| Soft Cover, April 2021 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
1.
No Image Available
2.
| Soft Cover, Maret 2018 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Rendra dijuluki “Si Burung Merak” bukan hanya karena pesonanya di atas panggung saja. Tapi, memang begitulah ia. Sesosok pribadi yang penuh vitalitas dan gairah. Seorang pecinta, bak merak yang merentangkan ekor cantiknya untuk menarik perhatian sang kekasih. Untuk merekalah, para kekasih, ia tuangkan cintanya lewat puisi. Di dalam buku ini, terangkum puisi-puisi cinta Rendra dari tiga masa. Puisi-puisi masa mudanya begitu sederhana, tapi manis dan jenaka. Puisi-puisi masa dewasanya terasa ...
3.
| Soft Cover, Tanda Tangan, November 2017 | Rp. 11.500 | Rp. 9.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Rio begitu terobsesi dengan mobil jeep hijau yang menghuni garasi rumahnya. Setiap saat, dia berharap bersama mobil itu akan mampu memupus kerinduannya kepada sosok bernama Indah. Tetapi, rasa sepi dan hampa malah makin menggigit. Kuku mengemudi mobilnya kencang-kencang. Memacari seorang pembunuh adalah pilihan yang tak pernah ada dalam kamusnya, apalagi pembunuh yang mencabut nyawa kekasihnya. Bagi Rio, Kuku, dan manusia-manusia lainnya, mobil jeep hijau itu bukanlah sekadar kendaraan ...
4.
| Soft Cover, November 2017 | Rp. 11.500 | Rp. 9.200 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
Rio begitu terobsesi dengan mobil jeep hijau yang menghuni garasi rumahnya. Setiap saat, dia berharap bersama mobil itu akan mampu memupus kerinduannya kepada sosok bernama Indah. Tetapi, rasa sepi dan hampa malah makin menggigit.
Kuku mengemudi mobilnya kencang-kencang. Memacari seorang pembunuh adalah pilihan yang tak pernah ada dalam kamusnya, apalagi pembunuh yang mencabut nyawa kekasihnya.
Bagi Rio, Kuku, dan manusia-manusia lainnya, mobil jeep hijau itu bukanlah sekadar kendaraan ...
5.
| Soft Cover, Juli 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pergi adalah kemestian bagi seorang anak.
Pergilah.
Bertualanglah.
Jangan hilang.
Dan di antara segala kemungkinan, pulang semata satu pilihan.
Kita tahu, ingatan tidak butuh jam tangan—hanya seseorang di kejauhan.
Sebelum rela kau kulepaskan, apa pun kelak menimpa hidupmu, aku ibumu selamanya.
Pergilah.
Kau tidak boleh merasa iba dan bersalah.
Biarkan jiwaku menghutan bersama waktu dan pertanyaan:
Di mana sesungguhnya ingatan berumah.
Dikepala. ...
6.
| Soft Cover, Tanda Tangan, Juni 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
pergi adalah kemestian bagi seorang anak. pergilah. bertualanglah. jangan hilang. dan di antara segala kemungkinan, pulang semata satu pilihan. kita tahu, ingatan tidak butuh jam tangan—hanya seseorang di kejauhan. sebelum rela kau kulepaskan, apa pun kelak menimpa hidupmu, aku ibumu selamanya. pergilah. kau tidak boleh merasa iba dan bersalah. biarkan jiwaku menghutan bersama waktu dan pertanyaan: ...
7.
| Soft Cover, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dia dipuji sekaligus dicaci, dicintai sekaligus dibenci. Dialah Yesus sang Anak Manusia. Melalui buku ini, Kahlil Gibran mengajak kita melihat sosok Yesus dari berbagai sudut pandang, melalui kesaksian orang-orang yang pernah bersinggungan dengannya—baik kawan maupun lawan, kerabat maupun orang asing.
Gaya bercerita Gibran yang unik mampu menciptakan sebuah pengalaman membaca yang kaya dan menyeluruh. Keunikan tersebut pun diterjemahkan dengan magis oleh Sapardi ...
