Masa ujian telah berlalu. Waktunya bagi lelaki itu untuk memulai karya. Dia melanjutkan langkah ke Galilea.
Saathi menempuh perjalanan sangat panjang dari Mataram menuju Batavia. Ia ingin mengadu nasib dengan mengamen, memohon belas kasihan warga kota besar di Hindia Barat ini. Begitu pun Gesù, naturalis dari Italia, berlayar ribuan mil dari Italia ke Batavia demi menyelesaikan misi dari gereja.
Akan tetapi, Batavia tidak pernah ramah kepada para pendatang seperti mereka. Saathi difitnah, bahkan dijebloskan ke penjara. Gesù harus menghadapi orang-orang licik yang terus memperlambat upayanya memburu pusaka gereja yang sangat penting dan penuh sejarah. Mereka terpaksa saling mengandalkan tanpa menyadari salah seorang dari mereka menyimpan kejutan berbahaya, dan siap menyingkap rahasia-rahasia besar.
Dan, sepanjang penantian mereka di Batavia, tercetuslah sebuah kisah perjalanan seorang lelaki yang diurapi ribuan tahun lalu; kisah yang mengajarkan kecintaan kepada Sang Kuasa dan sesama insan. Kelak, lelaki itu akan dielu-elukan dengan beragam nama: Mesias, Masyiakh, Al-Masih.
Nama aslinya Taufik Saptoto Rohadi, tapi ia lebih enjoy dipanggil dengan nama Tasaro GK. GK sendiri diambil dari nama daerah Tasaro berasal, yakni Gunung Kidul, Yogyakarta. Pria kelahiran 1 September ini telah menulis sejumlah buku dan novel. Diantaranya “Muhammad SAW : Lelaki Penggenggam Hujan”, “Galaksi Kinanthi” dan karyanya yang terbaru adalah “Nibiru Dan Kesatria Atlantis”. Sebuah novel yang disinyalir akan menjadi pesaing novel Harry Potter. Semua karya fiksinya lahir dari satu kebiasaan kecil yang tidak pernah dihilangkannya, yakni berkhayal.
Saat membuat novel, Tasaro GK mengaku tidak banyak menemui hambatan. “Sebab menulis sudah menjadi bagian dari diri saya. Ditambah saya seorang pengkhayal tingkat tinggi. Alhamdulillah belum pernah kehabisan ide karena mengkhayalnya gak pernah putus, hahaha,” gelaknya membuka perbincangan saat ditemui perempuan.com disela-sela peluncuran buku “Nibiru Dan Kesatria Atlantis”, beberapa waktu lalu. Karena sudah menjadi bagian inilah, menulis novel setebal 704 halaman itu pun menjadi sebuah hal yang biasa untuk Tasaro.
Ide dari pembuatan Nibiru sendiri berawal dari rasa penasaran Tasaro pada fenomena teknologi canggih masa lampau, seperti gambar pesawat di salah satu dinding piramida. Gambar-gambar tersebut ditemukan pada balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno, yang lokasinya berada di Abydos, beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan ...