Pencarian

Kata Kunci
Kepustakaan Populer Gramedia
Penulis
Rio Johan
Bahasa
Indonesia
Kategori
Buku

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
Aksara Amananunna (2024) oleh Rio Johan
Soft Cover, Juli 2024
Stock tidak tersedia
12 manusia 12 zaman 12 cerita Semua berusaha menghadapi sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Amananunna di zaman Sumeria harus merasakan pahitnya karma. Tokoh ‘aku’ di zaman modern berusaha lari dari sistem komunitas sadomasokis yang bagai apel terlarang. Kevalier d’Orange di Prancis abad pertengahan mencoba berkompromi pada sistem masyarakat dan keadaan dirinya. Seorang pemuda di Ginekopolis, suatu negeri di tahun 8475, diculik dan dipaksa melawan takdir. Ada juga kisah ...
2.
Soft Cover, Agustus 2020
Stock tidak tersedia
563 kata tahi, 459 kata tinja, ditambah sinonim-sinonim lainnya yang bertaburan. Di suatu dunia pasca-apokaliptik, Bumi sudah hancur lebur, penuh kontaminasi dan tak aman untuk dihuni, kecuali di dalam suatu kubah metalik yang bagian dalamnya terlindungi dari kontak luar, dan di dalam kubah inilah hidup manusia-manusia yang masih tersisa. Sayangnya, di tengah puing-puing di dalam kubah tersebut, cuma satu toilet yang berfungsi, dan manusia-manusia harus mengantre panjang setiap harinya untuk ...
3.
No Image Available
Aksara Amananunna oleh Rio Johan
Soft Cover, April 2014
Stock tidak tersedia
12 manusia 12 zaman 12 cerita Semua berusaha menghadapi sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Amananunna di zaman Sumeria harus merasakan pahitnya karma. Tokoh 'aku' di zaman modern berusaha lari dari sistem komunitas sadomasokis yang bagai apel terlarang. Kevalier d'Orange di Prancis abad pertengahan mencoba berkompromi pada sistem masyarakat dan keadaan dirinya. Seorang pemuda di Ginekopolis, suatu negeri di tahun 8475, diculik dan dipaksa melawan ...
4.
Ibu Susu oleh Rio Johan
Stock tidak tersedia
Dia melihat hujan susu, hujan susu yang datang tiba-tiba, tanpa mega-mega gulita dan tak ada gemuruh guruh dari dewa-dewa. Tak seperti hujan pada umumnya, hujan susu ini tidak menitik atau menetes, tapi lebih seperti menyembur atau memuncrat, seolah-olah ada kantung susu raksasa di langit sana yang sedang diperah oleh Hathor demi kesejahteraan sekalian umat. Yang selanjutnya dia ingat, dia sudah berdiri menatapi segenap rakyatnya yang tengah berhamburan menjejerkan jambangan untuk menadah ...