| Soft Cover, April 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, November 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Oktober 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Maret 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Desember 2011 | Rp. 39.000 | Rp. 31.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover, Agustus 2011 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Agustus 2011 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Desember 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Juli 2010 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Juli 2010 | Rp. 5.750 | Rp. 4.600 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
| Soft Cover, November 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover, Juli 2009 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Hard Cover, Juni 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Hard Cover, Juni 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Hard Cover, 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Hard Cover, 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Hard Cover, 2007 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
| Soft Cover | Rp. 39.000 | Rp. 31.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Fianna bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal seperti panutannya. Tapi, cita-citanya itu tidak disetujui kedua orangtuanya. Orangtuanya selalu memaksa Fianna untuk belajar, belajar, dan belajar. Ibunya bahkan bilang bahwa membaca novel membuat nilai Fianna turun semua.
“Aku mau jadi seorang penulis terkenal, Bu. Aku butuh baca novel buat mencari inspirasi cerita,” balas Fianna.
“Setiap hari kamu mengirim naskah. Ada berapa yang diterima?”
“Belum ada.”
“Malah buang-buang waktu, kan?” pungkas Ibu, sebelum akhirnya menyita semua novel Fianna.
Fianna kesal sekali. Dia mencoba berbagai hal agar bisa menerbitkan karyanya di berbagai media. Sayang, banyak hal tak terduga yang datang setelahnya.
Apakah Fianna dapat membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia dapat menjadi seorang penulis terkenal? Apa tantangan yang harus ia hadapi? Yuk, telusuri ceritanya!
">
Fianna bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal seperti panutannya. Tapi, cita-citanya itu tidak disetujui kedua orangtuanya. Orangtuanya selalu memaksa Fianna untuk belajar, belajar, dan belajar. Ibunya bahkan bilang bahwa membaca novel membuat nilai Fianna turun semua.
“Aku mau jadi seorang penulis terkenal, Bu. Aku butuh baca novel buat mencari inspirasi cerita,” balas Fianna.
“Setiap hari kamu mengirim naskah. Ada berapa yang diterima?”
“Belum ada.”
“Malah buang-buang waktu, kan?” pungkas Ibu, sebelum akhirnya menyita semua novel Fianna.
Fianna kesal sekali. Dia mencoba berbagai hal agar bisa menerbitkan karyanya di berbagai media. Sayang, banyak hal tak terduga yang datang setelahnya.
Apakah Fianna dapat membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia dapat menjadi seorang penulis terkenal? Apa tantangan yang harus ia hadapi? Yuk, telusuri ceritanya!
">
Fianna bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal seperti panutannya. Tapi, cita-citanya itu tidak disetujui kedua orangtuanya. Orangtuanya selalu memaksa Fianna untuk belajar, belajar, dan belajar. Ibunya bahkan bilang bahwa membaca novel membuat nilai Fianna turun semua.
“Aku mau jadi seorang penulis terkenal, Bu. Aku butuh baca novel buat mencari inspirasi cerita,” balas Fianna.
“Setiap hari kamu mengirim naskah. Ada berapa yang diterima?”
“Belum ada.”
“Malah buang-buang waktu, kan?” pungkas Ibu, sebelum akhirnya menyita semua novel Fianna.
Fianna kesal sekali. Dia mencoba berbagai hal agar bisa menerbitkan karyanya di berbagai media. Sayang, banyak hal tak terduga yang datang setelahnya.
Apakah Fianna dapat membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia dapat menjadi seorang penulis terkenal? Apa tantangan yang harus ia hadapi? Yuk, telusuri ceritanya!
">
Fianna bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal seperti panutannya. Tapi, cita-citanya itu tidak disetujui kedua orangtuanya. Orangtuanya selalu memaksa Fianna untuk belajar, belajar, dan belajar. Ibunya bahkan bilang bahwa membaca novel membuat nilai Fianna turun semua.
“Aku mau jadi seorang penulis terkenal, Bu. Aku butuh baca novel buat mencari inspirasi cerita,” balas Fianna.
“Setiap hari kamu mengirim naskah. Ada berapa yang diterima?”
“Belum ada.”
“Malah buang-buang waktu, kan?” pungkas Ibu, sebelum akhirnya menyita semua novel Fianna.
Fianna kesal sekali. Dia mencoba berbagai hal agar bisa menerbitkan karyanya di berbagai media. Sayang, banyak hal tak terduga yang datang setelahnya.
Apakah Fianna dapat membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia dapat menjadi seorang penulis terkenal? Apa tantangan yang harus ia hadapi? Yuk, telusuri ceritanya!
...



Keranjang






