| Hard Cover, April 2005 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Lift the Flaps & Wipe and Clean
Allah Tuhanku, Islam Agamaku
Mengenal Syahadat, Shalat, Shaum, Zakat, dan Haji
Yuk, mengenal Rukun Islam bersama Salma dan Zaki!
Buku ini berisi pengenalan dasar Rukun Islam:
Syahadat, Shalat, Shaum, Zakat, dan Haji.
Pengalaman belajar agama Islam akan menjadi
lebih menyenangkan dengan fitur lift the flaps dan wipe and clean.
Ini tentang aku dan angka.
Ada satu, dua, dan seterusnya.
Angka-angka ini selalu aku temui.
Di setiap aktivitasku sehari-hari.
Hm ..., isi buku ini bagaimana, ya?
Yuk, kita baca bersama!
">
Ini tentang aku dan angka.
Ada satu, dua, dan seterusnya.
Angka-angka ini selalu aku temui.
Di setiap aktivitasku sehari-hari.
Hm ..., isi buku ini bagaimana, ya?
Yuk, kita baca bersama!
...Tetapi, Ibu ingin Kumi belajar mandi sendiri.
Apakah Kumi bisa mandi sendiri?
Kumi wants to take a bath.
But, Mom wants him to take a bath by himself.
Can he do it?
">
Kumi ingin mandi.
Tetapi, Ibu ingin Kumi belajar mandi sendiri.
Apakah Kumi bisa mandi sendiri?
Kumi wants to take a bath.
But, Mom wants him to take a bath by himself.
Can he do it?
">
Kumi ingin mandi.
Tetapi, Ibu ingin Kumi belajar mandi sendiri.
Apakah Kumi bisa mandi sendiri?
Kumi wants to take a bath.
But, Mom wants him to take a bath by himself.
Can he do it?
">
Kumi ingin mandi.
Tetapi, Ibu ingin Kumi belajar mandi sendiri.
Apakah Kumi bisa mandi sendiri?
Kumi wants to take a bath.
But, Mom wants him to take a bath by himself.
Can he do it?
...Kumi sudah bisa makan sendiri.
Tetapi, Kumi belum bisa makan ikan sendiri.
Dia takut terkena duri.
Ah, bagaimana cara Kumi agar bisa makan ikan, ya?
Kumi has been able to eat by himself.
Still, he can't eat fish by himself.
He's worried of the fish bones.
Hm, what should he do to eat fish safely?
">
Kumi sudah bisa makan sendiri.
Tetapi, Kumi belum bisa makan ikan sendiri.
Dia takut terkena duri.
Ah, bagaimana cara Kumi agar bisa makan ikan, ya?
Kumi has been able to eat by himself.
Still, he can't eat fish by himself.
He's worried of the fish bones.
Hm, what should he do to eat fish safely?
">
Kumi sudah bisa makan sendiri.
Tetapi, Kumi belum bisa makan ikan sendiri.
Dia takut terkena duri.
Ah, bagaimana cara Kumi agar bisa makan ikan, ya?
Kumi has been able to eat by himself.
Still, he can't eat fish by himself.
He's worried of the fish bones.
Hm, what should he do to eat fish safely?
">
Kumi sudah bisa makan sendiri.
Tetapi, Kumi belum bisa makan ikan sendiri.
Dia takut terkena duri.
Ah, bagaimana cara Kumi agar bisa makan ikan, ya?
Kumi has been able to eat by himself.
Still, he can't eat fish by himself.
He's worried of the fish bones.
Hm, what should he do to eat fish safely?
...Ketika si Kecil kesal, marah, atau tantrum, hal itu merupakan salah satu
indikator aspek emosional dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu meresponsnya dengan langkah komunikasi yang tepat,
yaitu tenang dan tidak ikut marah.
Buku ini dapat menjadi media pengenalan emosi kepada si Kecil sejak dini.
Dilengkapi juga dengan berbagai kosakata untuk membantu si Kecil
dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
">
Ketika si Kecil kesal, marah, atau tantrum, hal itu merupakan salah satu
indikator aspek emosional dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu meresponsnya dengan langkah komunikasi yang tepat,
yaitu tenang dan tidak ikut marah.
Buku ini dapat menjadi media pengenalan emosi kepada si Kecil sejak dini.
Dilengkapi juga dengan berbagai kosakata untuk membantu si Kecil
dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
...Ketika si Kecil peka terhadap kebersihan lingkungan,
hal ini merupakan salah satu indikator aspek moral
dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu mengarahkan dengan cara yang tepat.
Salah satunya dengan mengenalkan
dan mengajak si Kecil membuang sampah pada tempatnya.
Buku ini dapat menjadi media untuk mengenalkan
konsep menjaga kebersihan lingkungan secara sederhana kepada si Kecil.
Dilengkapi juga dengan pengenalan kosakata untuk membantu si Kecil
dalam berkomunikasi bersama orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
">
Ketika si Kecil peka terhadap kebersihan lingkungan,
hal ini merupakan salah satu indikator aspek moral
dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu mengarahkan dengan cara yang tepat.
