
|
Alexandra Leirissa Yunadi
Kebiasaan mengarang Alexandra Leirissa Yunadi sudah dimulai sejak kecil, yaitu dengan memaksa gantian mendongengi Maminya sebelum tidur. Menulis novel dia lakukan pertama kali saat duduk di kelas 6 SD. Novel-novelnya itu beredar secara gratis di sekolahnya dan kadang-kadang sekolah lain. Berawal dari rasa kesalnya karena sebuah cerpen yang ditulisnya untuk majalah sekolah gagal dipublikasi lantaran majalah tersebut gagal terbit, karya Alexandra akhirnya dikirimkan dan dipublikasikan di sebuah majalah remaja pada saat dia duduk di kelas 1 SMU. Sejak saat itu dia sempat menjadi penulis cerpen yang cukup aktif di berbagai media, terutama remaja. Dia juga pernah meraih beberapa penghargaan dalam bidang menulis. Antara lain Juara I dan Harapan Lomba Cerpen Majalah Anita 1996, Juara Harapan Lomba Cerita Misteri Majalah Bobo 1997, Juara II Lomba Dongeng Majalah Bobo 1998 dan sebagainya.Setelah cuti menulis selama kurang lebih 2 tahun karena jengkel menulis laporan-laporan tugas penelitian Psikologi di di Indiana University of Pennsylvania, Alexandra sempat merambah dunia penulisan anak dan menjadi penulis tetap di Majalah Bobo selama hampir tiga tahun. Kini, karena tak tahan terjebak macet setiap hari, Alexandra memilih untuk menjadi penulis lepas yang tetap aktif menulis untuk anak, remaja, dan dewasa. Selain itu, dia juga sedang menggeluti bidang penulisan skenario. Dalam bidang kepenulisan, Alexandra cuma punya satu tekad: jadi penulis serba bisa dengan menulis untuk segala usia dan dalam segala format.
|
Beberapa buku yang pernah ditulis oleh Alexandra Leirissa Yunadi:

| oleh Alexandra Leirissa Yunadi Tujuh tahun lalu di Bandung, kecelakaan mobil itu terjadi. Gara-gara iseng memainkan setir mobil, Ralphie melakukan kesalahan terbesar di dalam hidupnya. Dia merenggut nyawa Viora, adik bungsunya, dan merampas penglihatan Theola, adik tersayangnya. Sejak saat itu Theola membenci kakaknya. Dia ... [selengkapnya]
| 
| oleh Alexandra Leirissa Yunadi Seorang putri rupawan. Menatap kerlip bintang tak berjumlah. Lalu berkata perlahan pada ayahandanya, "Seorang pangeran datang dalam mimpiku, Ayah... Dia membawa lima belas pendar bintang. Dipersembahkannya untukku. Tak terkata indahnya. Ditukarkannya dengan hatiku. Dan aku ditinggalkannya ... [selengkapnya]
|
|
|
|
Cari Pengarang Favorit Anda
|
|
|
|
Index Pengarang
|
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
|
|
Temui pengarang lainnya juga ...
|
 | Mantan karyawan sebuah bank ini tidak sengaja menemukan jalan sebagai ... [detail] |  | Mark Victor Hansen adalah penceramah profesional yang 20 tahun terakhir ... [detail] |  | Imelda Akmal, lulusan Teknik Arsitektur Universitas Trisakti, Jakarta, ... [detail] |  | Stephan Schiffman, direktur D.E.I. Management Group, adalah penulis ... [detail] |  | André Comte-Sponville adalah profesor filsafat di Universitas Sorbonne, ... [detail] |  | Lahir di Ternate, Maluku Utara, 26 Desember 1971. Kuliah di Sekolah Tinggi ... [detail] |  | Andi Mappetahang Fatwa lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939. ... [detail] |  | Frans Johansson adalah seorang penulis, speaker, wirausahawan dan ... [detail] |  | Editor keuangan acara Today di NBC, memiliki kolom bulanan di majalah ... [detail] |  | Dr. Philip Kotler adalah S.C. Johnson & Son Distinguisher Professor of ... [detail] |
|