| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
221.
222.
| Soft Cover, April 2014 | Rp. 34.000 | Rp. 27.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu untuk menancapkan kembali kekuasaannya di bumi pertiwi. Namun, mereka mendapat perlawanan yang gigih dari para pejuang kemerdekaan. Belanda pun menugaskan pasukan DST yang dipimpin oleh Kapten Westerling untuk menumpas perlawanan para pejuang kemerdekaan. Mereka kemudian membantai ribuan rakyat yang tidak berdosa. Inilah salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah kemerdekaan ...
223.
| Soft Cover, April 2014 | Rp. 45.000 | Rp. 33.750 (25% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia memang tak pernah “sepi” dari kontroversi. Bisa dibilang, sifat kontroversial itu sama tuanya dengan peristiwa sejarah itu sendiri. Artinya, tak jarang, suatu peristiwa sejarah lahir lengkap dengan berbagai kontroversinya. Salah satu contoh yang sudah menjadi rahasia umum adalah peristiwa G 30 S (Gerakan 30 September) 1965.
Lantas, seperti apa kebenaran peristiwa berdarah yang menewaskan 7 jenderal tersebut? Siapakah yang ...
224.
Soeratin Sosrosoegondo
Menentang Penjajahan Belanda Dengan Sepak Bola Kebangsaan
| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Bagi rakyat Indonesia, sepak bola merupakan cabang olahraga yang sangat digemari dan merakyat. Bahkan sepak bola telah pula berperan sebagai parameter untuk mengukur setinggi mana citra dan rasa kebanggaan bangsa. Selain itu, sepak bola juga mengandung unsur-unsur demokrasi yang paling hakiki, dibandingkan lembaga lainnya.
Warga sepak bola di seluruh tanah air ini, tentu menyadari, jika pendiri/ketua umum PSSI yang pertama Ir. Soeratin Sosrosoegondo sejak awal berdirinya PSSI 19 April 1930, ...
225.
| Soft Cover, April 2014 | Rp. 35.000 | Rp. 28.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Seandainya sang Bapak Proklamasi, Bung Karno, masih hidup atau terbangun dari kuburnya, lalu melihat realitas politik yang terjadi dewasa ini, boleh jadi ia akan menangis sekaligus marah. Marah karena nilai-nilai kemanusiaan dikebiri, Pancasila dikhianati, dan undang-undang hanya dijadikan legitimasi politis.
Bung Karno tentu saja akan geram melihat kenyataan politik yang begitu memilukan. Satu sisi, "perjuangan atas nama rakyat" digembar-gemborkan oleh sejumlah politikus, dan ...
226.
| Soft Cover, April 2014 | Rp. 85.000 | Rp. 80.750 (5% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Pada 1765, sebelas tahun menjelang Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), Thomas Jefferson membeli al-Quran. Rupanya, ini hanya menandai awal dari minatnya yang panjang terhadap Islam. Memang, setelah itu ia terus mencari sejumlah buku tentang bahasa, sejarah, dan perkembangan Timur Tengah. Jefferson pun intensif memahami Islam meskipun hal itu dinilai menghina keimanannya, sebuah sentimen umum yang berlaku di kalangan Protestan kala itu di Inggris dan Amerika. Syah dan, sejak 1776, ...
227.
| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
"Islam yang kita catut dari Kalam Ilahi dan sunnah bukan apinya, bukan nyalanya, tapi abunya, debunya,... ah, ya asapnya, abunya yang berupa celak mata dan surban, abunya yang bisanya cuma baca Fatihah dan Tahlil, bukan apinya yang menyala-nyala dari ujung zaman satu ke zaman yang lain."
- Sukarno, 1940
D alam KoiegiesIslam cli Cirebon tahun 102.'., K.l I. Ahmad Dahlan menyatakan bahwa karena persamaan kedudukan,tidakperlu peraiitara dalam ibadah. Oleh sebab itu, manusia ...
228.
| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Buku ini memaparkan fakta-fakta sejarah yang menjadi motivasi Belanda untuk menguasai dan melakukan pemekaran di Nederlands Nieuw Guinea (Papua) dari 1898 hingga 1962.
Berbagai upaya pemekaran di NNG dilakukan Belanda dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, keamanan, ekonomi dan sumber daya manusia secara menyeluruh.
Kajian ini masih relevan untuk melihat kebijakan pemekaran wilayah di Papua di masa kini agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien. ...
229.
| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Siapakah Sukarno? Nasionalis? Islamis? Atau marxis? Sukarno sendiri mengakui bahwa Marx, Engels dan Lenin adalah tiga tokoh yang berpengaruh besar dalam pemikirannya. Lebih jauh ia menjadi anak sungai besar yang mengalirkan paham yang kemudian sohor disebut kiri dalam arus sejarah Indonesia. Sukarno memandang pemikiran kiri adalah api pembakar Revolusi Indonesia. Namun, apakah benar paham ini yang menjadi penyebab Revolusi Indonesia? Apakah Revolusi Indonesia adalah revolusi kiri? Sejauh ...
