| Soft Cover, Maret 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
21.
No Image Available
27.
| Soft Cover, Juli 2011 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"""Pagi terkadang punya melankolinya sendiri: saat sejuk yang menandai bahwa istirahat, seperti nikmat, hanya sebuah jeda.
Banyak hal tentang pagi yang ternyata tak sekadar penanda waktu. Banyak kisah yang bisa dituturkan dari sebuah pagi. Tentang kemuning, tentang harapan, burung-burung yang terus sibuk tanpa harus memilih sikap, multiplisitas yang tak tepermanai, dan tentang repetisi yang juga kelahiran kembali.
Semua kisah tentang pagi ini dihimpun dari sekian banyak tweet Goenawan ...
28.
| Soft Cover, Juli 2011 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Salah satu kebahagiaan di negeri Twitter: menemukan mereka yang menyukai percakapan, bukan permusuhan.
13 Februari 2011, 07:25
Meski bersifat pendek, Twitter memiliki pesona dan kekuatan tersendiri dalam ranah media sosial. Justru dalam batasan ruangnya, Twitter mampu menghimpun pesan-pesan yang langsung menuju sasaran. Kebebasan berpendapat di dalam Twitter membuat dinamika media ini begitu hidup, sekaligus menjadikan nilai sebuah pendapat lebih absolut ketimbang sosok atau figur ...
29.
No Image Available
| Soft Cover, November 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kurangnya penelisikan mengenai persepsi Pramoedya yang kompleks terhadap RRC sesungguhnya menghalangi kita untuk bisa memahami Pramoedya secara lebih utuh, terutama peran pentingnya dalam gerakan kebudayaan kiri Indonesia selama paruh pertama dekade 1960-an. Hong Liu (Direktur Centre for Chinese Studies dan Confucius Institute University of Manchester, Inggris).
Membaca Hoakiau di Indonesia membuat saya tercengang akan kukuhnya Pram dengan argumentasi. Ia siap dengan catatan sejarah, ...
30.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Surti dan Tiga Sawunggaling
Novel Goenawan Mohamad
Aku lihat suamimu. Dari ketinggian sepohon nyiur aku lihat suamimu. Ia menyebrangi titian itu. Melihat dia, hantu perempuan menutup wajahnya yang menakutkan. Dengan daun-daun. Aku bertanya kenapa ia berbuat begitu. Ia menjawab, "Karena orang itu akan mati sebelum hari Sabtu." Bulan kelihatan rendah, di dekat gumuk. Suamimu tentu saja tak melihatnya. Capingnya yang lebar menutupi pandangan ke atas, dan ia berjalan dengan mata melihat ke ...
31.
| Soft Cover | Rp. 65.000 | Rp. 52.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Ada 99 esai pendek dalam buku ini. Jika boleh menirukan karya Roestam Effendi yang terbit tahun 1925, Pertjikan Permenoengan, ke 99 esai itu adalah semacam percikan. Mereka terkadang bisa dibaca sebagai bagian yang saling mendukung atau saling membantah, terkadang bisa dibaca sebagai tulisan yang berdiri sendiri-sendiri.
Semuanya ditulis di masa yang seperti kita alami sekarang, ketika Tuhan tak bisa ditolak dan agama bertambah penting dalam hidup orang banyak, memberi kekuatan, ...
32.
No Image Available
Pemerhati sastra Indonesia terpandang A. Teeuw, berkomentar "Berbeda dengan dua kumpulan sebelumnya, buku ini menyajikan sajak-sajaknya menurut urutan kronologi tahun produksinya dengan satu kecualiannya: sajak penutup, berjudul "Meditasi...". ...
33.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Inilah himpunan lengkap pertama puisi-puisi dari lima windu karir Goenawan Mohamad, sang penyair, eseis dan wartawan Indonesia.
***
"... ciri khas yang paling menonjol, dan yang menjadikan puisi ini mempesona dan sekaligus sering sukar dipahami secara rasional ialah semantik kata. Metaforiknya sangat orisinal, kaya dan kuat, acap kali mengejutkan atau membingungkan .... Lebih khas lagi cara sajak Goenawan Mohamad sering mempertahankan asosiasi yang ditimbulkan oleh metafor atau perumpamaan ...




Keranjang




