Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos berkat Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.
Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatik yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis—Inferno karya Dante. Ciptaan genetis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.
Sang master, Dan Brown, sekali lagi menunjukkan kegeniusan mengolah sejarah, seni, kode, dan simbol dalam sebuah kisah yang tak terlupakan. Setelah Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol, Inferno kembali menegaskan kejayaan Dan Brown sebagai perajut kisah luar biasa.
Dan lulus dari Amherst College dan Phillips Exeter Academy, di mana dia juga mengajar sebagai guru bahasa Inggris sebelum dia menjadi penulis full-time.
Di tahun 1996, ketertarikannya dengan memecahkan code dan badan pemerintah yang rahasialah yang membuat dia menulis buku pertamanya, "Digital Fortress". Novel berikutnya, "Deception Point" mempunyai fokus yang mirip, moral, politik, pertahanan nasional dan teknologi rahasia.
Orang tua Dan adalah professor matematika yang memenangkan Presidential Award dan professor musik. Dan tumbuh dengan berbagai filosofi tentang sains dan agama. Istrinya Blythe adalah seorang fanatik sejarah dan pelukis. Mereka kerap bekerja sama dalam berbagai riset untuk bukunya Dan.
Buku Dan Brown, "The Da Vince Code" telah dijual lebih dari 70 juta eksemplar di seluruh dunia.