230.
Sandyakala Mataram
Sirnanya Impian Sang Khalifatullah Tanah Jawa
| Soft Cover, April 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
"Pemimpin tidak lahir tapi dibuat ditempa seperti keris pusaka dalam api dan penderitaan. Demikianlah dengan Pangeran Diponegoro. Sosok kepemimpinan diasah dengan pengalaman pahit dari masa kecilnya di Tegalrejo dan persentuhan dengan rakyat kebanyakan. Jauh sebelum istilah 'blusukan' menjadi keren pada era Gubernur DKI, Jokowi, Diponegoro sudah memberi contoh dari seorang pemimpin yang sangat merakyat. Novel ini dengan runtut dan rinci berhasil memakai fakta sejarah dan imajinasi ...
231.
232.
233.
| Soft Cover, Maret 2014 | Rp. 99.000 | Rp. 89.100 (10% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Menurut pengamatan dan penelusuran Dewi Anggraeni, Kerusuhan Mei 1998 adalah hasil rekayasa dari pihak-pihak yang memanfaatkan krisis ekonomi dan kondisi sosial-politik yang rawan, serta sentimen rasial yang sudah ada dan dibina dengan sengaja. Maka terja ...
234.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Setelah bala tentara Dai Nippon di Indonesia bertekuk lutut kepada pasukan Sekutu, Agustus 1945, sebagian anggotanya bergabung dengan kaum pemuda pejuang kemerdekaan Indonesia. Salah seorang di antaranya adalah perwira intelijen Tomegoro Yoshizumi, yang dibaiat Tan Malaka menjadi orang Indonesia dan diberi nama baru, Arif atau Bung Arif.
***
Buku ini tidak hanya ikut membuktikan keterlibatan mata-mata bagi masuk dan berkuasanya Bala Tentara Jepang di Nusantara, tetapi juga menyajikan ...
235.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Menyerahnya Belanda kepada Jepang pada Maret 1942 telah dianggap sebagai titik terakhir dari kekuasaan kolonialnya di Indonesia yang telah berlangsung selama tiga abad. Namun, tanpa peristiwa itu pun, sesungguhnya awal dari proses runtuhnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia telah nampak sejak permulaan abad ini ketika benih-benih nasionalisme Indonesia modern mulai menampakkan dirinya. Proses itu makin nyata pada pertengahan 1920-an hingga awal 1940-an dengan munculnya aspirasi dan ...
236.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
237.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Dalam Perang Jawa (1825-1830), ketokohan Pangeran Diponegoro sangat sentral dan menonjol. Oleh karena itu, penerbitan buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855) ini perlu diapresiasi. Karya biografi ini, yang bersama edisi Inggrisnya diterbitkan hampir serentak di Jakarta dan Oxford, ditulis sejarawan Prof. Dr. Peter Carey berdasarkan disertasinya. Buku ini mempermudah orang memungutnya sebagai bahan belajar yang kaya, inspiratif, dan produktif. Jakob Oetama
Otobiografi Babad ...
238.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Sebuah studi tentang Perang Diponegoro yang dalam sejarah kolonial dikenal sebagai perang terhebat dan memakan biaya sangat besar sehingga kas negara (Hindia Belanda) terkuras.
Sebuah studi tentang Perang Diponegoro yang sangat rinci. Perang yang dalam sejarah kolonial dikenal sebagai perang terhebat dan memakan biaya sangat besar sehingga kas negara terkuras itu dibahas dengan lengkap. Membaca buku ini seperti mengikuti sebuah laporan jalannya perang serta peristiwa-peristiwa yang ...
239.
Collapse
Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Ratusan peradaban telah bangkit dan runtuh sepanjang sejarah manusia. Setelah membahas bangkitnya peradaban dalam Guns, Germs & Steel, Jared Diamond melanjutkan dengan membahas keruntuhan berbagai peradaban masa lalu dan masa kini dalam Collapse.
Collapse menunjukkan apa arti penting aspek lingkungan bagi kelangsungan hidup kita sekarang, pelajaran dari keruntuhan maupun keberhasilan berbagai masyarakat, serta apa yang telah dan bisa dilakukan perorangan, badan usaha, dan negara untuk ...
240.
| Soft Cover, Maret 2014 | |||||
|
Stock tidak tersedia
|
|||||
Periode antara tahun 1840 dan 1949 merupakan masa-masa yang menggemparkan bagi China. Kaisar China terakhir, KaisarQing, secara resmi menyerahkan takhtanya pada tahun 1912. Tahun-tahun setelahnya kemudian menjadi masa-masa yang penuh kerusuhan dan kesengsaraan.
Sun Yat Sen adalah tokoh penting yang berperan besar dalam membentuk sejarah China modern. Ada banyak tokoh lain dalam pergeiutan kekuatan politik di China, antara lain Yuan Shikai, Kuomintang (KMT), dan Chinese Communist Party ...




Keranjang






