| Soft Cover, Desember 2022 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Scotus dijuluki doctor subtilis karena gaya pemikiran yang subtil dan mendalam, untuk menggali kebaruan di luar argumentasi umum sebuah diskursus. Ia gemar mengajukan perspektif berbeda dari sebuah topik, melontarkan argumen kuat terhadap lawan diskusi, dengan metodologi yang khas. Ciri subtil yang dimaksud disini tidak hanya bermakna epistemologis, tetapi terutama ontologis. Ciri subtil yang mencolok misalnya dalam pemikiran tentang Allah, manusia, dan dunia.
Bagi Scotus, Allah adalah kasih ...




Keranjang






