| Soft Cover, Agustus 2011 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
181.
182.
183.
Kritik Budaya Komunikasi
Budaya, Media, dan Gaya Hidup dalam Proses Demokratisasi di Indonesia
| Soft Cover, Mei 2011 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
186.
| Soft Cover, Oktober 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Jakarta, metropolitan yang sangat dinamis. Di sini melebur beragam budaya dari berbagai suku bangsa, yang menjadikan kehidupan di Jakarta menjadi unik. Banyak ragam budaya, kesenian, dan kerjainan yang dimilik Jakarta. Salah satunya adalah batik dengan motif khas Jakarta.
Batik Jakarta bercorak berani, lugas, dan ceria, dalam pilihan warna yang cerah memikat. Sangat pas dikenakan sehari-hari. Buku ini memberi inspirasi bagaimana memilih, mengolah, dan mengenakan batik Jakarta dengan ...
187.
| Soft Cover, 2004 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Buku ini mencoba menunjukkan ada mesin besar ?ideologi gaya hidup?, ?ideologi waktu senggang?, ?halusinasi haus kenikmatan?, dan mitologi penampilan diri yang mendorong manusia modern untuk terus mengkonsumsi demi kehidupan yang ?wah? dan penuh hura-hura. Gelombang kebudayaan pop dalam masyarakat komoditas Indonesia ditelusuri dari pelbagai sudut pandang oleh para pakar yang kompeten di bidangnya. Buku ini berguna bagi para pengkaji kebudayaan Indonesia, pemerhati industri hiburan, pengkaji ...
188.
| Soft Cover, 2004 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Dalam sebuah masyarakat di mana, di satu sisi, persoalan gaya adalah segalanya dan, di sisi lain, perhatian ilmuan, akademisi, atau teorisi budaya masih tergolong langka, kehadiran buku Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif ini...membantu kita memahami seluk-beluk dan pernak-pernik pertumbuhan gaya hidup dalam masyarakat Indonesia mutakhir.? ...
189.
| Soft Cover, Mei 2017 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Gemerlap kekayaan fashion di Indonesia memunculkan nama Barli Asmara. Seorang desainer fashion yang geliat kreativitasnya sudah diperhitungkan di kalangan fashion dan publik. Ia seperti sosok yang datang tiba-tiba lalu menghiasi alam fashion dengan kelebat yang berada dalam lingkaran fashion yang fashionable, mengisi panggung runway dari Jakarta hingga New York.
Bagi mata awam, semua tampak mudah. Kesuksesan datang ke pangkuan, segalanya seperti jatuh ke dalam genggaman begitu saja. Namun ...
190.
| Januari 2013 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
When I started to work on my first project as an interior designer more than twenty years ago, I never realized that with the world being flat now, people in Indonesia are with-out doubt rapidly becoming more perceptive about exquisite living spaces. My role as an interior designer is currently more in helping clients frame their ideas, because clients are knowledgeable and have rich access to design information and all the changes happening in this industry. It is an extremely enjoyable ...
191.
| Soft Cover, November 2001 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Dari hari ke hari, semakin sempit ruang dan kesadaran kita yang tidak bisa dijangkau oleh media dan budaya massa. Budaya dan media massa telah membentuk sebuah lubang hitam yang menghisap siapa pun ke dalamnya, tanpa pernah bisa keluar. Situasi ini direspon secara positif oleh penulis dengan secara kritis menganalisis relasi pertumbuhan pesat industri media massa dan resepsi besar-besaran masyarakat atas produk-produk budaya massa ...
192.
| Soft Cover | Rp. 25.000 | Rp. 20.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Kaba Malin Kundang, Rebab Pesisir Selatan adalah salah satu bentuk sastra tradisi lisan daerah Minangkabau, yang mengungkapkan cerita bersifat menghibur dan memberi nasehat. Sampai sekarang tradisi ini masih hidup dan memiliki pendukungnya baik dari kalangan berpendidikan dan kurang berpendidikan, tua ataupun muda.
Akan tetapi dengan lajunya perkembangan ilmu dan tehnologi bukan tak mungkin minat masyarakat bergeser sehingga kehidupan tradisi lisan menjadi terancam. Penerbitan ini adalah ...
193.
| Soft Cover, September 2007 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Pelras menyisipkan sejumlah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat (calabai dan calalai), dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan lelaki, dengan hak setara dalam merumuskan kebijakan-kebijakan kerajaan sekaligus bertahta memerintah kerajaan itu. Di tangan para ...
194.
| Soft Cover, 2007 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Teori dan konsep rantal sejarah sejak jaman kerajaan hingga kemerdekaan yang membentuk karakter manusia Indonesia pada umumnya.
Indonesian History of man and culture. ...
195.
| Soft Cover | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
"Buku ini (Markesot Bertutur Lagi) mampu mengharu-biru pe rasa an pembacanya dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman."
- Kompas, 16 Januari 1994
Buku yang berada di tangan pembaca ini merupakan kelanjutan petualangan Markesot dalam mengarungi samudra permasalahan kita. Dibandingkan dengan "buku pertama"-nya, "buku kedua"-nya ini lebih seru dan lebih mengajak kita untuk merenungi hakikat kehidupan—tanpa menghilangkan ...
196.
MAUBES INSANA
Salah Satu Masyarakat di Timor dengan Struktur Adat yang Unik
| Soft Cover, Agustus 2003 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
197.
| Soft Cover, 2005 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Ekspresi budaya dan ekspresi keberagaman menemukan aktualitasnya di ruang publik lewat media massa dengan segala sosoknya, mulai dari yang elegan hingga ekstrem. Pesan media hadir di mana-mana dan akan mengepung, memberi tahu, membujuk, memberi harapan, atau sekedar menyapa. Barangkali itu sebabnya para ahli komunikasi dan kritikus media sering menyebut masyarakat mutahir sebagai "masyarakat, lingkungan, budaya jenuh media". Pesan-pesan profan dan sakral semuanya sama-sama terserap ke dalam ...
198.
| Soft Cover, Februari 2008 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Nias terhadap asal-usul mereka, upacara-upacara adat dan kebudayaan yang berkembang di Nias. Buku ini istimewa karena kejelian peneliti dalam mengenali dan memahami budaya Nias, apalagi latar belakang penulis yang sangat berbeda dengan objek penelitiannya. Penulis berhasil menjalin tema-tema seperti asal-usul manusia, tradisi memburu kepala, tradisi membeli perempuan, berpadunya animisme dan agama baru, serta pesta-pesta adat. ...
199.
| Soft Cover, Oktober 2018 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
PEMALSUAN lukisan bukan sekadar dongeng.
Kasus-kasus yang diceritakan dalam buku ini mengungkap liku-liku perdagangan lukisan palsu dan jejaringnya yang sistematis.
Mulai dari pelukis hingga ke tangan para kolektor papan atas, bahkan ke balai-balai lelang.
Para pemalsu lukisan itu begitu lihai meniru lukisan-lukisan para maestro seperti Hendra Gunawan dan S. Sudjojono, sampai-sampai berhasil mengecoh para profesional dengan lukisan “bodong” mereka.
Maka buku ini diterbitkan ...




Keranjang





