Pencarian

Penulis
Hermawan Kartajaya

Hasil: 61 - 66 dari 66
GRIDLIST
61.
No Image Available
Soft Cover, Januari 1997
Stock tidak tersedia
Hermawan mampu menampilkan hal-hal sederhana yang bagi banyak orang sangat sepele, menjadi kajian bisnis dan bahasan tulisan yang menarik dan bermanfaat. Mulai dari cerita sarapan pagi, naik taksi, menunggu pesawat, pelayanan pramugari, antrean di bank, pemandangan billboard, acara televisi, peluncuran produk, go public, mengikuti seminar, sampai ngobrol dengan konglomerat. Semuanya mampu ia tonjolkan substansi marketingnya. Semua itulah yang akan Anda dapatkan dalam buku ini. ...
62.
No Image Available
Soft Cover, Januari 1996
Stock tidak tersedia
Untuk bisa sukses bersaing dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan, perusahaan-perusahaan di Indonesia mesti melakukan redefinisi pemasaran. Mengapa? Karena pemasaran mesti mengikuti perubahan suatu variabel yang sangat menentukan. Menjadikan pemasaran sebagai jiwa dan tidak lagi menjadi satu anggota tubuh perusahaan. Artinya, pemasaran bukan hanya monopoli fungsi pemasaran, tapi menjiwai setiap orang dalam mengambil keputusan. Selain itu Hermawan Kartajaya juga menegaskan adanya ...
63.
No Image Available
Bridging to The Network Company
Transformasi Pos Indonesia Menuju Perusahaan Kelas Dunia
oleh Hermawan Kartajaya (1)
Hard Cover
Stock tidak tersedia
Sejak adanya internet dan handphone, fungsi PT Pos Indonesia makin berkurang. Orang lebih banyak menggunakan SMS atau e-mail daripada surat kertas dan lebih sering mengirim uang lewat ATM dari pada wesel. PT Pos Indonesia menanggapi ini dengan mempraktekkan 'creative destruction' dari bisnis model mereka. ...
64.
No Image Available
Soft Cover
Stock tidak tersedia
65.
No Image Available
Focus
Masa Depan Perusahaan Anda Ditentukan oleh Fokus
oleh Hermawan Kartajaya
Soft Cover
Stock tidak tersedia
66.
No Image Available
Syariah Marketing oleh Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula
Hard Cover
Stock tidak tersedia
Peta pemasaran di Indonesia tampaknya menunjukkan tanda-tanda pergerakan dari pasar rasional ke pasar emosional, bahkan ke pasar spiritual. Jika pada pasar rasional konsumer membeli barang atau jasa dengan pertimbangan rasional (misalnya, fungsi dan harga), pada pasar emosional dengan pertimbangan emosi (misalnya, cita rasa personal, prestise, citra-diri), maka pada pasar spiritual konsumer mulai mempertimbangkan nilai (baik-buruk, halal-haram). Inilah barangkali yang menjelaskan mengapa pasar ...