juga memiliki keinginan yang sama, yaitu sama-sama menginginkan rasa aman dan kepastian dari pasangannya. Kalau begitu, pertanyaan yang mesti dijawab selanjutnya adalah apakah hubungan avoidant vs. anxious itu layak untuk dipertahankan, atau justru harus dilepaskan?