Salah satunya dengan mengenalkan
dan mengajak si Kecil membuang sampah pada tempatnya.
Buku ini dapat menjadi media untuk mengenalkan
konsep menjaga kebersihan lingkungan secara sederhana kepada si Kecil.
Dilengkapi juga dengan pengenalan kosakata untuk membantu si Kecil
dalam berkomunikasi bersama orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
...Ketika si Kecil senang mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya,
hal itu merupakan salah satu indikator aspek motorik dan kemandirian
dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu memberi banyak kesempatan kepada si Kecil untuk mencobanya,
tetapi tetap dalam pendampingan dan pengawasan.
Buku ini dapat menjadi media eksplorasi
dan mengenalkan konsep berhati-hati kepada si Kecil.
Dilengkapi juga dengan pengenalan kosakata untuk membantu
si Kecil dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
">
Ketika si Kecil senang mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya,
hal itu merupakan salah satu indikator aspek motorik dan kemandirian
dalam proses tumbuh-kembangnya.
Orangtua perlu memberi banyak kesempatan kepada si Kecil untuk mencobanya,
tetapi tetap dalam pendampingan dan pengawasan.
Buku ini dapat menjadi media eksplorasi
dan mengenalkan konsep berhati-hati kepada si Kecil.
Dilengkapi juga dengan pengenalan kosakata untuk membantu
si Kecil dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Yuk, kita baca bersama!
...Arief yang kini duduk di kelas 4, memiliki badan
yang lebih kecil daripada teman-temannya.
Meskipun begitu, Arief disukai teman-temannya.
Dia senang membantu temannya yang kesulitan.
Arief juga banyak bersyukur.
Dengan badannya yang kecil, seragam sekolah Arief jadi awet.
Dia tidak perlu membeli seragam baru setiap pergantian semester.
Masih ada kejadian lainnya, loh, yang membuat Arief bersyukur
memiliki badan kecil. Wah, apa itu, ya?
Dalam buku ini, kamu tidak hanya bisa membaca satu cerita,
tetapi 20 cerita sekaligus! Penasaran, kan?
Yuk, kita baca cerita lengkapnya!
">
Arief yang kini duduk di kelas 4, memiliki badan
yang lebih kecil daripada teman-temannya.
Meskipun begitu, Arief disukai teman-temannya.
Dia senang membantu temannya yang kesulitan.
Arief juga banyak bersyukur.
Dengan badannya yang kecil, seragam sekolah Arief jadi awet.
Dia tidak perlu membeli seragam baru setiap pergantian semester.
Masih ada kejadian lainnya, loh, yang membuat Arief bersyukur
memiliki badan kecil. Wah, apa itu, ya?
Dalam buku ini, kamu tidak hanya bisa membaca satu cerita,
tetapi 20 cerita sekaligus! Penasaran, kan?
Yuk, kita baca cerita lengkapnya!
...Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
">
Tio juara lomba mewarnai.
Hadiahnya piala dan sejumlah uang.
Uang itu akan Tio belikan krayon baru.
Namun, Tio malah membeli yang lain.
Sisa uangnya cukup tidak, ya, untuk membeli krayon baru?
Ayo, ikuti ceritanya!
Tio wins a coloring contest.
His prize is a trophy and some money.
He will use the money to buy new crayons.
But instead, Tio buys something else.
Is there enough money left to buy new crayons?
Let’s follow the story!
...Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
">
Zaki tidak sengaja merusak mainan temannya.
Aduh, bagaimana ini?
Zaki pun menyembunyikan mainan itu
di bawah kakinya.
“Kan, tidak ada yang melihat,” gumam Zaki.
Hm …, benar tidak, ya, tidak ada yang melihat?
Kita baca cerita lengkapnya, yuk!
...Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
">
Tutu punya sepatu sama seperti punya Kak Pupu.
Kak Pupu memberitahu sepatu miliknya lebih besar.
Saat dua pasang sepatu bersama, Tutu bisa membandingkannya langsung.
Tapi saat hanya ada sepasang sepatu, Tutu bingung menentukan.
Kali ini kita belajar membandingkan bilangan, yuk!
Tutu has a pair of shoes which resemble Pupu’s.
Pupu tells him that Pupu’s shoes are bigger.
Tutu can compare two pairs of shoes, but when it’s only a pair of them, he gets confused.
Let’s learn how to compare numbers!
...| Hard Cover | Rp. 75.000 | Rp. 60.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Hari ini, Bunda akan memasak sayuran penuh warna.
Tapi, Kiruna tidak suka.
Padahal, sayuran kaya akan manfaat.
Bisa membuat tubuh jadi lebih sehat.
Kiruna jadi mau makan sayur tidak, ya?
Ayo, kita baca bersama ceritanya!
">
Hari ini, Bunda akan memasak sayuran penuh warna.
Tapi, Kiruna tidak suka.
Padahal, sayuran kaya akan manfaat.
Bisa membuat tubuh jadi lebih sehat.
Kiruna jadi mau makan sayur tidak, ya?
Ayo, kita baca bersama ceritanya!
">
Hari ini, Bunda akan memasak sayuran penuh warna.
Tapi, Kiruna tidak suka.
Padahal, sayuran kaya akan manfaat.
Bisa membuat tubuh jadi lebih sehat.
Kiruna jadi mau makan sayur tidak, ya?
Ayo, kita baca bersama ceritanya!
">
Hari ini, Bunda akan memasak sayuran penuh warna.
Tapi, Kiruna tidak suka.
Padahal, sayuran kaya akan manfaat.
Bisa membuat tubuh jadi lebih sehat.
Kiruna jadi mau makan sayur tidak, ya?
Ayo, kita baca bersama ceritanya!
...
Selesai bermain, Bunda mengajak Kiruna mandi.
Tapi, Kiruna memilih lanjut bersepeda lagi.
Lama-lama, badan Kiruna terasa gatal dan gerah.
Kiruna langsung masuk ke rumah.
Hm ..., kenapa, ya?
Ayo, ikuti ceritanya!
">
Selesai bermain, Bunda mengajak Kiruna mandi.
Tapi, Kiruna memilih lanjut bersepeda lagi.
Lama-lama, badan Kiruna terasa gatal dan gerah.
Kiruna langsung masuk ke rumah.
Hm ..., kenapa, ya?
Ayo, ikuti ceritanya!
">
Selesai bermain, Bunda mengajak Kiruna mandi.
Tapi, Kiruna memilih lanjut bersepeda lagi.
Lama-lama, badan Kiruna terasa gatal dan gerah.
Kiruna langsung masuk ke rumah.
Hm ..., kenapa, ya?
Ayo, ikuti ceritanya!
">
Selesai bermain, Bunda mengajak Kiruna mandi.
Tapi, Kiruna memilih lanjut bersepeda lagi.
Lama-lama, badan Kiruna terasa gatal dan gerah.
Kiruna langsung masuk ke rumah.
Hm ..., kenapa, ya?
Ayo, ikuti ceritanya!
...Kiruna sedang sakit dan terbaring di kasur.
Bunda datang membawakannya bubur.
Kiruna tidak tahu penyebab sakitnya.
Ternyata, Ayah tahu jawabannya.
Kira-kira apa, ya?
Yuk, kita baca ceritanya!
">
Kiruna sedang sakit dan terbaring di kasur.
Bunda datang membawakannya bubur.
Kiruna tidak tahu penyebab sakitnya.
Ternyata, Ayah tahu jawabannya.
Kira-kira apa, ya?
Yuk, kita baca ceritanya!
">
Kiruna sedang sakit dan terbaring di kasur.
Bunda datang membawakannya bubur.
Kiruna tidak tahu penyebab sakitnya.
Ternyata, Ayah tahu jawabannya.
Kira-kira apa, ya?
Yuk, kita baca ceritanya!
">
Kiruna sedang sakit dan terbaring di kasur.
Bunda datang membawakannya bubur.
Kiruna tidak tahu penyebab sakitnya.
Ternyata, Ayah tahu jawabannya.
Kira-kira apa, ya?
Yuk, kita baca ceritanya!
...Niko sedih meninggalkan mainannya.
Ia harus masuk sekolah pagi ini.
Niko mengira tak bisa bersenang-senang lagi.
Tapi, benarkah perkiraan Niko?
Yuk, baca ceritanya!
Niko feels sad as he puts his toys aside.
He has to go to school this morning.
He worries he can’t have fun anymore.
But is it true?
Let’s follow the story!
">
Niko sedih meninggalkan mainannya.
Ia harus masuk sekolah pagi ini.
Niko mengira tak bisa bersenang-senang lagi.
Tapi, benarkah perkiraan Niko?
Yuk, baca ceritanya!
Niko feels sad as he puts his toys aside.
He has to go to school this morning.
He worries he can’t have fun anymore.
But is it true?
Let’s follow the story!
">
Niko sedih meninggalkan mainannya.
Ia harus masuk sekolah pagi ini.
Niko mengira tak bisa bersenang-senang lagi.
Tapi, benarkah perkiraan Niko?
Yuk, baca ceritanya!
Niko feels sad as he puts his toys aside.
He has to go to school this morning.
He worries he can’t have fun anymore.
But is it true?
Let’s follow the story!
">
Niko sedih meninggalkan mainannya.
Ia harus masuk sekolah pagi ini.
Niko mengira tak bisa bersenang-senang lagi.
Tapi, benarkah perkiraan Niko?
Yuk, baca ceritanya!
Niko feels sad as he puts his toys aside.
He has to go to school this morning.
He worries he can’t have fun anymore.
But is it true?
Let’s follow the story!




Keranjang






