| Soft Cover, Januari 2026 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Air mata punya kebijaksanaannya sendiri. Ia hadir ketika beban terlalu berat untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia menjadi ruang bagi luka untuk bernapas. Dan air mata adalah bahasa tubuh yang paling jujur.
Sejak tragedi keji merenggut rahimnya, Tara kehilangan bukan hanya mimpinya, tapi juga air matanya. Dia mencoba segala cara untuk bertahan, tapi tak ada harapan yang tersisa setelah impiannya dan Raka untuk punya anak diambil langit. Rumah tangga mereka menjelma menjadi sandiwara di atas ...




Keranjang