8.
| Hard Cover, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dengan sensitivitasnya yang luar biasa, Kahlil Gibran merajut sebuah kisah cinta tentang sepasang kekasih yang indah dan menggelora. Namun, cinta mereka bukanlah tanpa halangan. Tradisi, tabu, politik, dan ketidakadilan menjadi penghalang bagi keduanya untuk bersatu. Sederhana, tetapi penuh makna. Itulah yang membuat karya Gibran begitu dekat di hati pembacanya. Diterjemahkan secara langsung oleh Sapardi Djoko Damono, penyair legendaris Indonesia, menjadikan napas liris dan puitis ...
9.
| Hard Cover, Mei 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tokoh di dalam buku ini, Almustafa, hendak kembali ke negerinya dengan menaiki sebuah kapal. Keberangkatannya tertunda oleh pertanyaan-pertanyaan tentang misteri kehidupan yang diajukan oleh penduduk kota. Wejangan-wejangan yang disampaikan oleh Almustafa bertujuan untuk memerdekakan pikiran siapa pun yang menyimaknya. Almustafa—yang dalam edisi bahasa Inggris berjudul The Prophet—adalah mahakarya Gibran yang telah menginspirasi banyak orang, termasuk penyair ...
10.
| Soft Cover, Maret 2017 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sebagai seorang penyair besar, aktor panggung, dan cerpenis andal, W.S. Rendra memiliki segudang pengalaman. Pengalaman-pengalamannya, ditambah dengan pergaulannya yang luas, menjadi sumber inspirasi tiada batas bagi Rendra dalam berkarya. Itulah yang membuat karya-karya Rendra begitu kaya. Cerpen-cerpennya pun berisi pemahaman mendalam tentang sifat-sifat manusia yang memiliki jalan hidupnya masing-masing. Tema cinta masih mendominasi, meski tak melulu tentang sepasang kekasih. ...
11.
| Soft Cover, Juli 2016 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Nama Rendra sudah menjadi semacam mitos dalam ranah sastra Indonesia. Gebrakannya dalam kemunculan puisi-puisi baladanya, atau teater “mini kata”-nya, atau puisi-puisi pamfletnya yang seakan menjadi penanda kegairahan dunia sastra di Indonesia. Sebagai seorang penyair, Rendra juga dikenal memiliki keunikan dalam mengolah filsafat, agama, dan dunia mistik ke dalam sajak-sajaknya. Dengan keanggunan seekor burung merak, dia bergerak dari satu tepian ke tepian ...
12.
| Soft Cover, September 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kekasihku seperti burung murai suaranya merdu. Matanya kaca hatinya biru. Kekasihku seperti burung murai bersarang indah di dalam hati. Rendra dijuluki “Si Burung Merak” bukan hanya karena pesonanya di atas panggung saja. Tapi, memang begitulah ia. Sesosok pribadi yang penuh vitalitas dan gairah. Seorang pecinta, bak merak yang merentangkan ekor cantiknya untuk menarik perhatian sang kekasih. Untuk merekalah, para kekasih, ia tuangkan cintanya lewat ...
13.
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Engkau adalah kata yang hendak diucapkan pensil, yang meski telah kuruncingkan ternyata tak segera berani kupilih aksara pertama. Namamulah yang pada mulanya akan kutulis, tetapi kita belum saling mengenal .... Namun, dari serangkum mawar hitam, akhirnya kutemukan namamu. Lincah, cerkas, dan mendalam. Begitulah cara Gus Can meramu kisah-kisah di dalam buku Mawar Hitam ini. Berbagai tema diangkatnya, mulai dari cinta, keyakinan, kematian, hingga eksistensi Tuhan. Tapi, Gus Can tak ...
14.
| Soft Cover, Agustus 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Kau bacakah rinduku pada lengking klarinet sore hari. Jauh di seberang Kamogawa kala puluhan burung bangau meluncur senyap menyusuri kemilat kaca sungai ke utara. Ke Kitayama Kau bacakah hasratku pada liuk rumpun ilalang. Yang tumbuh memanjang seperti siang musim gugur. Bergetar bersama angin. Menarikan irama ricik sungai Seperti itulah, Nadia, jari jemariku bergetar. Seperti pertama kali lagi Menyusuri lekuk-lekuk malam. Mencari buah-buah ranum yang mereka rindu di peraduan Shugakuin *** ...
