Cari berdasarkan:



Self Empowerment by NLP (Jangan Mau Seumur-umur Dibodohi Diri Sendiri)


Self Empowerment by NLP (Jangan Mau Seumur-umur Dibodohi Diri Sendiri) 
oleh: Drs. Waidi, MBA.Ed
> Pengembangan Diri & Motivasi » Dewasa

Penerbit :    Elex Media Komputindo
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    978-979-27-0623-9
Tgl Penerbitan :    September 2007
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    xiv + 247
Ukuran :    11 x 18 cm
Sinopsis Buku:
Selamat datang di Rumah Pengetahuan saya yang ketiga. Buku saya yang pertama On Becoming A Personal Excellent (Kiat Sukses Menjadi Pribadi Unggul) dan buku kedua The Art of Re-Engineering Your Mind for Success by NLP (Neuro Linguistic Programming). Puji syukur karena dua buku tersebut mendapatkan apresiasi baik dari masyarakat. Mudah-mudahan buku yang ketiga ini juga demikian.

Dalam buku saya yang ketiga ini saya lebih memfokuskan pada pentingnya menumbuhkan karakter, khususnya karakter Pembelajar Sejati. Kata Stephen Covey dalam bukunya Seven Habit of Highly Effective People, bahwa siapa menabur karakter akan menuai nasib. Dengan demikian, siapa saja yang yang memiliki karakter pembelajar sejati akan menuai nasib baik, sesuai dengan cita-citanya..

Semua orang berpotensi untuk bisa memiliki karakter pembelajar sejati. Namun, dalam perjalanan hidup seseorang, seringkali mengantarkan dirinya menjadi orang yang berkarater negatif. Suatu karakter yang justru menjerumuskan dirinya ke lembah kesengsaraan hidup. Alasan utamanya adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, kondisi psikhis dan pisiknya, dan kondisi-kondisi lainnya yang menyangkut soal berbagai kekurangan yang melekat pada dirinya.

Di lain pihak, dalam kasus tertentu seseorang yang secara kebetulan terlahir dari keluarga mampu namun ia memiliki karakter negatif. Fasilitas yang cukup dari keluarganya tidak mampu mengantarkannya menjadi pribadi yang berkarakter unggul. Dalam hal ini adalah karakter pembelajar sejati. Malah tidak sedikit jumlahnya dari kalangan ini yang merasa “termanjakan” dengan fasilitas dan kesempatan sehingga tidak memiliki karakter unggul.

Karakter menentukan nasib. Pembentukan karakter bukanlah karena latar belakang keluarga dan sosial ekonomi semata. Pembentukan karakter merupakan proses kreatif atau dinamika antara sikap positif seseorang dengan lingkungannya. Yang saya maksud dengan sikap positif adalah kesanggupan seseorang untuk tetap melihat secara positif setiap peristiwa yang melingkupinya. Bersikap positif berarti, terus menerus optimis untuk sukses meski berbagai hambatan menimpanya. Bersikap positif berarti nyaris tidak pernah menyalahkan lingkungannya atau orang lain. Kaya atau miskin, gagal atau berhasil, baginya sama saja yakni terus berusaha yang terbaik.

Motif utama seorang yang bersikap positif adalah ingin menjadi pembelajar sejati. Artinya, dari setiap peristiwa dan kondisi apa pun, yang ia inginkan adalah adanya nilai tambah bagi dirinya. Untuk kepentingan nasib jangka panjangnya ia rela menunda kesenangan sesesaat, melakoni hidupnya dengan ikhlas meski tantangan selalu menghadangnya. Baginya, dengan banyak tantangan hidup berarti kesempatan belajar sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa yang yang terjadi.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh RH Wiwoho
Rp 35.000
Rp 29.750
Percaya Diri (PD) bukanlah suatu bakat atau sesuatu yang dimiliki sejak lahir, melainkan suatu hasil usaha, atau sesuatu yang kita ciptakan. Semua ...  [selengkapnya]
oleh Redaksi Tangga Pustaka
Rp 22.500
Rp 19.125
Tes Potensi Akademik yang sering diujikan, baik tes untuk perekrutan karyawan perusahaan swasta maupun pegawai negeri, bertujuan untuk menilai ...  [selengkapnya]
oleh Brian Tracy
Rp 94.000
Rp 79.900
Napoleon pernah menguasai Benua Eropa selama hampir 20 tahun. Pasukan yang dipimpinnya memenangi banyak peperangan sehingga ia disejajarkan bersama ...  [selengkapnya]
Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan Anda Berdasarkan Teori Multiple Intelligence
Rp 45.000
Rp 38.250
Anda itu PINTAR! Kita semua itu pandai. Mungkin Anda tak percaya kalau nilai rapor Anda banyak merahnya, apalagi kalau skor IQ Anda pun payah. Tetapi ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement