Pencarian

Brand
Tempo


Format
(30)
Soft Cover (25)

Bahasa
(30)
Indonesia (25)

Hasil: 21 - 40 dari 55
GRIDLIST
21.
April 2017
Stock tidak tersedia
WHO was Sjam, a man with five aliases? Who was this native of Tuban, East Java, who was an atheist yet known to be good at reciting verses from the Qur’an? Was he a double agent or just a loyal follower of PKI Chairman D.N. Aidit? The G30S tragedy is a mystery whose secrets have never been fully uncovered. Sjam Kamaruzaman is an important figure in the chaos ...
22.
April 2017
Stock tidak tersedia
Setiap pembangunan niscaya membawa pergeseran nilai. Dan Bali tak luput dari hukum besi itu. Bahkan di sini -- sebuah kawasan yang paling gencar dilanda industri pariwisata -- gerak laju pergeseran nilai berjalan jauh lebih cepat dan bagi banyak pihak terasa mencemaskan: akan ke mana Bali dengan khasanah kebudayaannya yang luhur itu? Buku ini memotret perubahan sosial pada masyarakat Bali, dan penulisnya, Putu Setia, melalui perenungan dan pengamatan dari dekat, mempertanyakan perubahan sosial ...
23.
April 2017
Stock tidak tersedia
SETIAP tempat kerja adalah juga sebuah tempat belajar. Di mana saja. Di ruang-ruang kantor TEMPO, belajar adalah bagian dari tugas sehari-hari. Ini bukan sekedar sebuah catatan nostalgis tentang sebuah majalah yang kami kerjakan dan kami rawat baik-baik dan kemudian dibunuh pemerintah. Jika saya katakan belajar adalah bagian dari tugas, agaknya itu lumrah bagi TEMPO: TEMPO, sebagai majalah berita mingguan, adalah semacam pipa saluran: informasi mengalir masuk lewat pita rekaman wawancara, ...
24.
April 2017
Stock tidak tersedia
"Ramadan, bulan penuh berkah yang dinanti umat muslim. Banyak cara menyambut bulan nan suci ini. Diantaranya kita mengenal tradisi bersih-bersih menjelang Ramadan sebagai simbol penyucian diri di daerah Solo, Klaten, Yogyakarta dan sekitarnya terdapat mandi padusan, di Riau dikenal dengan mandi Balimau Kasai, daearah Banyumas suci diri dikenal dengan istilah nyadran, lalu dandangan di daerah Kudus, dugduren di Semarang, Meugang di Aceh. Selama Ramadan masyarakat Bali mengenal tradisi ...
25.
Wayang dan Topeng : tradisi menjadi seni Single Edition oleh Sita Planasari Aquadini et.al
April 2017
Stock tidak tersedia
"Pementasan wayang erat kaitannya dengan tradisi budaya di Indonesia. Namun kini wayang lebih merupakan pementasan seni. Pada mulanya wayang digunakan untuk menyebaran ajaran agama Islam. Terutama pada jenis wayang golek yang berkembang di Cirebon, Jawa Barat. Jika wayang golek bernafaskan ajaran Islam. Pementasan wayang kulit hadir bersamaaan dengan masuknya ajaran Hindu di Pulau Jawa. Hal ini berkaiatan dengan penokohan wayang kulit yang diangkat dari kisah klasik Mahabarata dan ...
26.
April 2017
Stock tidak tersedia
"It's about Tempo traveled of the Great Postal Road, from Anyer to Panarukan. To commemorate construction of historical highway. Herman Willem Daendels, the Dutch East Indies 36th governor-general, sought to stamp out feudalism in traditional Indonesian society. Hence his disdain for any show of royal respect for the kings of Yogyakarta and Surakarta. On May 5, 1808, he ordered the construction of the Great Postal Road (De Grote Postweg). The first stretch connected Buitenzorg ...
27.
April 2017
Stock tidak tersedia
He was a boy scout with the Hizbul Wathan movement and a teacher at a Muhammadiyah school. But during the Japanese occupation, Sudirman enlisted in the military, where at the age of 29 he was elected commander of the People’s Defense Army. Remembered as a simple general who was close to his troops, Sudirman set the foundations of the Indonesian Military. ...
28.
April 2017
Stock tidak tersedia
DURING his 32 years in power Suharto had plenty of opportunities to do good and bad—which he did, alternately. However, there was a process which seemed to go on forever under his administration, the length of which could only be outdone by Cuba’s Fidel Castro. This process was centralization, and even personalization, with figurehead Suharto as the nucleus of the entire nation. ...
29.
April 2017
Stock tidak tersedia
Dan sampailah buku ini di tangan Anda. Lalu apa? Seketika meletakkannya di rak buku? Sekadar membolak-balik halamannya? Atau membaca tulisan satu-dua penulis yang Anda kenal. Atau mungkin Anda membaca sedikit, seperempat, separuh, atau sebagian besar buku ini. Bagi Tempo Institute—barangkali juga bagi Garuda Indonesia dan GE, yang menjadi mitra kami tahun ini—semua pilihan itu sepenuhnya milik Anda. Bila Anda tak membacanya sama sekali, satu kesempatan telah terbuang percuma. Anda terlewat ...
30.
April 2017
Stock tidak tersedia
Sutan Sjahrir was one of the seven Fathers of Indonesian Revolution. He urged Sukarno and Hatta to declare Indonesian independence although he himself was not present on the big day. He chose an elegant way to drive the Dutch out of Indonesia, a way which was opposed by the other Fathers of Indonesian Revolution. His anti-fascist, anti-military ideology was criticized ...
31.
April 2017
Stock tidak tersedia
SUKARNO, the nation’s first president, acknowledged that Haji Oemar Said Tjokroaminoto changed his life around. He was not only Sukarno’s father-in-law, he was also his political guru and of other independence movement leaders, such as Semaoen, Musso, Alimin and Kartosoewirjo. But in the end, the mentor of our founding fathers stood alone ...
32.
Tokoh + Pokok Single Edition oleh Goenawan Mohamad
April 2017
Stock tidak tersedia
SEJARAH dibentuk oleh orang-orang tak bernama. Mereka beragam tanpa batas, silang surup, timbul lalu lenyap, dilanjutkan atau tidak. Tapi dalam politik pembebasan, massa yang tak bernama itu punya paradoksnya: ia menggerakkan, membentuk, melahirkan tokoh-tokoh. ...
33.
April 2017
Stock tidak tersedia
HE was the first important figure who conceived of and wrote about the Republic of Indonesia. Muhammad Yamin called him, “Father of the Republic of Indonesia.” Following the declaration of independence he mobilized the youth for a mass rally at the Ikada Square on September 19, 1945. Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries ...
34.
April 2017
Stock tidak tersedia
This book, Tempo attempted to view the events of 1965 from perspective of the killers. We have no intention of condemning or judging them. Indonesian politics at that time were extremely complex. Before the September tragedy, the conflict between the PK and other political parties had  reached a boiling point. The PKI, feeling it had the upper hand, imposed various kinds of pressure on resodents who remained apolitical who espoused different political views. When the poweer dynamic ...
35.
Marxisme, Seni, Pembebasan oleh Goenawan Mohamad
April 2017
Stock tidak tersedia
Sinopsis Buku Buku Marxisme, Seni, Pembebasan karya Goenawan Mohamad merupakan sebuah kumpulan esai yang membahas tentang filosofi Marxisme dan hakekat paling dasar dari manusia untuk bebas berekspresi. Buku ini dibuka oleh sebuah esai yang menceritakan tentang peristiwa Manifestasi Kebudayaan (yang kemudian disingkat menjadi Manikebu oleh PKI) di tahun 1963-1964. Esai GM tentang peristiwa Manifestasi Kebudayaan cukup mengobati sedikit amnesia sejarah bangsa ini. Isi dari Manifestasi ...
36.
April 2017
Stock tidak tersedia
"Empat dasawarsa terlampaui, tapi sejarah kelam Malapetaka 15 Januari masih belum sepenuhnya terang. Hari itu, kerusuhan besar mengguncang Ibu Kota. Setelah mahasiswa turun ke jalan, gelombang massa membakar ratusan mobil, sepeda motor, toko, kantor, dan pabrik. Tentara dan polisi kewalahan. Inilah rusuh pertama di era Soeharto, yang baru beberapa tahun memimpin Republik. Ada yang menyebut ini buntut seteru para jenderal di sekitar Presiden. Amuk massa 15 Januari, empat puluh tahun ...
37.
April 2017
Stock tidak tersedia
"BUKU tentang Abdurrahman Wahid atau buku yang berisi tulisan buah pikir Abdurrahman Wahid sudah banyak diterbitkan. Begitu Kiai Ciganjur -yang akrab disapa Gus Dur - ini memegang tampuk pimpinan nasional sebagai presiden Republik Indonesia keempat, para penerbit seperti berlomba menerbitkan buku yang ada kaitannya dengan Gus Dur. Tentu saja hal ini menggembirakan, karena masyarakat disuguhi banyak hal tentang profil, pemikiran, dan tingkah laku presiden kita ini. Buku ini salah satu di ...
38.
Cari Angin oleh Putu Setia
April 2017
Stock tidak tersedia
"Menonton peristiwa sosial politik di Tanah air saat ini tidak berbeda dengan menonton sepak bola. Bisa menyaksikan langsung dari tempat kejadiannya bersama puluhan ribu orang tentu saja dengan resiko babak belur kalau kebetulan terjadi kerusuhan. Atau duduk di depan televisi sambil minum kopi dan makan kacang. sama - sama bisa bersorak, berteriak dan juga memaki - maki. nCari Angin mengajak kita menonton ""permainan bola"" sambil leyeh - leyeh lesehan. Santai tapi seru. Yang ditonton pun ...
39.
April 2017
Stock tidak tersedia
Mohammad Natsir (July 17, 1908-February 6, 1993) was a prominent Indonesian politician in the early independence of Indonesia.His life was not as colorful or dramatic as a stage play, but the example set by this person, who had a talent for combining words with deeds, was nothing less than remarkable ...
40.
April 2017
Stock tidak tersedia
Many know him as an Indonesian Communist Party leader during the rebellions of 1926 and 1948, the first of which was against the Netherlands Indies colonial government, while the second, in Madiun, East Java, was against the newly established Indonesian government. His name was Musso, a son of Kediri known for his religious diligence as a child ...