Pencarian

Brand
IRCiSoD
Penulis
Sigmund Freud
Kategori
Buku

Format
Soft Cover (5)

Bahasa
Indonesia (5)

Hasil: 1 - 5 dari 5
GRIDLIST
1.
Musa dan Monoteisme oleh Sigmund Freud
Soft Cover, Oktober 2023
Stock tidak tersedia
Moses and Monotheism bukanlah buku yang terbilang mudah untuk ditulis atau dipublikasikan oleh Freud. Ia mulai menuliskan buku ini pada tahun 1930-an saat ia masih menetap di Wina, ia sadar betul bahwa apabila ia memublikasikan buku ini maka ia harus bersedia merekam kebencian dari Gereja Katolik Austria. Bagaimanapun, buku ini lebih menekankan pada beberapa hal yang aneh dan cenderung agak mengganggu. Dan, yang paling mengejutkan, dikatakan bahwa Musa sendiri bukanlah seorang Yahudi. Selain ...
2.
Soft Cover, Februari 2023 Rp. 80.000 Rp. 68.000 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Menurut Sigmund Freud, kenikmatan kita saat membaca atau mendengarkan lelucon menunjukkan sesuatu yang ditekan dalam pembicaraan kita yang serius. Lelucon memuaskan hasrat bawah sadar kita. Freud mengklaim bahwa kita dapat mengetahui banyak tentang suatu masyarakat dari jenis lelucon yang mereka ceritakan. Menurut dalil yang disodorkannya, orang cenderung tertawa karena mereka ingin membuang energi yang terpendam. Energi ini dihasilkan dari represi. Dengan beragam teknik yang ia klasifikasikan ...
3.
Soft Cover Rp. 68.000 Rp. 57.800 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Freud menunjukkan bahwa fobia bukan sekadar reaksi terhadap objek eksternal, melainkan simbol dari dorongan dan trauma yang ditekan di alam bawah sadar. Melalui kasus “Hans kecil”, Freud membongkar bagaimana fobia yang diderita balita itu bukanlah ketakutan biasa terhadap suatu objek tertentu, melainkan ekspresi dari konflik Oedipal: cinta terhadap ibu dan kecemburuan terhadap ayah. Fobia menjadi “solusi neurotik” dari benturan antara id, ego, dan superego, sekaligus cara psikis untuk ...
4.
Soft Cover Rp. 50.000 Rp. 42.500 (15% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku ini melengkapi kajian Freud perihal psikoanalisis yang diterapkan pada kajian antropologi dan perkembangan kebudayaan manusia. Menurutnya, agama hanyalah ilusi yang lahir dari hasrat manusia (wish-fulfillment)—berangkat dari rasa ketidakberdayaan manusia menghadapi alam, penderitaan hidup, dan transformasi psikologis dari ketergantungan anak pada figur ayah (kompleks Oedipus), yang ketika anak ini dewasa, mewujud ketergantungan pada “Ayah Kosmik”, Yang Sakral, yakni Tuhan. ...
5.
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Menurut Sigmund Freud, kenikmatan kita saat membaca atau mendengarkan lelucon menunjukkan sesuatu yang ditekan dalam pembicaraan kita yang serius. Lelucon memuaskan hasrat bawah sadar kita. Freud mengklaim bahwa kita dapat mengetahui banyak tentang suatu masyarakat dari jenis lelucon yang mereka ceritakan. Menurut dalil yang disodorkannya, orang cenderung tertawa karena mereka ingin membuang energi yang terpendam. Energi ini dihasilkan dari represi. Dengan beragam teknik yang ia klasifikasikan ...