Pencarian

Brand
Tempo
Kategori
Buku
Non Fiksi
Lainnya (31)


Format
(21)
Soft Cover (10)

Bahasa
(21)
Indonesia (10)

Hasil: 1 - 20 dari 31
GRIDLIST
1.
Soft Cover, Desember 2022 Rp. 145.000 Rp. 116.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Buku ini bukan nostalgia, tapi buku ini dihimpun dari sejumlah artikel perjalanan---sesuatu yang dilakukan bukan tanpa maksud. Dalam perjalanan, kita bertemu dengan hal-hal baru yang mungkin asing, mengejutkan, dan mengandung suspens---excitement yang diharapkan dapat juga dirasakan pembaca. Jurnalisme pada akhirnya adalah ikhtiar untuk berbagi. Lewat reportase, ikhtiar itu di wujudkan melalui karya jurnalistik yang diharapkan mengendap dan menjadi sedimen. Lewat liputan perjalanan, pembaca ...
2.
The Complete Guide to Blockchain oleh Douglas Tjokrosetio
Soft Cover, Maret 2022 Rp. 188.000 Rp. 150.400 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
"Buku ini membagikan pengetahuan penting tentang sesuatu yang sedang menggejala luas di Indonesia, tapi sesungguhnya belum banyak dipahami secara memadai oleh masyarakat. Apresiasi dan ucapan selamat patut diberikan kepada penulis yang telah mencoba menghadirkan pengetahuan tentang blockchain secara komprehensif dan mudah dipahami untuk publik Indonesia." Sony Subrata (Pengamat Komunikasi Digital) "Buku ini ditulis dengan sangat baik, mudah dipahami dan mencakup segala ...
3.
Soft Cover, Februari 2022 Rp. 110.000 Rp. 88.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Di masa lalu, Afganistan seperti negeri dongeng. Alamnya sangat indah. Dataran tingginya memiliki bukit yang berlapis-lapis yang menjaga dari kekejaman cuaca yang kerap tak menentu. Lembahnya yang subur menjadi begitu berwarna-warni di musim semi, saat mereka merayakan Nauruz di bulan April. Sungai-sungainya mengalirkan air yang sangat dingin, dari es di gunung-gunung tertinggi mereka yang meleleh di musim panas. Masyarakatnya hidup dalam damai. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional ...
4.
No Image Available
Soft Cover, September 2021 Rp. 69.000 Rp. 55.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Pada 1990, menjelang usia setengah abas, Goenawan pernah menulis sajak Nota untuk Usia 49. Ia mencatat umur yang sedang matang-matangnya itu sebagai "oase tempat terakhir burung-burung". Dekade berlalu dan oase itu mungkin telah menjadi danau. Kita tahu hari ini metafora itu tak sepenuhnya tepat: Goenawan dikaruniai umur panjang dan unggas-unggas itu boleh jadi telah pergi atau malah beranak-pinak di sana. (Arif Zulkifli, Nota untuk Usia 8o) Dalam berbagai kesempatan, baik di ...
5.
Catatan Dari Tepi Hutan oleh Bambang Supriyanto
Soft Cover, Januari 2020 Rp. 50.000 Rp. 40.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Perhutanan sosial adalah paradigma baru mengelola hutan yang inklusif dan berkelanjutan, yakni dengan melibatkan masyarakat yang sudah hidup bersama rimba dalam waktu lama, dengan kearifan-kearifan yang tak tepermanai. Kelestarian ekologi sekaligus bisa meningkatkan ekonomi dan meredakan konflik sosial. kebijakan publik yang amat kompleks diterangkan dengan memikat dari perspektif personal. ...
6.
Catatan Pinggir 13 oleh Goenawan Mohamad
Soft Cover, November 2019 Rp. 100.000 Rp. 80.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
salah satu ciri sekaligus kekuatan Catatan Pinggir adalah kutipan pustakanya yang sangat luas dan beragam. Dari yang jadul sampai yang terbaru, mulai yang pop hingga yang serius, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Kutipannya terhadap buku-buku tersebut dalam waktu yang lama telah menjadi acuan bagi saya mungkin juga bagi banyak pembaca akan sebuah bacaan yang bagus dan menarik. Sebenarnya selalu ada bahaya ketika seorang penulis mengutip atau menukil pendapat dari sebuah buku. Bahaya ini ...
7.
No Image Available
The Blindfolded Queen oleh Goenawan Mohamad
Soft Cover, Agustus 2018 Rp. 109.000 Rp. 87.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
8.
Catatan Pinggir 12 oleh Goenawan Mohamad
Soft Cover, Maret 2018 Rp. 100.000 Rp. 80.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
9.
Dibalik Investigasi Tempo 02 oleh MUHAMMAD TAUFIQUROHMAN, MUSTAFA SILALAHI
Soft Cover, Maret 2018 Rp. 90.000 Rp. 72.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
10.
April 2017
Stock tidak tersedia
THE name of Sarwo Edhie Wibowo, alongside Suharto’s, rocketed to prominence after the political upheaval of 1965. As commander of the Army Para-Commando Regiment or RPKAD, Colonel Sarwo Edhie spearheaded the operations that would annihilate the PKI, the Indonesian Communist Party ...
