Pencarian

Brand
Mizan Pustaka
Penulis
Jalaluddin Rakhmat

Format
Soft Cover (3)
Hard Cover (1)

Bahasa
Indonesia (4)

Hasil: 1 - 4 dari 4
GRIDLIST
1.
The Road to Muhammad oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover, April 2009
Stock tidak tersedia
“Inilah pemimpin, bermalam-malam terjaga, sedang umatnya tidur di ranjang raja-raja. Kala shalat, pelupuknya tergenang air mata. Duhai, belum pernah insan melahirkan putra semacam dia!” —Dr. Muhammad Iqbal Sepanjang sejarah, nyanyian kerinduan telah digemakan untuk sosok agung ini. Betapa tidak, dialah jalan menuju Allah Swt. Tak mungkin makhluk sampai pada cinta Tuhan, kecuali melalui Sang Utusan. Tak mungkin dahaga ruhani terpuaskan, bila tak menetes air mata kerinduan. Cinta Nabi Saw. ...
2.
No Image Available
Madrasah Ruhaniah
Berguru Pada Ilahi di Bulan Suci Ramadhan
oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh apa pun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." - Hadis Nabi Saw. Sabda Nabi di atas berbicara tentang puasa yang dilepaskan dari dimensi ruhaniahnya. Puasa seperti itu boleh jadi bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan kebugaran jasmani, tetapi tidak berguna untuk kemuliaan akhlak dan ketinggian ruhani. Puasa seperti itu tidak naik ke langit tinggi, tetapi berkubang dalam lumpur duniawi. Puasa adalah madrasah yang mendidik kita ...
3.
No Image Available
Hard Cover
Stock tidak tersedia
Pada suatu hari, seseorang mendatangi Nabi Muhammad Saw., dan berkata, “Ya Rasulullah, pada Hari Kiamat, ingin sekali aku dikumpulkan dalam cahaya.” Rasulullah pun bersabda, “Janganlah engkau menzalimi siapa pun. Engkau akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti di dalam cahaya.” Ketika Rasulullah Saw. ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Seutama-utama amal ialah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman, yaitu dengan melepaskannya dari rasa lapar, membebaskannya ...
4.
No Image Available
Dahulukan Akhlak Di Atas Fiqih oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahmi. Menyebarlah prasangka buruk dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain. Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka ...