Pencarian

Penulis
Tan Malaka
Kategori
Buku

Bahasa
Indonesia (30)

Hasil: 1 - 20 dari 30
GRIDLIST
1.
Soft Cover, Januari 2026 Rp. 58.000 Rp. 49.300 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku ini sebenarnya adalah rangkuman logika dialektis yang sama pentingnya dengan Madilog, karena dipercaya sama-sama akan membekali masyarakat Indonesia dalam memaknai fenomena sosial yang penting. Tan Malaka percaya rakyat Indonesia masih kekurangan pengetahuan logika secara umum. Ini terlepas dari fakta bahwa penalaran ilmiah dan materialisme dialektis telah mengubah dunia sepenuhnya. Sains telah memungkinkan adanya temuan-temuan baru yang menakjubkan, sementara dialektika sudah menyediakan ...
2.
Soft Cover, Desember 2025 Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
"Bangkitlah, massa yang tertindas!" Massa Actie adalah seruan perlawanan, sebuah manifesto politik yang mengguncang kesadaran rakyat indonesia di masa kolonial. Dalam karya monumental ini, Tan Malaka yang merupakan seorang pemikir revolusioner, pendidik, dan pejuang kemerdekaan, menggugah rakyat untuk menyadari kekuatannya sendiri. Buku ini mengupas dengan tajam bagaimana kaum penjajah menindas dan memecah belah bangsa, serta menawarkan jalan keluar, yaitu melalui persatuan, ...
3.
Soft Cover, November 2025 Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Seratus tahun silam di tanah pengasingan, Tan Malaka menulis karya kecil yang memuat ide besar Indonesia Merdeka. Dalam Naar de Republiek Indonesia, ia menuliskan gagasan-gagasan besar yang melampaui zaman. Di saat banyak tokoh pergerakan masih mencari jalan menuju kemerdekaan, Tan Malaka melangkah lebih jauh: merancang secara detail bentuk negara Indonesia Merdeka dan menyusun program konkret untuk menjamin kesejahteraan rakyat. Terutama kaum buruh dan petani. Tan Malaka memperjuangkan ...
4.
Tan Malaka: Pandangan Hidup oleh Tan Malaka
Soft Cover, Oktober 2025 Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sinopsis : Apa artinya menjadi manusia merdeka? Bagaimana seharusnya manusia hidup di tengah dunia yang penuh ketidakadilan, penindasan, dan kebohongan sistemik? Dalam Pandangan Hidup, Tan Malaka menyuguhkan sebuah refleksi mendalam tentang prinsip, arah, dan tujuan hidup manusia-khususnya manusia Indonesia yang sedang merintis jalan kemerdekaannya. Tan Malaka menulis buku ini bukan sebagai seorang filsuf akademik yang berjarak dari realitas, melainkan sebagai pejuang yang berada langsung di ...
5.
Soft Cover, Oktober 2025 Rp. 48.000 Rp. 38.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Sinopsis : Apa yang harus dilakukan bangsa yang baru saja merdeka tetapi belum berdaya? Bagaimana membangun ekonomi nasional yang berpihak pada rakyat, bukan pada sisa-sisa kolonialisme dan kepentingan asing? Dalam Rencana Ekonomi Berjuang, Tan Malaka menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak itu dengan pemikiran yang radikal, jernih, dan berpijak kuat pada realitas rakyat. Buku ini lahir dari sebuah kebutuhan mendesak-membangun sistem ekonomi nasional yang bebas dari cengkeraman feodalisme, ...
6.
Soft Cover, Oktober 2025 Rp. 50.000 Rp. 40.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Tan Malaka bukan hanya seorang revolusioner, melainkan juga seorang pemikir tajam, orator ulung, dan penulis yang tak henti menggugah kesadaran bangsa. Dalam Politik dan Muslihat, ia mengupas satu aspek penting dalam perjuangan kemerdekaan yang kerap di-salahpahami-yakni peran taktik, strategi, dan kelicikan politik dalam memenangkan perjuangan melawan penindasan kolonial dan kapitalisme global. Lewat tulisan ini Tan Malaka menyampaikan gagasan bahwa perjuangan politik tidak bisa hanya ...
7.
Gerpolek
Gerilya, Politik, dan Ekonomi
oleh Tan Malaka
Soft Cover, September 2025 Rp. 60.000 Rp. 51.000 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Gerpolek, yang ditulis Tan Malaka saat masih di penjara Madiun pada tahun 1948 ini, adalah “buku revolusioner” terakhirnya yang dipublikasi—sebuah buku yang hendak membuktikan betapa bodohnya kebijakan “diplomasi”. Buku ini menuntut bahwa revolusi harus kembali ke akarnya dan memulai kembali strategi perlawanan berbasis kerakyatan melalui perang gerilya. Pada perang gerilya, Indonesia punya keuntungan yang menentukan: jumlah penduduk yang lebih besar dan ...
8.
Aksi Massa oleh Tan Malaka
Soft Cover, November 2022
Stock tidak tersedia
Aksi-massa tidak mengenal fantasi kosong seorang tukang putch atau seorang anarkis atau tindakan berani dari seorang pahlawan. Aksi-massa berasal dari orang banyak untuk memenuhi kehendak ekonomidan politik mereka….” (Tan Malaka) *** Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putch) bukanlah solusi terbaik. Baginya, “putch itu adalah satu aksi segerombolan kecil yang bergerak diam-diam dan tak berhubungan dengan rakyat banyak. ...
9.
Soft Cover, Februari 2022
Stock tidak tersedia
Dulu, Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Republik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme, la tidak menyetujui perundingan dengan lawan, la menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaaan rakyat. Gerpolek merupakan buku yang ...
10.
Soft Cover, Januari 2022
Stock tidak tersedia
Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedangkan jilid kedua menceritakan tentang perjalanan-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha mendobarak semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat ...
11.
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
Di suatu malam pada sebuah pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim -- Tan Malaka yang hadir tanpa diundang kemudian berkata lantang: "Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku... ...
12.
MADILOG oleh Tan Malaka
Soft Cover, Januari 2022
Stock tidak tersedia
Madilog ditulis di Rajawali dekat pabrik sepatu Kalibata di Cililitan, Jakarta. Proses penulisan itu memakan waktu sekitar 8 bulan antara 15 Juli 1942 dan 30 Maret 1943. Tan Malaka menulis buku ini pada saat pemerintah Jepang mengalahkan semua musuhnya dengan pedang, seringkali kehilangan kesabaran bahkan terhadap para pekerja Indonesia. Premis dasar penulisan Madilog adalah keyakinan Tan Malaka akan kekuatan proletariat Indonesia untuk menaklukkan dan membentuk Indonesia untuk menaklukkan dan ...
13.
No Image Available
Soft Cover, Januari 2018 Rp. 45.000 Rp. 36.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
14.
Soft Cover, Januari 2018 Rp. 30.000 Rp. 24.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
15.
No Image Available
Soft Cover, Januari 2018
Stock tidak tersedia
16.
Soft Cover, Oktober 2017
Stock tidak tersedia
Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat ...
17.
Soft Cover, Maret 2017
Stock tidak tersedia
18.
No Image Available
Hard Cover, Agustus 2014
Stock tidak tersedia
19.
Soft Cover, Agustus 2014
Stock tidak tersedia
Tan Malaka : Dari Penjara Ke Penjara Edisi Refresh ( Sc ) ...
20.
Soft Cover, April 2014
Stock tidak tersedia
Di suatu malam pada sebuah pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim - Tan Malaka yang hadir tanpa diundang kemudian berkata lantang: "Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku... ...