| Soft Cover, September 2020 | Rp. 88.000 | Rp. 70.400 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
2.
| Soft Cover, Juli 2018 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Muna Masyari dan Faisal Oddang (cerpennya "Di Tubuh Tara, dalam Rahim Pohon" menjadi Cerpen Terbaik Pilihan Kompas 2014), adalah generasi terbaru dalam deretan para cerpenis yang menulis di Kompas. Ketika menjadi pemenang, cerpen karya Oddang baru pertama kali lolos dari seleksi para editor fiksi. Generasi ini ditambahi pula deretan para penulis yang lahir dari workshop dan kemudian Kelas Cerpen Kompas. Nama-nama mereka antara lain Lina PW, Rika, dan Wisnu Sumarwan. Ketiganya, tidak hanya ...
3.
| Soft Cover, Juni 2015 | Rp. 95.000 | Rp. 76.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Setiap tahun Kompas menerbitkan antologi Cerpen Pilihan Kompas yang disaring dari cerpen-cerpen yang telah dimuat dalam rubrik cerpen di Kompas edisi Minggu. Sebanyak 52 cerpen berkompetisi melewati lubang seleksi para juri. Perdebatan selalu tak bisa dihindari. Tahun ini, para juri memberikan rekomendasi untuk menerbitkan 24 cerpen terpilih yang disaring dari cerpen-cerpen yang telah dimuat Kompas sepanjang tahun 2014. Ini jumlah terbanyak untuk isi sebuah buku antologi Cerpen Pilihan Kompas ...
5.
| Soft Cover, Juni 2014 | Rp. 95.000 | Rp. 76.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Buku ini membuktikan bahwa regenerasi cerpenis di Indonesia berlangsung secara terus-menerus dan simultan. Karya-karya para cerpenis kawakan seperti Gerson Poyk, Putu Wijaya, Budi Darma, Arswendo Atmowiloto, Gde Aryantha Soetama, dan F Rahardi, bersanding dengan karya-karya para cerpenis yang lebih muda seperti Seno Gumira Ajidarma, Jujur Prananto, Agus Noor, Indra Tranggono, Gus tf Sakai, Triyanto Triwikromo, Damhuri Muhamad, Intan Paramadhita, Noviana Kusumawardhani, AK Basuki, dan Dewi Ria ...
6.
| Soft Cover, Juni 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
”Langit jadi merah. Seekor naga menukik, menyapu bintang-bintang dan matahari. Pucuk-pucuk sayapnya memercik bara. Api bertebaran. Angin berputing. Ketakutan disemprotkan ke udara seperti tinta gurita.”
Kalimat di atas adalah penggalan cerpen ”Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian”. Penulisnya, Avianti Armand, adalah nama baru di Harian Kompas, bahkan cerpennya tersebut adalah yang pertama dimuat di harian ini. Meski demikian, kritikus sastra, Budiarto Danujaya, dan Menteri Riset dan ...
7.
| Juli 2009 | Rp. 85.000 | Rp. 68.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini buku kumpulan cerpen Kompas memakai judul Cerpen Kompas Pilihan sementara biasanya menggunakan judul Cerpen Pilihan Kompas.
Perubahan itu adalah karena keinginan selalu merevitalisasi diri, yaitu sifat yang melekat pada media massa agar mampu mengikuti perkembangan masyarakat pembacanya. Bila sebelumnya cerpen-cerpen yang akan diterbitkan menjadi buku itu dipilih sejumlah anggota Redaksi Kompas, kali ini proses pemilihan sepenuhnya diserahkan ...
8.
NAMA besar A.A. Navis dalam jagat kepenulisan prosa Indonesia tak perlu lagi diragukan. Namanya sudah melegenda.
”Robohnya Surau Kami” adalah satu dari sejumlah cerpennya yang sangat dikenal luas. Tak berlebihan bila dalam
jagat kepenulisan sastra Indonesia A.A. Navis disebut-sebut sebagai salah satu tonggak yang menjulang, menempatkan dirinya sebagai satu di antara sedikit sastrawan besar Indonesia yang disegani oleh berbagai kalangan.
Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis ini sengaja ...




Keranjang


