| Soft Cover, April 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
101.
No Image Available
102.
| Soft Cover, April 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Membaca buku [ini] mengasyikkan untuk saya. Lancar dan mengalir seperti membaca ceritera. Story-telling, begitulah gayanya. [P. Swantoro] benar-benar seorang sejarawan, yang cermat terhadap sumber. Setiap kali muncul suatu peristiwa atau komentar bukan saja disebutkan oleh siapa, tetapi juga sekaligus dalam penerbitan apa, siapa pengarangnya, siapa penerbitnya, tahun penerbitan, dan halaman berapa. -Jakob Oetama, Pemimpin Umum Harian Kompas
Karya ini bukan sekedar kisah seorang ...
103.
| Soft Cover, April 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro
ter ha dap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang
menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa
sejarah bang sa nya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas,
horizon seja rah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi
dan kemalangan manusia di Kamboja, Vietnam, Iran, Irak, Kurdi, Afganistan, Mesir,
Kanada, Amerika, ...
104.
No Image Available
| Soft Cover, Maret 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
This book discuss the way Japan responded the uncertain political situation in Indonesia after September 30 Incident from various aspects: not only government but also media, Japanese community in Indonesia, Indonesian community in Japan, and Japan Communist Party. Also response by Dewi Sukarno was introduced. By analyzing the situation from all those aspects we could learn how intensively Japan was related to the political development of Indonesia those days. Kurasawa Aiko. Born in Osaka Japan ...
105.
| Soft Cover, Maret 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
G30S dan Asia - Dalam Bayang-bayang Perang Dingin
Benarkah Tiongkok ikut terlibat dalam G30S? Apakah pengaruh G30S dalam pergerakan kemerdekaan Sarawak? Bagaimanakah Korea Utara dan Korea Selatan menanggapi G30S? Negara mana yang paling diuntungkan setelah G30S? Mengapa Filipina tidak begitu memberikan perhatian terhadap G30S? Mengapa Jepang sangat diuntungkan pasca G30S?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan di dalam buku ini. Buku ini bermaksud menguraikan G30S ...
106.
| Soft Cover, Maret 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Aku dan Surabaya serta Nakamura adalah karya sastrawan besar Gerson Poyk yang belum pernah dipublikasikan, meski bertahun 1989. Aku dan Surabaya adalah semacam autobiografi yang merupakan 'Nostalgia Flobamora' penulis di masa kecil. Di Surabaya, Gerson memasuki sejarah kesusastraan Indonesia melalui puisi. Karena puisi, Gerson berkenalan dengan teman-teman seniman Surabaya, seperti Muhammad Ali yang menolongnya saat sakit. Yang tak bisa Gerson lupakan adalah Daryono serta Amang Rahman, ...
107.
| Soft Cover, Februari 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Saya tidak perlu malu mengagumi Pak Harto.
Dialah sang manajer sejati. He is number one.
Budaya Jawa yang diusung Pak Harto, Hasto
Broto khususnya, luar biasa bermanfaat dalam
mengelola Indonesia. Meskipun begitu, Pak
Harto mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah system behind him sebagai orang
Jawa. Di balik sistem itu ketika seseorang telah berhasil, dia menganggap Republik
adalah miliknya. Anak-anak dan lingkarannya boleh saja mengambil peluang lebih dari
yang lain. Cara pandang ...
108.
No Image Available
| Soft Cover, Februari 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kiai Wahid, demikian dia biasa disapa, merupakan tokoh pembaru pesantren sekaligus pendidikan Islam negeri ini. Sepulangnya menyantri di sejumlah pesantren di Jawa Timur dan menuntut ilmu di Negeri Arab, ayah mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini mengubah sistem pendidikan Pesantren Tebuireng dengan memasukkan pendidikan umum. Kepiawaiannya dalam berorganisasi dan berpolitik membuat Wahid Hasyim dipilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Persiapan ...
111.
| Soft Cover, Februari 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sesungguhnya dia punya pilihan gampang dan me nyenangkan. Dengan gelar Meester in de Rechten da ri Uni versitas Leiden, ia tak kurang suatu apa un tuk menjadi ka ya raya dan sejahtera. Namun, Yap Thiam Hien memilih jalan lain. Mi sal nya: Ketika kantor pengacara lain mengenakan ta rif Rp40 juta per klien, biaya yang dikutip Yap ha nya Rp5-10 juta. Tak jarang ia menggratiskan jasa ke pe nga caraannya. Pembelaannya memburu ke benaran, bukan sekadar keme nangan. Apalagi hanya merapat kepada siapa ...
112.
No Image Available
| Soft Cover, Januari 2016 | Rp. 30.000 | Rp. 24.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Pada tahun 1955 dunia terbelah menjadi dua, yaitu Blok Barat
yang dipimpin Dwight Eisenhower (Amerika Serikat) dan Blok
Timur yang dipengaruhi oleh Stalin (Uni Soviet). Keadaan
Indonesia terhimpit. Kala itu Bung Karno berusaha menggalang
kekuatan baru, yaitu dunia ketiga yang tidak memihak kedua
blok bersebut. Bung Karno berhasil melobi para pemimpin dunia,
yaitu : J. Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (Mesir),
Pandit Jawaharlal Nehru (India), dan Kwame Nkrumah (Ghana)
untuk ...
