Kisah sejati yang menggugah dan patut diteladani tentang hubungan kasih sayang yang abadi antara seorang anak dan ibunya.
Daoed Joesoef adalah mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) yang sejak kecil gemar belajar. Saat beranjak dewasa, dia sengaja merantau, meninggalkan kampung halaman, semata-mata untuk memburu ilmu pengetahuan. Daoed JOESOEF menyadari, tuntunan ibunyalah yang telah mengubah dirinya dari sekadar anak Kampung Darat di Medan, Sumatera Utara, menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Docteur d'etat es sciences economiques dari Universite Pluridisiplinaires Pantheon-Sorbonne di Paris, Perancis. Emak di Medan dan sekitarnya adalah sebutan untuk Ibu. Emak dari Daeoed JOESOEF adalah seorang perempuan yang tak pernah mengenyam pendidikan formal nonreligius, namun amat menyadari kemuliaan panggilan alami keibuan. Dia menghayati pesan Rasulullah agar manusia menuntut ilmu pengetahuan dan belajar seumur hidup. Sang ibunda ini membesarkan anak-anaknya dengan cinta kasih, kearifan, pengertian, dan tanggung jawab yang tinggi. Dia mengajarkan anak-anaknya agar selalu memperhatikan nasib sesama manusia dan menjaga elestarian alam. Dia adalah perempuan yang lemah lebut, feminin, dan santun, namun bisa pula bersikap tegas dalam mempertahakan prinsip hidup. Karenanya, bagi Daoed JOESOEF, Emak adalah segala-galanya, jauh melebihi bidadari.