PULAU JAWA tak hanya dikenal sebagai sentra produksi cabai nasional, tetapi juga ladang subur bagi ribuan varian sambal yang tumbuh dari ragam budaya masyarakatnya. Buku kedua dari seri Jelajah Sambal Nusantara ini membawa pembaca menyusuri jejak sambal-sambal khas Jawa—dari dapur tradisional pedesaan hingga rak-rak ritel yang menawarkan sambal kemasan hasil racikan pelaku UMKM dan industri lokal.
Diramu dari kerja jurnalistik tim Desk Regional Harian Kompas, buku ini mengangkat beragam kisah tentang sambal sebagai penanda selera, identitas, sekaligus dinamika sosial masyarakat Jawa. Di balik rasa pedas yang menyengat, tersembunyi cerita tentang ketekunan petani cabai, inovasi peracik sambal, dan ingatan kolektif akan cita rasa masa kecil. Mari lanjutkan penjelajahan—dan siapkan diri untuk tergoda!
“Aneka sambal ialah kekayaan kuliner dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Nusantara. Sambal juga mengubah jalan hidup saya bahkan membuat usaha berkembang pesat dan dikenal sampai luar negeri. Padahal saya hanya tamatan Sekolah Dasar.”
- Ie Lanny, Entrepreneur, Pendiri Sambal Bu Rudy
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.