| Soft Cover, Januari 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
61.
No Image Available
62.
| Soft Cover, Desember 2011 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Persoalan datang silih berganti menerpa Indonesia. Bencana susul menyusul menimbulkan keprihatinan bangsa. Bahkan, bencana cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Perubahan iklim ekstrem yang menghantui turunnya produktivitas pertanian kian menambah persoalan. Mungkin benar, apa kata para ilmuwan dunia, Indonesia adalah laboratorium bencana.
Persoalan bangsa ini masih ditambah dengan beragam kasus yang terjadi di ranah politik dan hukum. Apa sebenarnya yang salah dengan bangsa ini? Bagaimana ...
63.
No Image Available
| Soft Cover, Desember 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Karut marut penegakan hukum di tanah air merupakan elegi yang tidak berkesudahan, perangkat hukum hanya merupakan alat permainan penguasa yang bisa diputar balik sesuka hati.
Apalagi bila menimpa wong cilik yang lemah dan buta huku, maka penegak hukum yang sangat fasih bicara pasal dapat memanfaatkan mereka yang lemah, sehingga keadilan dan kebenaran yang didambakan sulit dicapai.
Kisah Sum Kuning, Sengkon-Karta, Lingah-Pacah, Marsinah, Fuad Muhammad Syafruddin, bisa dikonstruksikan ...
64.
| Soft Cover, Agustus 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pada suatu malam, ketika kami sedang sibuk belajar, tiba-tiba terdengar suara seperti orang yang berpidato. Ingin tahu suara apa itu, kami berlari-lari menuju ke tempat dari mana suara itu datang. Astagaaa... Sukarno dalam kamar gelapnya berdiri di atas meja sedang berpidato meniru seorang volkstribuun (pemimpin rakyat) dari zaman Yunani kuno yang menguraikan soal demokrasi dan kedaulatan rakyat.(Herman Kartowisastro)
Apa keistimewaan Bung Karno hingga kini tetap melekat di hati rakyat? Apakah ...
65.
| Hard Cover, Agustus 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku ini berisikan foto-foto terbaik Wartawan Senior Kompas Julian Sihombing dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun. Berbagai peristiwa bersejarah bangsa ini terekam dalam buku ini, seperti Tragedi Trisakti, meninggalnya Ibu Tien Soeharto, masa-masa akhir Presiden Soeharto, masa kepemimpinan Megawati, dsb. Buku ini pun dipenuhi oleh berbagai peristiwa keseharian yang penuh dengan humanisme dan keindahan.
Setiap orang yang menyukai dan penikmat fotografi wajib untuk memilikinya. Selain ...
66.
| Soft Cover, Juni 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
”Langit jadi merah. Seekor naga menukik, menyapu bintang-bintang dan matahari. Pucuk-pucuk sayapnya memercik bara. Api bertebaran. Angin berputing. Ketakutan disemprotkan ke udara seperti tinta gurita.”
Kalimat di atas adalah penggalan cerpen ”Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian”. Penulisnya, Avianti Armand, adalah nama baru di Harian Kompas, bahkan cerpennya tersebut adalah yang pertama dimuat di harian ini. Meski demikian, kritikus sastra, Budiarto Danujaya, dan Menteri Riset dan ...
67.
| Soft Cover, April 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Meski degradasi lingkungan yang terjadi kian mengancam daya dukung keberadaan Sungai Musi, tetapi pesona dan eksotika sungai sepanjang 720 kiloÂmeter ini masih bisa diÂnikmati. Bagi masyarakat Sumatera Selatan, Musi adalah legenda hidup yang terus mengalir. Buku Jelajah Musi hasil reportase lapangan tim ekspedisi Kompas ini mengangkat itu semua, menghadirkan beragam potret keseharian manusia dan lingkungan di sepanjang daerah aliran Sungai Musi, beserta problematikanya, dari berbagai aspek ...
68.
No Image Available
| April 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku Wajah DPR & DPD 2009-2014 merupakan upaya Litbang Kompas dalam menghadirkan profil Anggota Legislatif ke tengah masyarakat. Ini merupakan upaya ketiga setelah ”Wajah DPR 1999-2004”, ”Wajah DPR dan DPD 2004-2009”, dan kini ”Wajah DPR & DPD 2009-2014: Latar Belakang Pendidikan dan Karier”. Di dalamnya terdapat antara lain asal perguruan tinggi dan pengalaman organisasi.
Apakah latar belakang pendidikan dan karier tersebut mempunyai korelasi dengan penampilan DPR dan DPD selama ini. ...
69.
| Soft Cover, Januari 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi Presiden Keempat RI sebagai figur perekat berbagai komponen bangsa yang saat itu sedang terkoyak. Tetapi, perjalanan politik presiden yang kiai ini ternyata berlikaliku. Berbagai pernyataannya kerap kontroversial dan menimbulkan teka-teki. Humor-humor politik yang sering ia lontarkan kian membingungkan banyak orang.
Apakah pernyataan kontroversial itu merupakan bencana atau berkah bagi Gus Dur sendiri selaku Presiden? Pernyataan Gus Dur bahwa ...
70.
No Image Available
| Soft Cover, Januari 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan simbol kesetaraan dan pluralisme, santri neomodernis par excellence. Seorang guru bangsa dan solidarity maker. Ia menginginkan setiap orang diperlakukan setara dalam hukum, tanpa membeda-bedakan warna kulit, etnis, agama, atau ideologinya. Gus Dur menghargai mereka sebagai sesama manusia dan warga negara.
