| Soft Cover, November 2016 | Rp. 75.000 | Rp. 60.000 (20% OFF) | |
|
Stock di Gudang Supplier
|
|||
1.
No Image Available
2.
| Soft Cover, September 2014 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
“Sekarang ini adalah jaman edan! Nek ora edan, ora keduman kalau tidak ikut gila, tidak akan kebagian.”
Kita sering kali mendengar ungkapan seperti itu. Hal tersebut wajar adanya, melihat carut-marut dunia saat ini. Kemaksiatan merajalela. Banyak orang yang gila harta dan kekuasaan. Aturan dan norma sudah tidak dipedulikan lagi. Sebagian besar manusia terjebak pada keduniawian.
Ya, seperti itulah dunia kita saat ini, yang sebagian orang menyebutnya jaman edan! Tetapi, ...
3.
Ranggalawe
Mendung di langit Majapahit
| Soft Cover, Desember 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Pengangkatan Nambi sebagai mahapatih ternyata menimbulkan rasa ketidakpuasan di hati Halayuda. Dengan gelar dyah yang dimilikinya, Halayuda merasa lebih berhak menduduki jabatan itu dibanding Nambi yang hanya seorang empu. Siasat pun disusun. Menghasut Ranggalawe untuk mengdongkel posisi Nambi!
Sementara itu, sosok Ranggalawe yang berpendirian kuat, tak terpengaruh dengan kata-kata Halayuda. Namun ketika Halayuda mengatakan bahwa Ranggalawe-lah yang pantas menjadi mahapatih mengingat ...
4.
No Image Available
| Soft Cover, Mei 2013 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
"Antaga, kamu kuberi nama baru, yaitu Togog. Dan, kuberi tugas ke dunia untuk mengabdi kepada bangsa raksasa dan manusia yang berwatak angkara murka serta mengembalikan mereka ke jalan yang benar."
***
Setelah menginjak dewasa, tiga bersaudara putra Sang Hyang Tunggal—Antaga, Ismaya, dan Manikmaya—berebut tahta Kahyangan Jonggringsaloka. Maka, untuk menentukan penerusnya, sang ayah pun membuat sayembara. Barang siapa dari ketiga anaknya mampu menelan dan memuntahkan ...
5.
| Soft Cover | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Sinopsis :
Semua orang pasti mendambakan hidup bahagia. Hidup yang menyenangkan dan penuh syukur. Tetapi, sayangnya, tidak setiap orang sanggup mewujudkannya.
Apa pasal? Bukankah untuk bahagia, seseorang tak perlu hal-hal yang sempurna? Bukankah bahagia itu sederhana, kata banyak orang? Betul, tapi itu hanya sesaat. Itulah jenis bahagia yang sederhana dan sesaat. Berlangsungnya hanya sebentar. Setelah itu, ia sumpek lagi. Ruwet lagi. Bahagianya tidak awet, tidak permanen.
Untuk mencapai ...




Keranjang


