| Soft Cover, Januari 1994 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
161.
No Image Available
162.
No Image Available
| Soft Cover, Januari 1987 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Buku ini adalah buku kedua dari seri "cerita kenangan" Nh.Dini yang terdiri dari lima buku.Dalam Padang Ilalang di Belakang Rumah ini, Dini mengisahkan kembali peristiwa-peristiwa yang dialaminya pada masa penjajahan Jepang. ...
163.
| Soft Cover, Januari 1986 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kali ini Nh. Dini bercerita mengenai wanita Jepang, Hiroko namanya. Seorang gadis desa yang mengadu untuk di kota besar. Mula-mula ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kemudian beralih ke sebuah toko besar (pada siang hari) merangkap penari di sebuah kabaret (pada malam hari). Walaupun Hiroko banyak mengalami cobaan dalam mencapai cita-citanya, toh ia merasa puas dengan kehidupannya."Ya. Aku puas dengan kehidupanku", tutur Hiroko di ujung novel ini."Dan aku tidak menyesali ...
164.
No Image Available
| Soft Cover, Januari 1986 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Setiap orang pastilah menyimpan kenangan yang berasal dari masa kanak-kanaknya, baik kenangan yang manis maupun kenangan yang pahit. Akan tetapi, tidak semua orang mampu mengungkapkannya kembali secara tertulis, seperti yang dilakukan Nh. Dini. Dalam Sebuah Lorong di Kotaku ini, Dini mengisahkan kembali peristiwa-peristiwa yang dialaminya pada tahun-tahun terakhir zaman penjajahan Belanda hingga masuknya tentara Jepang. Diceritakan antara lain pengalaman: ramai-ramai menyerok ikan di belakang ...
165.
| Soft Cover, Januari 1986 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dalam cerpen "Robohnya Surau Kami", berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah"kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat ...
166.
| Hard Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sebagai pendiri dan ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Chairul Tanjung mengunjungi pelosok-pelosok daerah di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Dalam perjalanannya ini, ia menemukan keindahan dan daya tarik setiap wilayah Nusantara yang tak hanya berwujud pada kekayaan alam, namun juga keberagaman suku bangsa, adat istiadat, keyakinan, agama, hingga kearifan lokal yang mendorongnya untuk menulis buku Pesona Indonesia.
Melalui buku ini, ia tak hanya menceritakan keistimewaan alam ...
167.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kepercayaan diri Alif sedang menggelegak. Sudah separuh dunia dia kelilingi, tulisannya tersebar di banyak media, dan dia diwisuda dengan nilai terbaik. Perusahaan mana yang tidak tergiur merekrutnya?
Namun Alif lulus di saat yang salah. Akhir '90-an, Indonesia dicekik krisis ekonomi dan dihoyak reformasi. Lowongan pekerjaan sulit dicari. Kepercayaan dirinya goyah, bagaimana dia bisa menggapai impiannya?
Secercah harapan muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di Ibu Kota. Di sana, ...
168.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya?
Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika. Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tanpa ...
171.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kepolisian modern Hindia Belanda, yang dibentuk antara 1897-1920, lahir dari ketakutan sekaligus
kepedulian penguasa Eropa terhadap rakyat negeri jajahannya. Pembentukan lembaga kepolisian merupakan jawaban atas masalah pemerintah kolonial yang ingin dianggap beradab, tetapi di awal abad ke-20 itu juga menyadari legitimasinya tengah tergerus berbagai perlawanan kaum pribumi yang mulai sadar politik. Penguasa kolonial mengelola negara dengan menggunakan kekerasan, namun sekaligus ingin pula ...
172.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kecantikannya setara dengan Ratu Mesir, Cleopatra. Keganasannya sebanding Sultan Persia, Syah Rayar, yang setiap malam memerawani seorang gadis dan paginya menghukum mati gadis itu. BU CEK-TIAN (625 705) hidup dan berkuasa di Tay Tong-tiauw, Tiongkok, pada zaman Dinasti Tang. Masuk ke Istana sejak usia 13, sebagai selir kesayangan Kaisar Lie Si-bin, ia malah berselingkuh dengan Pangeran Mahkota Lie Ti. Setelah Lie Ti menjadi Kaisar, Bu Cek-tian merajalela. Permaisuri difitnah sampai bunuh diri ...
174.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kekuatan ideologi Pancasila pada generasi muda Indonesia makin meniadakan peluang bagi pihak-pihak yang hendak membawa Indonesia ke dasar negara lain. Pancasila sebagai dasar negara pandangan hidup bangsa dan sebagai jati diri bangsa digali pengaruh dari agar-agar kehidupan bangsa Indonesia. Masalahnya, sampai kini Pancasila yang luhur baru mewujudkan sebagai kata-kata dan semboyan belakang. Ia belum menjadi realitas yang dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ...
175.
No Image Available
180.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Vadan adalah bagian kedua dari trilogy The Dance of the Soul (Gayan:The Song of the Soul, Vadan:The Divine Symphony, Nirtan: The Dance of the Soul) yang ditulis oleh Hazrat Inayat Khan, seorang Sufi Master dari India yang menyebarkan pesan Kasih ke dunia Barat. Seumur hidup, Khan hanya menulis tiga buku yang disebut sebagai trilogy The Dance of the Soul yang menggambarkan betapa tingginya kesadaran rohaninya.
Selami Kebijaksanaan Sufi yang tak lekang oleh waktu dan menjadi dambaan semua ...




Keranjang