113.
No Image Available
| Soft Cover, Januari 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Clash of Titans menceritakan perang-perang laut terbesar yang terjadi sekitar Perang Dunia ke-2. Mulai dari Norwegia, Matapan, Laut Jawa hingga Teluk Leyte di Pasifik, ikuti keagungan kapal-kapal perusak raksasa bersama armadanya, yang saling bermanuver dengan teknik navigasi terbaik zaman itu, demi menemukan dan menghancurkan armada lawannya. Simak petualangan kapal-kapal legendaris, Prince of Wales, Repulse, Yamato dan Musashi, Bismarck, Vittorio Veneto, dll., dalam buku ini.
Seri Konflik ...
114.
No Image Available
| Soft Cover, Desember 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dengan hampir 800 tulisannya yang diterbitkan antara tahun 1904 dan 1966, George Coedès adalah seorang sejarawan yang sangat banyak menghasilkan karya dan termasuk di antara para peneliti Prancis terkemuka mengenai Asia Tenggara sepanjang abad ke-20. Ia dapat meneliti langsung sumber primer dari kebanyakan negara Asia Tenggara, berkat keahliannya yang luar biasa dalam bidang epigrafi , arkeologi, linguistik, fi lologi, dan sejarah pada umumnya. Boleh dikatakan, ia menguasai semua data ...
116.
No Image Available
Napak Tilas ke Belanda
60 tahun Perjalanan Wartawan KMB 1949
| Soft Cover, Desember 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Konferensi Meja Bundar (KMB), yang berujung pada penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada penghujung 1949, merupakan peristiwa penting yang menandai berakhirnya secara definitif zaman penjajahan Belanda atas Indonesia. Wartawan senior Rosihan Anwar merupakan salah seorang saksi mata peristiwa historis itu yang masih ada hingga kini
Akhir tahun 2009, Rosihan pergi lagi ke Belanda. Ia mendatangi lagi tempat-tempat yang dulu pernah dikunjunginya sebagai wartawan yang bertugas meliput ...
117.
| Soft Cover, November 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sejak dulu popularitas Barus, yang terletak di pantai barat Sumatra Utara, berkaitan dengan perdagangan kamper dari daerah pedalaman serta dengan penyair misti s Hamzah Fansuri. Kedua jilid awal (1998, 2003) seri ini telah memberi tumpuan kepada sejarah Barus di antara abad ke-9 dan abad ke-11. Kali ini, buku ini menyam- paikan sumbangan terbaru mengenai sejarah Barus di antara abad ke-12 dan pertengahan abad ke-17.
Publikasi ini memuatkan 16 enam belas studi hasil peneliti an yang ditulis ...
118.
No Image Available
| Soft Cover, November 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
HAMENGKU BUWONO IX merupakan figur fenomenal. Selama ini ia lebih dikenal sebagai tokoh kultural. Perannya di bidang politik dan ekonomi kerap tenggelam. Padahal, sepak terjangnya sebagai penyokong kaum republiken tak pernah henti. Hanya dalam tiga hari, Sultan menyatakan Yogyakarta bergabung ke dalam Republik Indonesia. Ketika Belanda mengklaim bahwa Republik Indonesia telah mati, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu berhasil mematahkan tuntutan tersebut. "Langkahi mayat saya ...
119.
| Soft Cover, November 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ialah seseorang yang begitu besar jasanya dalam membangun fondasi bangsa Indonesia, namun lebih sering berada dibelakang layar. Dalam buku ini semua diungkap, mulanya ia hanyalah seorang saudagar batik yang kemudian dilantik oleh samnhoedi menjadi anggota Sarekat Islam sampai akhirnya ia memiliki karir yang gemilang dan diangkat sebagai ketua.
Ditangan Tjokro, Sarekat Islam yang semula merupakan organisasi saudagar batik pribumi, menjadi gerakan politik yang besar dan kuat. Ia menginspirasi ...
120.
| Soft Cover, November 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ketahuilah bahwa semangat menggapai kemerdekaan tidak hanya dimiliki oleh pribumi, beberapa nama Belanda, Douwes Dekker salah satunya, juga turut membantu melepaskan Indonesia dari masa penjajahan. Douwes Dekker yang dikenal dengan nama Multatuli, adalah seorang berdarah campuran Belanda, Perancis, Jerman dan Jawa. Pemerintah kolonial Belanda mencapnya sebagai salah satu ancaman.
Meskipun sampai dibuang ke Belanda, bahkan ke Suriname, namun rasa cinta tanah air Douwes Dekker tidak pernah ...




Keranjang






