| Soft Cover, Februari 2020 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“Surat-surat Wasiat Mendiang Nana”, melampaui suatu laporan jurnalis, adalah percakapan batin manusia. Ia semacam “cek@ricek” terhadap diri sendiri: tentang batas kegetiran, kekuatan harapan, detik per detik waktu, denyut per denyut nadi.
Nana. Dipilih sebagai judul buku, diantara banyak nama besar dan peristiwa penting di negeri ini, menyiratkan ada dimensi etis yang mengendap pada subyektifitas seorang jurnalis: ada yang otentik pada setiap peristiwa, tapi pengalaman menghadapi ...




Keranjang






