| Soft Cover, Agustus 2008 | Rp. 25.000 | Rp. 18.750 (25% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
41.
No Image Available
42.
| Soft Cover, Juli 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dalam diri kita terdapat cahaya suci (nurani) yang senantiasa ingin menatap Yang Mahacahaya (Tuhan). Karena dalam kontak dan kedekatan antara nurani dan Tuhan itulah muncul kedamaian serta kebahagiaan yang paling prima. Dahaga dan kerinduan mendekati Tuhan ini bukanlah hasil rekayasa pendidikan (kultur) melainkan fitrah (natur) manusia yang paling dalam.
Agama hadir, tutur buku ini, untuk mendampingi manusia supaya mereka tidak salah dalam mengembangkan fitrah (bakat bawaan)-nya itu. ...
43.
No Image Available
| Soft Cover, Maret 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Rahasia dari segala “Rahasia Kebahagiaan Sejatiâ€
Lebih dari 14 abad silam Rahasia Sejati itu telah terungkap. Barangkali Rahasia Sejati itu sering juga Anda genggam dan dibaca berulang kali oleh banyak orang. Namun, masih banyak yang belum tahu bagaimana memahami dan menerapkannya, hingga akhirnya tersesat dalam ‘kebahagiaan semu’. THE PROPHETS (AL-ANBIYA) Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. ...
44.
No Image Available
| Soft Cover, 2008 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sudah menjadi sunatullah bahwa manusia di dunia ini majemuk (plural), baik suku, bangsa maupun agama. Sebagai agama yang universal, Islam mengakui keberagaman ini dan memiliki sikap yang jelas dan tegas.
Sejarah telah membuktikannya. Selama suatu negeri berada dalam naungan syariat Islam, tidak terjadi penindasan terhadap suku bangsa atau pemeluk agama minoritas. Semuanya dihormati sesuai dengan kapasitasnya. Semuanya sama di hadapan syariat Islam.
Islam memiliki rambu-rambu dalam ...
45.
| Soft Cover | Rp. 74.000 | Rp. 59.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Saat ini, terdapat dua sikap yang ditampilkan masyarakat dalam memperlakukan agama, yang kedua-duanya justru membahayakan bagi agama itu sendiri. Sebagian menganggap agama tidak lagi relevan dengan rasionalitas zaman—karena apa yang ditawarkan agama sudah dapat dipenuhi oleh sains, kapitalisme, dan otoritas politik. Sebaliknya, sebagian yang lain menjalankan agama dengan fanatisme berlebihan hingga agama menjelma menjadi doktrin yang dibarengi sikap kaku terhadap berbagai ...
48.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Ingin sukses seperti cara Nabi Yusuf dan Nabi Sulaiman? Rasarasanya tidak mungkin karena kita hidup pada masa sekarang, sedangkan mereka hidup pada ribuan tahun silam. Kondisi dan kesulitan hidup yang dihadapi manusia saat ini tentu Sudah jauh berbeda.
Tetapi, bukankah al-Quran itu HIDUP SEPANJANG ZAMAN? Segala persoalan duniawi dapat ditemukan solusinya jika dikembalikan kepada al-Quran. Mutiara kisah Nabi Yusuf dan Nabi Sulaiman yang terkandung tidak akan lekang meski melampaui waktu dan ...
50.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Rindu kita kepada Muhammad Saw. adalah rindu yang berjarak. Tak pernah kita melihat sosoknya; seperti juga Muhammad Saw. yang tak pernah menyaksikan kita tapi terus mendoakan. Tak pernah kita bersua dengannya; seperti juga Muhammad Saw. yang tak menjumpai kita, tapi sangat ingin menyambut kita di telaganya. Dan karenanya, adakah harapan yang lebih tinggi daripada keinginan untuk bertemu dan memeluk sang Nabi? Pupuklah harapan itu, rawatlah kerinduan kita kepada sosok Nabi yang ...
51.
No Image Available
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Shalat tahajud merupakan sebuah karunia yang besar, Melalui shalat tahajud yang ikhlas, khusyuk, dan rutin akan membawa kemuliaan bagi orang muslim yang beriman. Allah Swt telah menggambarkan betapa shalat tahajud telah diberi kedudukan yang istimewa, demikian pula bagi orang yang melaksanakannya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, "Dari Abi Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Shalat mana yang paling afdhol setelah shalat fardhu? Rasulullah Saw ...
55.
No Image Available
Memahami Bahasa Agama
Sebuah Kajian Hermeneutika
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Memahami kehendak Tuhan dalam kitab suci tidak pernah sepi dalam konstruksi mental yang netral. Penafsiran pun senantiasa diwarnai konstalasi klaim-klaim kebenaran. Namun karena isfata, pemahaman, dan pengetahuan manusia bersifat partikular, pencarian makna final dari teks-teks Tuhan dalam sejarah tidak pernah berakhir.
Buku ini mengklarifikasi asumsi-asumsi yang tidak pernah kita sadari ketika kita membaca, merenungi, dan berdialog dengan teks kitab suci. Dengan begitu, penulisnya ...




Keranjang