"Bagi kalangan minoritas, Gus Dur merupakan pembela utama eksistensi mereka, Gus Dur merupakan sosok pahlawan hak asasi manusia. Bahkan tahun 2004 Gus ...
71.
| Soft Cover, September 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Buku rangkuman tulisan yang pernah dimuat di harian Kompas dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini mengajak pembaca untuk selalu mengenang Rendra, laki-laki yang namanya tertulis dengan tinta emas dalam sejarah teater dan kesusastraan Indonesia modern. Rendra telah tiada, namun karya kar yanya yang monumental membuatnya seperti tak pernah pergi…
"
...
72.
No Image Available
| Soft Cover, Juli 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Semua orang ingin memiliki ketenangan batin. Dengan ketenangan batin, maka akan memiliki ketenteraman hati dan pikiran. Kiai Cholil melalui buku ini mengajak Anda merenungi makna ketenangan batin tersebut. Menuju ketenangan batin patut dijadikan sumber inspirasi dan keteladanan bagi semua orang yang ingin memiliki hati yang bening, pikiran yang jernih. Buku ini pantas dibaca pamong rakyat, pesantren, komunitas kampus, pemerhati yang ingin tahu lebih banyak kearifan-kearifan universal yang lahir ...
73.
| Soft Cover, Januari 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Seorang petinggi negeri ini marah kepada KPK. Ia ingin kepemimpinan KPK berantakan dan menjadikan pimpinan komisi itu sebagai tersangka, bahkan masuk penjara. Rumor itu tampaknya mulai mewujud.Dua Wakil Ketua KPK,Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang.Inikah akhir cerita KPK di negeri ini?
Sepak terjang KPK selama ini membuat ciut nyali para koruptor. Satu persatu pelaku korupsi diadili dan dijatuhkan hukuman penjara. Tindakan KPK ...
74.
| Soft Cover, Desember 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Memotret dari dekat kehidupan masyarakt dan alam Papua. memberikan pandangan dan catatan baru perihal manusia dan kemanusiaan yang terpinggirkan di pulau dengan sumber alam yang melimpah. Dilengkapi foto-foto indah dan tulisan yang menggugah nurani, buku ini mendekatkan Papua yang kaya tetapi bersahaja kepada kita. Khususnya, mereka yang berjiwa petualang, mengambil keputusan di pemerintah maupun swasta, hingga penikmat kajian sosiologi, antropologi, seni dan budaya. ...
75.
| Soft Cover, Desember 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Menyusuri sungai terpanjang di Pulau Jawa. Menggali dan menelusuri sejarah Bengawan Solo. Memotret dari dekat; peran,manfaat yang diperoleh, hingga kerusakan akibat ulah manusia di sekitar sungai. Layak menjadi referensi bagi Anda yang berkecimpung di dunia lingkungan hidup, antropologi, arkeologi, sosiologi, dan siapa saja yang peduli pada ekologi sungai. Dilengkapi foto, grafis, data hasil riset.
...
76.
| Soft Cover, Desember 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dibuat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels (1808-1811), membujur dari Anyer di barat ke Pana-rukan di ujung timur Pulau Jawa. Jalan sepanjang 1.100 kilometer ini menjadi akses penting bagi penguasa Belanda yang akan mempersingkat waktu tempuh, berprospek ekonomi, serta sebagai sistem pertahanan.
Di Serang dan Tangerang, perjumpaan dengan para buruh pabrik mengingatkan pada sistem ekonomi pengisapan warisan kolonial. Melewati Puncak Pas, ...
77.
| Soft Cover, Mei 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Lebih dari 30 tahun lamanya Soeharto berkuasa. Ia naik singgasana kekuasaan dari krisis politik (1966); juga berhenti di tengah krisis politik (1998).
Ia merasa mengerjakan segala-galanya demi kesejahteraan rakyat; ternyata Cuma untuk keluarga dan orang terdekat. Sosok yang jeli melihat dan optimal dalam mengeksploitasi kesempatan ini, dikupas tuntas.
Buku ini menyajikan catatan lengkap dan mendalam perihal sepak terjang Soeharto. Simak catatan jurnalistik yang kritis dan humanis, serta ...
79.
No Image Available
| Soft Cover, 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Prestasi belajar anak menjadi salah satu perhatian utama orangtua dari masa ke masa. Sayangnya, kesadaran terhadap pentingnya pendidikan untuk anak tidak disertai dengan pemahaman mengenai anak sebagai manusia dalam tahapan perkembangannya.
Bagaimana peran orangtua dalam memudahkan anak belajar? Hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan agar anak dapat belajar dengan baik? Buku ini memberikan panduan:
· Praktik pengajaran yang produktif dan menempatkan anak sebagai manusia pembelajar yang ...
80.
| Soft Cover, November 2007 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Para pendiri Kompas dan Intisari berasal dari kalangan guru, pegawai negeri menengah dan wartawan, yakni kalangan yang waktu itu (1963-1965) berpenghasilan rendah, tidak bermodal dan tidak termasuk golongan ekonomi kuat. Mereka tidak menerima warisan orangtua yang cukup untuk 7 turunan. Mereka mau tidak mau hidup sederhana dan terbiasa dengan cara hidup sederhana....
Sifat yang kentara, mereka orang-orang jujur. Hanya dalam satu hal mereka kaya: kaya dengan cita-cita. Mereka mula-mula ...




Keranjang






