| Soft Cover, Juni 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Taufiqurrahman kembali menyapa kita melalui simbolisasi surau sebagai Titik-Cinta Allah di hadapan tangan-tangan manusia yang penuh ragam karakter dan kepentingan. Ada nilai-nilai positif perjuangan, komitmen, sekaligus ke-tundukan (keshalihan) pada cara kita bermakrifat (berhamba) pada Allah Swt."
Muhammad Masykur A.R. Said, ustadz, novelis, pengusaha, tinggal di Samarinda.
Memang sudah tidak ada lagi yang peduli pada surau ini. Dibiarkan ter-gerus usia, nyaris rubuh, selaras dengan ...




Keranjang





