7disabled
Stok Tidak Tersedia
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Beritahukan jika produk ini tersedia kembali
Kalatidha (Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma

Ketersediaan : Stock tidak tersedia

Format : Soft Cover
ISBN : 979222503X
ISBN13 : 9789792225037
Tanggal Terbit : Januari 2007
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 234
Dimensi : 135 mm x 200 mm



Deskripsi:
Kalatidha artinya zaman rusak. Dikisahkan seorang pembobol bank masuk penjara dan membaca kembali kliping koran-koran Indonesia dari tahun 1965. Namun ia sendiri hidup dalam berbagai dunia yang tidak selalu bisa dipisahkannya karena memang hadir begitu nyata. Seperti kisah pembakaran sebuah keluarga yang diduga menjadi antek PKI. Salah seorang dari mereka, Menik, berhasil lolos namun kemudian menjadi gila ketika mendapati kenyataan bahwa keluarganya sudah menjadi arang, termasuk kembarannya. Dalam kegilaan Menik ditangkap dan ditempatkan di rumah sakit jiwa. Di sana ia diperlakukan seperti binatang, diperkosa siang dan malam oleh dokter dan penjaga rumah sakit. Sampai suatu ketika, arwah saudari kembarnya menitis dan membuat Menik berhasil lolos dan membalas dendam kepada semua orang yang menurutnya patut disalahkan atas pembakaran keluarganya dan pemerkosaan dirinya. Kalatidha adalah novel terbaru Seno Gumira Ajidarma. Kadang seperti cerita silat, kadang seperti cerita misteri. Tanpa kehilangan melankoli romantik dan seriusnya tragedi bangsa yang menjadi trauma sampai hari ini.

Kategori dan Rangking Bestseller:

Tentang Seno Gumira Ajidarma:
Seno Gumira Ajidarma adalah sastrawan,fotografer dan kritikus film Indonesia. Karya-karya sastranya meliputi kumpulan cerpen,drama,novel dan komik. Ia lahir di Boston tanggal 19 Juni 2002. Cerpen-cerpennya muncul di harian Kompas,Media Indonesia,Republika,Koran Tempo,majalah Matra, Djakarta!,Horison, dan Latitute. Selain menulis, ia juga mengajar di IKJ pada mata kuliah Penulisan Kreatif dan Kritik Film. Buku-bukunya yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama adalah Sebuah Pertanyaan tentang Cinta,Atas Nama Malam,Kematian Donny Osmond, dan Sepotong Senja untuk Pacarku.Cerpen "Sebuah Pertanyaan untuk Cinta" pernah difilmkan dan ikut serta dalam festival film JIFFEST (Jakarta International Film Festival)



Buku Lainnya oleh Seno Gumira Ajidarma:
Halaman 1 dari 1
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 89.000
Rp. 75.650
Stok Tersedia. Dikirim dalam 24 jam
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 49.000
Rp. 41.650
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 50.000
Rp. 40.000
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 59.000
Rp. 50.150
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 54.000
Rp. 45.900
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma, dkk.
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Linda Christanty
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Hard Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Hard Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma & Zacky
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia

Review Konsumen:
5 100%
4 -
3 -
2 -
1 -
5.0
1 Review
Tulis Review Anda
Membaca kalatidha Seno Gumira Ajidarma
oleh Asep Sambodja pada Selasa, 11 Maret 2008
Membaca kalatidha Seno Gumira Ajidarma

oleh :Asep Sambodja

Pujangga besar Indonesia asal Jawa, Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802-
1873) telah menorehkan aforisme yang demikian kuat dalam bait ketujuh
Serat Kalatidha (`Zaman Rusak'), yang isinya sudah diketahui banyak
pembaca, bahwa mengalami zaman edan, hati gelap kacau pikiran, mau
ikut gila tak tahan, jika tak ikut tak kebagian, akhirnya kelaparan,
sebenarnyalah kehendak Tuhan, seuntung-untungnya yang lupa, lebih
untung yang ingat dan waspada.

Pernyataan Ronggowarsito yang kaya makna itu menjadi pembuka novel
terbaru Seno Gumira Ajidarma, Kalatidha. Sebagaimana kita ketahui,
prolog novel-novel Seno seringkali menjadi petanda yang penting bagi
pembaca untuk menafsirkan teks tersebut secara utuh. Dalam Kitab
Omong Kosong, misalnya, Seno memulainya dengan kalimat pembuka
seperti ini: Pada punggung terbuka pelacur yang tidur tengkurap itu,
terdapatlah lukisan rajah seekor kuda yang berlari. Suatu malam kuda
itu melompat lewat jendela, berlari ke luar kota, menuju padang
terbuka. Selanjutnya cerita bergulir dan mengalir dengan lincah
mengikuti kuda yang berlari itu.

Dari pembacaan terhadap Kitab Omong Kosong, kita dapat mengetahui
bahwa si pelacur itu, Maneka, berusaha memperbaiki nasibnya dengan
melakukan perjalanan dari kota ke kota, yang pada akhirnya dengan
ditemani Satya mencari sebuah kitab yang bernama Kitab Omong Kosong.
Apa yang digambarkan Seno di awal Kitab Omong Kosong tersebut memberi
ruang baru kepada pembaca, bahwa teks tersebut murni fiksi dan
seyogyanya dinikmati dan dimaknai dengan pendekatan fiksi pula. Bahwa
nilai-nilai kebenaran yang ... Baca Selengkapnya
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Tulis Review Anda