| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
21.
No Image Available
22.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kehadiran HT, FPI, PKS, dan Majalah Sabili menjelma kekuatan baru penegakan agama, melahirkan langkah-langkah nyata yang setiap darinya ialah pertanda perlawanan pada sikap pemerintah dan penguasa ambivalen dalam menentukan keputusan-keputusan menyangkut hidup beragama.
Bahasa politik menguatkan perlawanan kelompok-kelompok Islam yang semakin sporadis terhadap AS. Di Irak, Palestina, Pakistan, Iran dan di beberapa negara lain, sentimen anti Amerika mengumpal. Namun bahasa politik ...
23.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sejak dulu kursi kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersih. Mereka yang duduk di sana selalu berlomba dengan melakukan persekongkolan dan kelicikan, agar tumbuh cepat menjadi kelompok istimewa. Rakyat hanyalah sepenggal kata yang penting untuk bahan pidato. Detik ketika rakyat mulai enggan dan menolak tunduk pada penguasa merupakan awal mula sebuah sengketa. Pertengkaran rakyat dan penguasa adalah kisah yang memetik banyak hikmah. Buku ini berangkat dari kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam hal ...
24.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"No free lunch!" kata si bule.
Tapi pejabat kita punya bahasa lain: "Mereka hanya tak paham apa itu makanan bergizi." Itulah suara-suara yang muncul ketika banyak anak menderita busung lapar dan kelaparan mengancam di mana-mana. Lalu, siapa yang benar? Pepatah si bule atau pernyataan pejabat kita? Ini negeri subur, bahkan Koes Plus bilang tongkat kayu pun jadi tanaman. Kalau demikian, bisa jadi yang dikatakan pejabat kita benar: mereka tidak kurang makan, hanya kurang ...
25.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Akhir Juni 2004, Indonesia dikejutkan berita heboh 73.259 ton gula ilegal. Selama lebih dari 2 pekan, media massa nasional tak bosan mencari jawaban siapa pemilik gula itu, dan bagaimana bisa 'barang' penuh sengketa itu masuk ke Gudang Bea Cukai?!? Sebagai anggota WTO yang patuh, Indonesia menjadi korban petaka industri pertanian neoliberal. Ancaman di balik masuknya gula impor seperti di atas niscaya terjadi pada komoditi pertanian lainnya. Di tahun 1998, pasar domestik Indonesia diserbu 7,2 ...
26.
No Image Available
27.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tiba-tiba tempat Anda tinggal digusur pemerintah karena dinilai ilegal. Atau pekerjaan Anda dinyatakan melanggar ketertiban umum karena bertempat di areal publik. Jangan kaget! Karena kenyataan ini bukan sekadar mimpi atau berita. Ada banyak fakta di kota-kota besar bahwa kebijakan publik, bukannya menentramkan, malah menyengsarakan. Sedang kebijakan yang menindas kaum miskin, seolah menjadi hal yang lumrah. Penulis buku ini, dengan tajam dan satir, mengungkap bagaimana kebijakan publik ...
28.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sudah terlalu lama guru berdiam diri terhadap apa yang dihadapinya. Walaupun UU Guru telah hadir, itu bukan jaminan kebebasan dan kesejahteraan guru. Profesi guru bukan hanya kurang dihargai tapi juga kerapkali dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dan politik. Kini saatnya guru kembali bahwa mengajar bukan hanya memindahkan pengetahuan, tetapi juga mendidik perlawanan. Wahai guru, jadikan siswa-siswamu orang yang tak hanya menghargai pengetahuan namun juga menghargai pekerjaanmu sebagai guru. ...
29.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sekolah, kayaknya pernah denger? Itu lho yang ada pelajaran, pelajaran, pelajaran! Di sana kamu ketemu yang namanya guru atau kalau agak tinggian dikit bertemu dengan dosen. Yang menyakitkan sekolah itu harus bayar. Dan ongkos sekolah sudah tentu tidak murah! Soalnya di sana kamu diajari apa saja, dari bagaimana menghitung sampai bagaimana memenangkan lomba lari. Pokoknya sekolah selain meriah juga menyakitkan bagi yang tidak punya duit. Maka nasehatku yang terakhir: jangan sekolah kalau nggak ...
30.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Bayangkan kalau gajimu 400 juta sebulan! Bayangkan kalau kamu punya pesawat pribadi sendiri dan tiap bulan bisa berganti mobil. Alangkah nikmatnya hidup yang berlimpah harta ini. Kemacetan lalu lintas tidak pernah kita rasakan dan yang paling penting, kebijakan kenaikan harga berapapun bisa kita terima dengan perasaan yang lapang. Apalagi kalau kamu kaya dan mempunyai kekuasaan. Di negeri ini yang kaya selalu beruntung. Repotnya kekuasaan dimiliki oleh orang-orang kaya.
Dengan angka korupsi ...
31.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Melalui iklan di televisi dan radio, dibilang selama ini subsidi BBM hanya menguntungkan orang kaya. Pemerintah nyatakan kenaikan harga BBM tidak akan berdampak bagi rakyat miskin. Lalu mengapa harga beras, tempe, dan sayur ikut-ikutan naik? Ini makanan harian kaum miskin, lho!
Artinya, bohong besar bahwa rakyat miskin takkan terkena dampak. Baru sebatas isu, harga-harga kebutuhan pokok sudah berlomba-lomba naik. Lalu mau makan apa? Kenaikan harga tak pernah dibarengi kenaikan pendapatan ...
32.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kesehatan memang mahal. Ongkos obat dan rumah sakit membumbung tanpa kontrol. Adanya penyakit membuat banyak pihak mendapat untung. Sudah biayanya mahal, setiap kesalahan medis sangat sulit untuk diadili. Mahalnya ongkos masih juga diperuncing oleh beredarnya obat palsu.
Soal kesehatan yang tak beres membuat bangsa ini rutin dikunjung wabah. Dari demam berdarah, malaria, TBC, bahkan hingga AIDS. Toh, penyakit ternyata jadi alat pelindung bagi para koruptor. Tiap sidang akan digelar, dengan ...
33.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Inilah sulap mutakhir abad ini:
Demokrasi datang makmurlah semua orang!
Atraksi sulap memikat kita dengan keajaiban yang dimunculkannya. Sedang demokrasi, memukau dan membuai kita akan harapan yang dijanjikannya: kesejahteraan seluruh manusia. Kita lupa, bahwa sulap hanyalah keajaiban sesaat. Dan demokrasi tanpa keadilan, hanyalah khayalan indah tanpa menilik kenyataan. Karena kenyataan yang dihadapkan pada kita adalah suburnya ketidakadilan di negara yang berdasar ...
34.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Neoliberalisme bersama proyek imperialisme globalnya telah menguburkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam peti mati sejarah. Memaksakan kapitalisme sebagai jawaban tunggal menggapai kemakmuran dan kesejahteraan penduduk di semua penjuru bumi. Bau busuknya menjalar tatkala yang tercipta adalah kemiskinan, penghancuran, dan pemusnahan atas warga di belahan dunia lainnya, seraya mengundang gelombang perlawanan dari kelompok-kelompok masyarakat tertindas. Buku ini merekam pelbagai ...
35.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Untuk apa tentara dalam sebuah negeri? Jawabnya selalu lurus, untuk melindungi rakyat dari setiap ancaman. Sejarah tentara berbalut banyak kisah perlawanan dan perebutan untuk memperoleh kebebasan. Tapi tentara bukan sekedar itu, kekuatan melindungi nyatanya telah bersanding dengan keinginan untuk berbisnis. Niat menjaga keamanan bisa diterjemahkan sebagai operasi menangkapi para aktivis. Kisah masa lalu menggoreskan luka pedih bagaimana tentara seringkali memusuhi rakyatnya sendiri. Semangat ...
36.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Politik lokal di pedesaan Dunia Ketiga telah dan masih terus dipengaruhi, ditentukan, dan tidak jarang dibentuk oleh aktor-aktor dan gelombang proses nasional, bahkan global yang menyengsarakan mayoritas rakyat miskin. Namun, tidak semua menerima begitu saja pagelaran kuasa-kuasa itu. Sebagian dari rakyat pedesaan itu menolak, bahkan kemudian menantang secara terbuka.
Buku ini adalah kumpulan karya-karya terpilih dari para sarjana yang telah lama mengamati dan terlibat dalam masing-masing ...




Keranjang