15.
| Soft Cover, Juli 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Tuhanku Kususun 99-ku agar sampai pada 0 dan kulahirkan kembali 1-ku sampai 99-ku yang baru. Tuhanku Kususun 99 napasku untuk meniru-Mu mendekati watak-Mu dan menjadi hati-Mu. Ini ^hanya^ suatu sembahyang, tak lebih dan tak kurang. Sepenuh-penuhnya kutumpahkan kepada Allah Swt., langsung kepada-Nya maupun melewati engkau dan semua saudara kiita. Suatu sembahyang sederhana; usaha untuk merebut diriku sendiri dari tengah cengkeraman kehidupan, kebudayaan, peradaban, politik, ekonomi, persaingan ...
16.
| Soft Cover, Maret 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Dalam dunia politik, kata-kata bergulir, beredar dan mengelilingi meja-meja pengambil keputusan dalam makna yang sangat mentah. Tiada kemasakan, tak ada kedalaman, tanpa nuansa. Semua bahasa berkata secara pragmatis dengan maksud yang sangat praktis. Tiada lagi keindahan, estetika, hingga dalam cara berpolitiknya. Kultur dalam politik kian miskin, hingga pada tahap ia tidak lagi menjadi dasar (fundamen) bahkan dihindari dalam semua permainan politik yang dimainkan. Bahasa telah selesai, sebagai ...
17.
| Soft Cover, Januari 2015 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Cinta. Rasa bersalah. Gairah. Kehilangan. Aib. Keterasingan. Perkara keseharian yang begitu dekat, tapi di tangan Munro, kehidupan paling sederhana sekalipun selalu berhasil diramu menjadi kisah yang memikat. Empat cerita penutup yang disebut Munro "terasa autobiografis" akan membawa kita menilik kilasan masa kecil Munro; sesuatu yang belum pernah diceritakan Munro sebelumnya. Dengan sentuhan khas Munro, cerita-cerita ini menarik kita masuk begitu dalam ke kehidupan karakter-karakternya dan ...
18.
| Soft Cover, April 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Rendra, penyair legendaris negeri ini, telah lama berpulang. Namun, dia tidak sepenuhnya pergi. Ditinggalkannya alunan kata yang indah dan bertenaga bagi kita. Rendra bukan hanya seorang penyaji estetika. Dia turut menghadirkan realita di dalamnya. Perhatikanlah betapa puisi-puisinya selalu bicara tentang peristiwa di sekeliling kita. Tentang mulut-mulut yang terbungkam. Tentang orang-orang yang dirampas haknya. Tentang harapan mereka yang dilupakan. Namun, tak lupa pula dia membingkai rasa ...
19.
Alexitimia
(1)
| Soft Cover, Mei 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Apa saya gila?
Pertanyaan itu kerap terlontar dari mulut Tom, suaminya. Tidak. Donna menggelengkan kepalanya, menyangkal kuat-kuat. Namun, Donna tak pula abai. Sesuatu terkadang mengusik keingintahuannya. Sikap Tom aneh dan membuat siapa pun kehabisan akal menghadapinya.
Padahal, selama ini Donna sangat yakin, dia beruntung menikahi Tom. Pria itu tak pernah menuntutnya macam-macam. Tak sekalipun Tom mempersoalkan ketidakmampuan Donna memberikan keturunan. Tom menerima kehadiran ...
20.
No Image Available
Our Happy Time
(1)
| Soft Cover, Mei 2012 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Bagi Yu Jeong, hidupnya sungguh memuakkan. Namun, entah kenapa malaikat maut masih saja enggan merenggut nyawanya. Tiga kali percobaan bunuh dirinya selalu gagal.
Bagi Jeong Yun-Su, hidup tak pernah menyayanginya. Ayahnya bunuh diri dan ibunya pergi begitu saja meninggalkan dirinya dan adiknya yang masih kecil. Cemoohan dan kejamnya hidup, membuatnya mendekam di penjara dan menghadapi ancaman hukuman mati.
Kini, mereka berdua dipertemukan, tepat di ...




Keranjang




