Di sebuah desa, berembuslah berita tentang sebuah batu permata berharga milik seorang petapa. Seorang pemuda mendatanginya, dan meminta batu tersebut.<P>
'Ini, ambil untukmu,' kata petapa itu tanpa beban.<P>
Sang pemuda pulang dengan senang, tetapi ada sesuatu yang mengusik pikirannya.<P>
Hingga keesokan harinya dia kembali ke tempat petapa.<P>
'Hai, orang suci, ambillah permata ini kembali, tetapi berikan hati penuh ikhlas yang mampu memberikan permata ini.'<P>
Itulah sepenggal kisah yang menjadi ilustrasi dalam buku ini. Sebuah analogi yang sangat pas menggambarkan seseorang yang telah menemukan makna KEBAHAGIAAN. <P>
Ya, demi kebahagiaan kita berusaha memenuhi diri dengan berbagai macam fasilitas: harta melimpah, rumah mewah, mobil mewah, kekuasaan, dan lain sebagainya. Tetapi, benarkah kita sudah bahagia? Ataukah kita masih merasa bahwa kebahagiaan itu begitu jauh dari genggaman?