11.
April 2017
Stock tidak tersedia
WHO was Sjam, a man with five aliases? Who was this native of Tuban, East Java, who was an atheist yet known to be good at reciting verses from the Qur’an? Was he a double agent or just a loyal follower of PKI Chairman D.N. Aidit? The G30S tragedy is a mystery whose secrets have never been fully uncovered. Sjam Kamaruzaman is an important figure in the chaos ...
12.
April 2017
Stock tidak tersedia
Setiap pembangunan niscaya membawa pergeseran nilai. Dan Bali tak luput dari hukum besi itu. Bahkan di sini -- sebuah kawasan yang paling gencar dilanda industri pariwisata -- gerak laju pergeseran nilai berjalan jauh lebih cepat dan bagi banyak pihak terasa mencemaskan: akan ke mana Bali dengan khasanah kebudayaannya yang luhur itu? Buku ini memotret perubahan sosial pada masyarakat Bali, dan penulisnya, Putu Setia, melalui perenungan dan pengamatan dari dekat, mempertanyakan perubahan sosial ...
13.
April 2017
Stock tidak tersedia
"It's about Tempo traveled of the Great Postal Road, from Anyer to Panarukan. To commemorate construction of historical highway. Herman Willem Daendels, the Dutch East Indies 36th governor-general, sought to stamp out feudalism in traditional Indonesian society. Hence his disdain for any show of royal respect for the kings of Yogyakarta and Surakarta. On May 5, 1808, he ordered the construction of the Great Postal Road (De Grote Postweg). The first stretch connected Buitenzorg ...
14.
April 2017
Stock tidak tersedia
He was a boy scout with the Hizbul Wathan movement and a teacher at a Muhammadiyah school. But during the Japanese occupation, Sudirman enlisted in the military, where at the age of 29 he was elected commander of the People’s Defense Army. Remembered as a simple general who was close to his troops, Sudirman set the foundations of the Indonesian Military. ...
15.
April 2017
Stock tidak tersedia
DURING his 32 years in power Suharto had plenty of opportunities to do good and bad—which he did, alternately. However, there was a process which seemed to go on forever under his administration, the length of which could only be outdone by Cuba’s Fidel Castro. This process was centralization, and even personalization, with figurehead Suharto as the nucleus of the entire nation. ...
16.
April 2017
Stock tidak tersedia
Sutan Sjahrir was one of the seven Fathers of Indonesian Revolution. He urged Sukarno and Hatta to declare Indonesian independence although he himself was not present on the big day. He chose an elegant way to drive the Dutch out of Indonesia, a way which was opposed by the other Fathers of Indonesian Revolution. His anti-fascist, anti-military ideology was criticized ...
17.
April 2017
Stock tidak tersedia
SUKARNO, the nation’s first president, acknowledged that Haji Oemar Said Tjokroaminoto changed his life around. He was not only Sukarno’s father-in-law, he was also his political guru and of other independence movement leaders, such as Semaoen, Musso, Alimin and Kartosoewirjo. But in the end, the mentor of our founding fathers stood alone ...
18.
Tokoh + Pokok Single Edition oleh Goenawan Mohamad
April 2017
Stock tidak tersedia
SEJARAH dibentuk oleh orang-orang tak bernama. Mereka beragam tanpa batas, silang surup, timbul lalu lenyap, dilanjutkan atau tidak. Tapi dalam politik pembebasan, massa yang tak bernama itu punya paradoksnya: ia menggerakkan, membentuk, melahirkan tokoh-tokoh. ...
19.
April 2017
Stock tidak tersedia
HE was the first important figure who conceived of and wrote about the Republic of Indonesia. Muhammad Yamin called him, “Father of the Republic of Indonesia.” Following the declaration of independence he mobilized the youth for a mass rally at the Ikada Square on September 19, 1945. Tan Malaka could be called Indonesia’s most mysterious independence figure. He lived on the run in 11 countries ...
20.
April 2017
Stock tidak tersedia
This book, Tempo attempted to view the events of 1965 from perspective of the killers. We have no intention of condemning or judging them. Indonesian politics at that time were extremely complex. Before the September tragedy, the conflict between the PK and other political parties had  reached a boiling point. The PKI, feeling it had the upper hand, imposed various kinds of pressure on resodents who remained apolitical who espoused different political views. When the poweer dynamic ...