| Soft Cover, April 2010 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
281.
282.
| Soft Cover, Januari 2017 | Rp. 45.000 | Rp. 36.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Matahari mulai terbit. Sinarnya merambat masuk celah-celah jendela, terpancar langsung mengenai wajah ayah yang sedang khusyuk melakukan ibadah. Terlihat wajah ayah bercahaya. Kulihat ia tersenyum membuat garis keriput wajahnya tampak. Baru kali ini aku melihat seseorang beribadah dengan wajah tersenyum. Tirai pintu sedikit bergoyang. Angin yang berhembus dari dalam kamar ayah memberi aroma yang tercium hingga aku merasakan ketenangan hati. - Puisi untuk Ayah
...
283.
| Soft Cover, Mei 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Inilah perjalanan bertahan hidup lewat puisi inilah darah keringat air mata selama dua puluh satu tahun yang sedang kau genggam ini adalah hatiku inilah luka cinta kehancuran hari baru - rupi kaur
Milk and Honey merangkai kumpulan puisi yang menjadi buku debut pertama untuk pembuat puisi ternama, Rupi Kaur. Rupi Kaur dikenal dengan karya puisinya yang diiringin dengan karya ilustrasinya sendiri. ...
284.
| Soft Cover, Juli 2020 | Rp. 45.000 | Rp. 36.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Cara penghayatan Trakl berjalan bagai dalam bayang cermin dan mengisi ruangnya sendiri, yang bagai ruang dalam cermin, tak bisa dimasuki.
(Rainer Maria Rilke)
Aku tak memahami puisi-puisi Trakl. Namun, nadanya membahagiakan saya: nada manusia yang benar-benar jenius.
(Ludwig Wittgenstein)
Keketatan unik bahasa Trakl, yang hakekatnya multimakna, dalam dimensi lebih tinggi demikian tunggalmakna, hingga ia jauh melampaui segala presisi teknis dari istilah-istilah yang sekedar bersifat ...
285.
| Soft Cover, Juli 2020 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
hari-hari mencuri wajahmu esok kita hanya mendengar suara tawa seorang nakhoda pemabuk dari neraka paling celaka dia bawa beribu cerita perihal menemukan seluruh harta karun yang kita cari tapi tak seorang pun akan percaya lagi setelah di museum kehilangan: terpajang cermin, terpasung wajahmu dan kesunyian berabad-abad lamanya. ...
286.
| Soft Cover, Oktober 2025 | Rp. 59.000 | Rp. 47.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
hari-hari mencuri wajahmu
esok kita hanya mendengar suara tawa seorang nakhoda pemabuk
dari neraka paling celaka dia bawa beribu cerita
perihal menemukan seluruh harta karun yang kita cari
tapi tak seorang pun akan percaya lagi setelah di museum kehilangan: terpajang cermin, terpasung wajahmu dan kesunyian berabad-abad lamanya.
Tentang Penulis:
Wawan Kurniawan menulis puisi, cerpen, esai, novel dan menerjemahkan beberapa karya. Beberapa karyanya yang telah terbit, Kumpulan Puisi: ...
287.
| Soft Cover, Februari 2006 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Kumpulan puisi ini ditulis dengan jujur dan tanpa pretensi apa pun oleh lima perempuan dari berbagai latar belakang; pengusaha, mantan peragawati kondang, atlet penembak nasional dan sutradara teater. Sebagian besar menulis tentang sesuatu yang paling mereka kenali; tentang perempuan, ibu, kekasih dan istri. Detail-detail kecil dalam kehidupan sehari-hari tak luput menjadi sumber inspirasi. Mereka bisa menulis tentang isi lemari dan hakikat sebatang pohon jati sampai penderitaan korban tsunami. ...
288.
| Soft Cover, April 2009 | Rp. 28.000 | Rp. 21.000 (25% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Ini adalah syair-syair aktivis partai. Kesadaran politik dan pengalamannya bergelut di gerakan rakyat menambah bobot kandungan syair-syairnya.
Buku ini oleh penerbitnya dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan seni menjadi massal, agar kesenian bisa jadi media mengekspresikan permasalahan yang ada di sekitar kita.
Syair-syair dalam buku ini merupakan gambaran kisah nyata kehidupan yang dilakoni anak-anak petani miskin dan keresahan kaum muda. ...
289.
| Soft Cover, Februari 2021 | Rp. 70.000 | Rp. 56.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Triyanto Triwikromo, penulis Jungkir Balik Jagat
Jawa berulah. Setelah karib dengan cerita dan
puisi, ia menulis Nggragas! yang menggambarkan
kerakusan orang dalam berpolitik. Mengapa para
pemilik kekuasaan cenderung menindas? Buku
ini menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dalam perspektif budaya Jawa.
Apakah ada makhluk yang senantiasa nggragas dan
nggrangsang sekaligus? Ada. Namanya Bakasura. Ia
dalam Mahabharata digambarkan sebagai raksasa
pemakan segala. Ia omnivora yang juga ...
290.
| Soft Cover, 2007 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Kumpulan puisi karya Amir Hamzah yang terus menerus di cetak ulang karena selalu terjual, membuktikan bahwa karya-karya sastrawan kawakan ini masih tetap di gemari dan dikagumi sampai saat ini.
A collection of poems enjoyable to read, these titles have often been reprinted. It is one of the best literary works by the Indonesian famous man of letters. ...
291.
| Soft Cover, Oktober 2019 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Jika kau mengikuti jalan setapak di pemakaman umum
yang dipenuhi kelopak bunga putih dan merah yang berguguran
akan kau temukan waktu-waktu bernyanyi, yang merupakan lentunan cahaya
dan dia yang meraba-raba huruf braille di udara,
Seorang orang suci yang bodoh ...
292.
| Soft Cover, Oktober 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Kematian akan berdiri tersenyum di hadapanmu,
merentangkan tangan memperlihatkan rahasiamu
yang selama ini ia simpan sambil berkata:
"tinggal kematian petualangan yang tersisa".
tak ada yang mencintaimu setulus kematian.
--------
Di tengah banjir karya yang merayakan seksualitas
sekadar untuk sensasi,
bagi saya puisi puisi Aslan Abidin
terasa sangat menyegarkan.
(Katrin Bandel, kritikus sastra)
Seluruh puisi Aslan Abidin
serupa pemakaman, ...
293.
| Soft Cover, November 2025 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
PAKET 2 - PO RETAK, LURUH, KEMBALI UTUH+POLAROID
...
294.
| Soft Cover, November 2025 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
PAKET 3 - PO RUANG TENGAH INGATAN+PHOTOCARD
...
295.
| Soft Cover, April 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Biografi tubuh inilah yang terasa dalam 40
sajak di kumpulan puisi Pandora ini. Lihatlah
bagaimana ia mengurutkan sajak-sajak di buku
ini. Dari mulai Ulat, Kepompong, Kupu-kupu,
1967, dan sajak-sajak yang mengeksplorasi tema
anak (Embrio, Schipol, Pasha, Den Haag), hingga
Rahib dan Jejak. Deretan sajak itu tampak seperti
sebuah metamorfosis tubuh.
Tubuh, di tangan penyair kelahiran ini, keluar
dan bahkan meloncat dari bentuk estetiknya.
Ia memperlakukan tubuh bagai sebuah ...
296.
| Soft Cover, Desember 2020 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Gen Z
Senin pagi
kau ingin berhenti bekerja, meluncurkan startup,
menjadi influencer, dan menerima endorse.
Senin siang
kau teringat cicilan dan tagihan, investasi bulanan,
tabungan liburan, persiapan menikah, dana darurat.
Senin sore
kau ingin pulang tepat waktu, tapi Bos menahanmu,
klien menunggu hasil revisi kelima.
•
Lucia Priandarini menggubah sajak-sajaknya dengan bahasa yang hidup di tengah masyarakat. Dengan mendayagunakan diksi-diksi dan citraan-citraan kekinian, ...
297.
| Hard Cover, Februari 2021 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Buku kumpulan puisi berciri "haiku" multibahasa (Indonesia, Inggris, Prancis, dan Jepang) yang disertai ilustrasi karya penulis. Buku ini disertai pula dengan pengantar panjang untuk memahami apa itu haiku, sejarahnya, dan ciri-cirinya. Pada bagian akhir buku, ada catatan apresiasi dari seniman/budayawan Sujiwo Tejo. ...
298.
| Soft Cover, Desember 2012 | Rp. 35.000 | Rp. 26.250 (25% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
299.
| Soft Cover, April 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Dalam sajak-sajak Oka Rusmini, warna lokal
mencapai perluasan karena dibangun dari akarakar
tradisi yang mencerminkan kedudukan
manusia di tengah alam dan budaya tempatan.
Dunia esoterik tidak hadir dalam keterasingan,
tetapi hadir secara meriah dan tajam karena
ia tidak hanya menyajikan segi-segi eksotisme,
tetapi justru mengasah kritik sosial yang
mencerminkan kepedulian terhadap dunia nyata.
—Korrie Layun Rampan, Angkatan 2000 dalam
Sastra Indonesia, 2000.
Menulis bagi ...
300.
| Soft Cover, September 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Puisi-puisi Moon Chung Hee adalah simbol kebebasan dan jati diri perempuan di tengah perubahan masyarakat Korea yang luar biasa cepat sejak 1970-an. Puisi-puisinya menggambarkan konflik batin perempuan Korea di tengah tradisi masyarakat yang patriarki, kerinduan pada kebebasan di tengah kerasnya realita, perasaan cinta dan patah hati ketika tumbuh di sebuah negeri yang terbagi, kesepian di tengah masyarakat modern yang bergerak cepat, dan skeptisisme terhadap peradaban yang terus mendorong ...




Keranjang





