Islam―harus diakui dengan sedih―terus-menerus menjadi perhatian publik dunia, sering dengan sorotan yang negatif, terutama barangkali sejak tragedi 11 September. Sayangnya, tidak banyak orang yang tahu atau mau membedakan antara Islam dan Islamisme.
Islamisme adalah seperangkat ideologi yang berkeyakinan bahwa "Islam harus menjadi pedoman bagi segala segi kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, budaya, serta kehidupan pribadi". Islamisme adalah konsep yang kontroversial, bukan hanya karena paham ini menganjurkan peran politik Islam yang lebih kuat, akan tetapi juga karena pendukungnya berkeyakinan bahwa apa yang mereka perjuangkan adalah pemahaman Islam yang sebenarnya, dan bahwa semua gagasan sebaliknya adalah salah.
Buku ini memberikan pencerahan tentang perbedaan Islam dan Islamisme. Islam meski didalamnya mengandung ajaran-dasar seputar tatanan bermasyarakat, adalah sebuah agama yang jauh lebih luas daripada Islamisme yang sempit.
Berdasarkan penelitian di negara-negara Muslim selama lebih dari tiga dekade, Tibi menguraikan bagaimana Islamisme menjadi ideologi politik berdasarkan tafsiran mutakhir atas hukum Islam. Lebih jauh, pengarang mendiskusikan alasan mengapa Islamisme bukanlah Islam; Islamisme dan tatanan politik; Islamisme dan antisemitisme; Islamisme dan demokrasi; Islamisme dan kekerasan; Islamisme dan hukum; penemuan tradisi; Islamisme, kemurnian, dan otentisitas; Islamisme dan totalitarianisme; dan Islam sipil sebagai alternatif bagi Islamisme.
Lepas dari setuju atau tidak dengan kesimpulan penulis bahwa Islamisme merupakan sebentuk ideologi yang totalitarian, buku ini mengajak kita memikirkan kembali tentang hakikat Islam serta prakteknya dalam bermasyarakat dan bernegara.