7disabled
Stok Tidak Tersedia
Atau
Tambah ke Daftar Keinginan

Beritahukan jika produk ini tersedia kembali
Kitab Omong Kosong (cet. ke-2) (Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma

Ketersediaan : Stock tidak tersedia

Format : Soft Cover
ISBN13 : 9789793062860
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Bentang Pustaka



Deskripsi:
"Tolong sampaikan agar cerita ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran, dan tenaga. Sungguh hanya suatu omong kosong belaka. Mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini. Maaf Beribu-ribu kali mohon maaf" Togog Cerita ini memang ditulis oleh Togog, yang merasa minder dan terasingkan dalam sebuah dunia yang sangat memuja Semar. Berkisah tentang malapetaka serbuan balatentara Sri Rama yang menyapu anak benua, dan menghadirkan pemandangan bencana. Inilah kisah Satya dan Maneka, rakyat yang menjadi korban, yang menjelajah dalam pencarian Walmiki penulis Ramayana, sembari berlayar di samudera cerita. Inilah saat kematian Sang Hanoman, wanara agung yang ditakdirkan berumur panjang, untuk menjaga kebudayaan. Kenapa Togog menganjurkan cerita ini tidak dibaca? Nah!

Kategori dan Rangking Bestseller:

Tentang Seno Gumira Ajidarma:
Seno Gumira Ajidarma adalah sastrawan,fotografer dan kritikus film Indonesia. Karya-karya sastranya meliputi kumpulan cerpen,drama,novel dan komik. Ia lahir di Boston tanggal 19 Juni 2002. Cerpen-cerpennya muncul di harian Kompas,Media Indonesia,Republika,Koran Tempo,majalah Matra, Djakarta!,Horison, dan Latitute. Selain menulis, ia juga mengajar di IKJ pada mata kuliah Penulisan Kreatif dan Kritik Film. Buku-bukunya yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama adalah Sebuah Pertanyaan tentang Cinta,Atas Nama Malam,Kematian Donny Osmond, dan Sepotong Senja untuk Pacarku.Cerpen "Sebuah Pertanyaan untuk Cinta" pernah difilmkan dan ikut serta dalam festival film JIFFEST (Jakarta International Film Festival)



Buku Lainnya oleh Seno Gumira Ajidarma:
Halaman 1 dari 1
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 89.000
Rp. 75.650
Stok Tersedia. Dikirim dalam 24 jam
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 348.000
Rp. 278.400
Akan tersedia pada tanggal 28 Oktober 2019
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 49.000
Rp. 41.650
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 50.000
Rp. 40.000
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 59.000
Rp. 50.150
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp. 54.000
Rp. 45.900
Stock di Gudang Supplier
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma, dkk.
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Linda Christanty
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
(1)
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
No Image Available
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Hard Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Hard Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma & Zacky
Stock tidak tersedia
(Soft Cover)
oleh Seno Gumira Ajidarma
Stock tidak tersedia

Review Konsumen:
5 -
4 -
3 100%
2 -
1 -
3.0
1 Review
Tulis Review Anda
Omong Kosong Itu: Pengetahuan
oleh Rimbun Natamarga pada Rabu, 29 September 2010
Dikatakan “Kitab Omong Kosong” (dengan tanda kutip), karena berisi kunci segala ilmu pengetahuan—sedangkan ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya adalah omong kosong. Sebab ilmu pengetahuan hanya suatu cara untuk menggambarkan kenyataan dan bukan kenyataan itu sendiri. Ilmu pengetahuan hanya merupakan kumpulan cara yang mengarah pada kenyataan. Terdiri dari lima bagian, kitab ini ditulis oleh Walikilia dan terletak di lima tempat yang ditandai oleh Hanoman dalam sebuah peta.

Tinggal Hanoman. Memang, saat itu, Kerajaan Ayodya sudah kehilangan junjungannya, Sri Rama, sedangkan Sinta ditelan bumi meninggalkan dua putra kembar yang sakti mandraguna. Rahwana, si raja Alengka, sudah kalah, meski nyatanya tetap merongrong dan memengaruhi manusia untuk berbuat jahat. Walmiki, pengarang Ramayana, kerjanya keluyuran mengembara menjual cerita di berbagai tempat. Dan ia bosan. Ia ingin jadi pendengar cerita.

Tapi sebenarnya, cerita dalam Kitab Omong Kosong (dengan huruf miring) berkitar pada beberapa tokoh saja: Maneka, Satya, Empu Walmiki, dan Hanoman. Dua yang terakhir ini adalah dua pribadi yang penting dalam sebuah bagian dari kehidupan Satya dan Maneka. Satya seorang korban usaha penaklukan yang pernah dilakukan oleh Rama dan bala tentaranya. Seekor kuda putih yang berlari melintasi negeri-negeri dan menuntun penaklukan-penaklukan itu berasal dari rajahan pada punggung Maneka dan kembali ke punggung gadis itu setelah penaklukan selesai.

Mungkin buku ... Baca Selengkapnya
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Tulis Review Anda