Pencarian

Brand
Mizan
Format
Hard Cover
Bahasa
Indonesia
Kategori
Buku
Bisnis, Manajemen & Keuangan


Hasil: 1 - 5 dari 5
GRIDLIST
1.
#MO oleh Rhenald Kasali
Hard Cover, Agustus 2019 Rp. 245.000 Rp. 196.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Alibaba menghasilkan USD 1 miliar dalam 1 menit 25 detik (#singlesday). Bagaimana caranya? Padahal, Anda juga bisa berhasil seperti Alibaba, asal tahu #MO. Ada tagar, ada makna Dari tagar YOLO, ISIS mengubahnya menjadi YODO. Apa akibatnya? Dari #SaveAudrey muncul #AudreyJugaBermasalah. Siapa yang menggerakkannya? Dari standalone product, dunia beralih ke platform based-ecosystem. Siapa yang mati? #MO menjelaskan metode dan teknik-teknik baru yang perlu diwaspadai. Persis seperti orang ...
2.
No Image Available
Hard Cover, November 2007
Stock tidak tersedia
Globalisasi adalah kenyataan yang tak terelakkan. Dunia semakin terkoneksi berkat revolusi informasi dan komunikasi. Sayangnya, globalisasi mengidap problem-problem serius yang berakar dari ketidakseimbangan kompetisi antara yang lemah dan yang kuat. Bagaimana negara lemah, termasuk Indonesia, bisa keluar dari situasi globalisasi seperti ini? Stiglitz mengemukakan cara-cara baru yang radikal untuk mengatasi utang negara berkembang, menyarankan sistem baru cadangan global untuk mengatasi ...
3.
Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

 

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

 

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

">

Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.

Aduh, bagaimana ini?

Zaki pun menyembunyikan mainan itu

di bawah kakinya.

“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.

Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?

Kita baca cerita lengkapnya, yuk!

...
4.
Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

 

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

 

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

">

Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.

Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.

Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.

Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.

Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!

 

Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.

Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.

Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.

Let’s learn how to compare numbers!

...
5.
No Image Available
Syariah Marketing oleh Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula
Hard Cover
Stock tidak tersedia
Peta pemasaran di Indonesia tampaknya menunjukkan tanda-tanda pergerakan dari pasar rasional ke pasar emosional, bahkan ke pasar spiritual. Jika pada pasar rasional konsumer membeli barang atau jasa dengan pertimbangan rasional (misalnya, fungsi dan harga), pada pasar emosional dengan pertimbangan emosi (misalnya, cita rasa personal, prestise, citra-diri), maka pada pasar spiritual konsumer mulai mempertimbangkan nilai (baik-buruk, halal-haram). Inilah barangkali yang menjelaskan mengapa pasar ...