| Juli 2006 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Manusia begitu rajin memikirkan sesama, harta, jabatan, serta urusan keduniaan lainnya, tetapi mereka demikian pelit untuk meluangkan waktu guna mengingat Pencipta mereka. Dengan menunjukkan ironi seperti itu, Ibn Atha'illah mengajak pembaca untuk bangkit dari ketidaksadaran danmulai menapak jalan menuju Tuhan. Semangat yang dibawanya adalah sikap waspada terhadap tipuan-tipuan dunia. Hal-hal duniawi yang mengotorkan hati dan menghalangi bersemayamnya cahaya Ilahi, dan sufi besar ini memaparkan ...




Keranjang




